APLIKASI METAFORA ‘TARLING’ PADA PERANCANGAN PUSAT KEBUDAYAAN DERMAYU
Abstract
Indramayu merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa Barat tepatnya di Pesisir Utara Pulau Jawa sehingga sering disebut sebagai wilayah Pantura (Pantai Utara Jawa). Memiliki luas wilayah 2.099,42 Km2 dengan 31 kecamatan, 309 desa dan 8 kelurahan, Indramayu termasuk wilayah yang memiliki banyak tradisi, seni dan budaya yang khas. Ini dibuktikan dari masuknya wilayah Indramayu ke dalam tiga zona utama budaya Jawa Barat yaitu Cirebonan dan memiliki jumlah seniman terbanyak di Provinsi Jawa Barat yaitu 5.134 seniman. Tradisi, seni dan budaya yang terkenal seperti tari topeng, sintren, tarling, batik paoman, wayang cepak dan kesenian lainnya. Selain itu, masyarakat Indramayu masih sering menyelenggarakan pagelaran seni, terutama seni tari, tarling dan wayang serta memliki nilai kebudayaan yang kuat. Hal ini dilihat dari masyarakat Indramayu yang masih mempertahankan adat-adat dan melakukan kegiatan yang dipengaruhi unsur budaya. Namun sayangnya, Indramayu masih belum memiliki wadah yang layak untuk menjaga dan mengenalkan seni dan budaya tersebut. Sehingga laporan ini bertujuan untuk melakukkan perancangan Pusat Kebudayaan Dermayu dengan tema metafora yang mengadopsi dari salah satu kesenian Indramayu yaitu tarling dengan menerapkan empat point tarling, yaitu: 1. Nama yang berasal dari alat musik gitar dan suling; 2. Terdapat drama tentang kehidupan; 3. Terus berkembang dan tidak terikat oleh ritme (dinamis); 4. musik dan vocal berlaras pelog. Empat point tersebut akan diaplikasikan pada bentuk bangunan, sirkulasi tapak, serta gerbang entrance dan out.
Full Text:
PDFReferences
Ashadi. (2019). KONSEP METAFORA DALAM ARSITEKTUR. Arsitektur UMJ Press.
Handayani, T. S. (2013). BATIK PAOMAN INDRAMAYU JAWA BARAT. 53(9), 1689–1699. /citations?view_op=view_citation&continue=/scholar%3Fhl%3Dpt-BR%26as_sdt%3D0,5%26scilib%3D1&citilm=1&citation_for_view=wS0xi2wAAAAJ:2osOgNQ5qMEC&hl=pt-BR&oi=p
Haryani, H. (2013). Babandingan Kamampuh Maca Pedaran (Basa Sunda) jeung Pedaran (Basa Indonesia) Siswa Kelas XI IPA 3 SMA Negeri 14 Bandung Taun Ajaran 2012/2013. Encephale, 53(1), 59–65.
Helvina, Y. (2015). Designing Interior for Betawi Culture Centre in Jakarta. Biomass Chem Eng, 49(23–6), 1–15.
Lasmiyati. (2013). Rasinah: Maestro Tari Topeng Indramayu. Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, 5(3), 475. https://doi.org/10.30959/patanjala.v5i3.110
Lasmiyati, L. (2020). Sugra: Tokoh Perintis Dan Dinamika Tarling Indramayu (1930-1997). Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research, 12(2), 261. https://doi.org/10.30959/patanjala.v12i2.633
Lifiani, E. R., & Sukendro, G. G. (2021). Makna Ritual Perayaan Mapag Sri bagi Warga Desa Segeran Kidul Indramayu. Koneksi, 5(1), 54. https://doi.org/10.24912/kn.v5i1.10148
Prawira, N. G. (2019). Reaktualisasi Budaya Ngarot dalam Seni Pertunjukan Tradisional di Desa Lelea Kabupaten Indramayu. Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Pendidikan Seni Dan Desain - Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Indonesia, 2(2000), 77–86.
Rohmani, K., & Nurasih, N. (2019). Tari Topeng Klana Cirebon Gaya Slangit Konsep Gubahan Penyajian Tari. Makalangan, 6(1), 72–79. https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/makalangan/article/view/1003
Sapitri, H. I., Mauliani, L., & Sari, Y. (2018). Penerapan Konsep Arsitektur Metafora Pada Bangunan Pusat Mode Dan Kecantikan Anne Avantie Di Semarang. Jurnal Arsitektur PURWARUPA Volume, 3(3), 241–246.
Yolanda, D. E. (2013). Perancangan Cultural Center Dengan Konsep Arsitektur Tropis Di Prawirotaman. Area, 130, 120–129.
-
DOI: https://doi.org/10.17509/jaz.v6i2.55757
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Fatma Apriani Erza

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



