KRITERIA DESAIN PERPUSTAKAAN KONTEMPORER BERBASIS AKTIVITAS PENGGUNA
Abstract
Perpustakaan publik terus mengalami perkembangan fungsi sebagai ruang yang tidak hanya menyediakan layanan informasi, tetapi juga mengakomodasi berbagai aktivitas pengguna, seperti membaca, belajar, bekerja, berdiskusi, dan mengikuti kegiatan komunitas. Perkembangan tersebut menuntut adanya kriteria desain yang mampu mendukung keberagaman aktivitas pengguna secara optimal. Penelitian ini bertujuan merumuskan kriteria desain perpustakaan kontemporer berbasis aktivitas pengguna melalui studi kasus di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola dan pengunjung, dokumentasi, serta penyebaran kuesioner kepada 50 responden. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi kesesuaian antara fungsi ruang dan aktivitas pengguna, kemudian disintesis menjadi kriteria desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan tidak lagi dimanfaatkan hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang belajar, bekerja, diskusi, rekreasi, dan penyelenggaraan kegiatan komunitas. Berdasarkan temuan tersebut dirumuskan lima kriteria desain perpustakaan kontemporer, yaitu area baca komunal, coworking space, discussion room, reading lounge, dan flexible event space. Kriteria desain yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan perpustakaan publik yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna serta mampu mendukung terciptanya ruang yang nyaman, fleksibel, dan berorientasi pada aktivitas masyarakat.
Kata Kunci: Perpustakaan Kontemporer; Aktivitas Pengguna; Kriteria Desain; Fungsi Ruang.
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.17509/jaz.v9i3.103349
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Azalia Desty Maharani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



