FAKTOR PLACE DEPENDENCE BERDASARKAN TAHAPAN KEBUTUHAN DI KAWASAN PKL DUTA INDAH
Abstract
Kebutuhan individu memiliki tahapan yang ingin dicapai berdasarkan tingkat kepentingannya. Apabila suatu tempat dapat memenuhi tujuan dari aktivitas individu, maka akan timbul kriteria untuk memenuhi kebutuhan baru sehingga terbentuk perubahan atau peningkatan tatanan ruang. Kawasan PKL Duta Indah awalnya merupakan jalan masuk utama perumahan, namun karena adanya tingkatan kebutuhan PKL, pada malam hari area tersebut menjadi kawasan PKL yang menetap. Fenomena PKL menetap memerlukan perhatian khusus agar ruang kota tetap teratur. Penataan dan penertiban lokasi merupakan salah satu bentuk perhatian khusus kepada PKL, namun tidak jarang PKL yang enggan untuk pindah ketempat lain. Berdasarkan rasa keengganan tersebut, para PKL yang telah ditata dan ditertibkan kembali menempati lokasi awal berdagang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor fenomena tersebut yang mengindikasikan place dependence, baik dari sisi PKL dan pembeli yang berada di Kawasan PKL Duta Indah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian ini diketahui bahwa tahapan kebutuhan mempempengaruhi faktor place dependence. Selain itu, terdapat beberapa kesamaan faktor antara PKL dan pembeli yang merupakan faktor place dependence yang mengikat.
Kata Kunci: pembeli, pedagang kaki lima, tahapan kebutuhan, place dependence
Full Text:
PDFReferences
Alrobaee, T. R., & Al-Kinani, A. S. (2019). Place dependence as the physical environment role
function in the place attachment. IOP Conference Series: Materials Science and
Engineering, 698(3), 1–7. https://doi.org/10.1088/1757-899X/698/3/033014
Aruma, E. O., & Hanachor, M. E. (2017). ABRAHAM MASLOW’S HIERARCHY OF NEEDS AND
ASSESSMENT OF NEEDS IN COMMUNITY DEVELOPMENT. International Journal of
| Ju r na l Ar s itektu r ZONAS I : V o lu me 6 No mo r 1 , F eb r u a r i 2 0 2 3 H al 17-30
Development and Economic Sustainability, 5(7), 2053–2202.
https://www.eajournals.org/wp-content/uploads/Abraham-Maslow’s-Hierarchy-ofNeeds-and-Assessment-of-Needs-in-Community-Development.pdf
Dameria, C., Akbar, R., Indradjati, P. N., & Tjokropandojo, D. S. (2020). A conceptual
framework for understanding sense of place dimensions in the heritage context. Journal
of Regional and City Planning, 31(2), 139–163.
https://doi.org/10.5614/jpwk.2020.31.2.3
Dewi, A. P., Rachima, S., & Wijayanti, T. (2015). KAJIAN KEBERADAAN PEDAGANG KAKI LIMA
DI KAWASAN SETU BABAKAN. HirARCHi, 12(1), 57–65.
http://sipeg.univpancasila.ac.id/uploads/repository/lampiran/DokumenLampiran18022021112641.pdf
Fanani, Z., & Pangestuti, E. (2017). Analisis Keamanan dan Kenyamanan Objek Wisata
Penanjakan 1 Bromo. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 49(2), 63–67.
https://media.neliti.com/media/publications/185560-ID-analisis-keamanan-dankenyamanan-objek-w.pdf
Goble, F. G., & Maslow, A. (1970). The Third Force: The Psychology of Abraham Maslow.
Pocket Books.
McGee, T. G., & Yeung, Y. M. (1977). Hawkers in Southeast Asian Cities: Planning For The
Bazaar Economy. In International Development Research Centre. International
Development Reaserch Centre (IDRC). https://idl-bncidrc.dspacedirect.org/handle/10625/1435
Muazaroh, S., & Subaidi. (2019). KEBUTUHAN MANUSIA DALAM PEMIKIRAN ABRAHAM
MASLOW (TINJAUAN MAQASID SYARIAH). Al-Mazaahib, 7(1), 17–33.
https://ejournal.uin-suka.ac.id/syariah/almazahib/article/view/1877
Perdana, E. A. L., Rahayu, P., & Hardiana, A. (2020). Karakteristik Pedagang Kaki Lima dan
Preferensinya Terhadap Lokasi Kawasan Solo Techno Park. Region : Jurnal Pembangunan
Wilayah Dan Perencanaan Partisipatif, 15(2), 172–188.
https://doi.org/10.20961/region.v15i2.24440
Perwal Kota Bekasi. (2017). Peraturan Wali Kota Bekasi Tentang Perubahan atas Peraturan
Wali Kota Bekasi Nomor 31 Tahun 2016 Tentang Pedoman Penataan dan Pemberdayaan
Pedagang Kaki Lima (No. 66; E).
Prayitno, G., Rusmi, S. A., & Dinanti, D. (2021). Hubungan place dependence terhadap
keinginan alih fungsi lahan di Kecamatan Pandaan. Region : Jurnal Pembangunan
Wilayah Dan Perencanaan Partisipatif, 16(1), 58–73.
https://doi.org/10.20961/region.v16i1.35565
Roslan, A. H., Rochmi, A., & Hastutik, S. (2021). Pengantar Bisnis .
https://www.google.co.id/books/edition/Pengantar_Bisnis/kgtBEAAAQBAJ?hl=id&gbpv
=1&dq=faktor+pemilihan+lokasi+usaha&pg=PA62&printsec=frontcover
Satararuddin, Suprianto, & Daeng, A. (2020). Analisis Kualitatif Keberadaan Pedagang Kaki
Lima di Kota Mataram. Elastisitas - Jurnal Ekonomi Pembangunan, 2(2), 168–179.
https://doi.org/10.29303/e-jep.v2i2.29
Setiyawan, A. A., Sari, S. R., & Sardjono, A. B. (2020). Pengaruh Pemilihan Lokasi Dagang
Terhadap Visibilitas Pedagang Kaki Lima. Langkau Betang: Jurnal Arsitektur, 7(1), 57–70.
https://doi.org/10.26418/lantang.v7i1.37640
Sugiyono. (2014). Cara Mudah Menyusun: Skripsi, Tesis, dan Disertasi (2nd ed.). ALFABETA.
Utami, I. G. A. C. (2017). Place Attachment Pada Kawasan Komersial Di Jalan Danau
Tamblingan, Sanur. Ruang Space, 4(2), 147–160.
https://doi.org/https://doi.org/10.24843/JRS.2017.v04.i02.p04
Febriana, Pudianti, Faktor Place Dependence Berdasarkan Tahapan | 30
Widjajanti, R. (2012). Karakteristik Aktivitas Pedagang Kaki Lima di Ruang Kota ( Studi Kasus :
Kawasan Pendidikan Tembalang , Kota Semarang ). 8(4), 412–424.
Wijono, S. (2015). Psikologi Industri dan Organisasi: Dalam Suatu Bidang Gerak Psikologi
Sumber Daya Manusia (4th ed.). KENCANA.
Williams, D. R., & Vaske, J. J. (2003). The Measurement of Place Attachment: Validity and
Generalizability of a Psychometric Approach. Forest Science, 49(6), 830–840.
https://doi.org/10.1093/forestscience/49.6.830
Winoto, A., & Budiani, Rahayu, S. (2017). Kajian Karakteristik dan Faktor Pemilihan Lokasi
Dagang di Kota Yogjakarta. Jurnal Bumi Indonesia, 6, 9.
DOI: https://doi.org/10.17509/jaz.v6i1.49266
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2023 Sintia Kori Febriana, Anna Pudianti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



