ARCHITECTURAL PHILOSOPHY IN THIEN IS KONG TEMPLE
Abstract
Masjid Al-Irsyad di Kota Baru Parahyangan, Bandung Barat, merupakan salah satu hasil dari arsitektur modern dengan filosofi desain yang mendalam dan berwawasan lingkungan. Proyek ini dibangun pada tahun 2009 dan diresmikan pada tahun 2010, masjid ini dirancang oleh arsitek Ridwan Kamil dengan pendekatan minimalis dan fungsional. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu untuk menganalisis bentuk dan fasad Masjid Al-Irsyad serta menguraikan filosofi yang mendasari desain arsitekturnya. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui tiga cara, yaitu observasi, studi literatur, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain masjid ini menggabungkan prinsip arsitektur berkelanjutan, seperti penggunaan material lokal, pencahayaan alami, ventilasi alami, dan teknologi panel surya. Bentuk kubus yang sederhana tanpa kubah mencerminkan kenyamanan dan konsep tauhid, sedangkan penggunaan cahaya alami dan sirkulasi udara yang optimal mengurangi ketergantungan pada energi buatan. Arsitektur Masjid Al-Irsyad juga mencerminkan prinsip arsitektur Islam yang menekankan hubungan harmonis antara manusia, lingkungan, dan Tuhan. Desain ini tidak hanya memenuhi fungsi fungsional dan estetika, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai spiritual yang mendalam, menjadikannya sebagai contoh arsitektur Islam kontemporer yang inovatif dan berkelanjutan.
Full Text:
PDFReferences
Cangianto, A. (2021). Menghayati Kelenteng Sebagai Ekspresi Filsafat dan Budaya Tionghoa.
Bambuti, 3(1), 29–46.
Dabu, S. I., & Balaci, M. (2023). Poarta – element al arhitecturii vernaculare banatene.
Banatica, 1(33), 631–638. https://doi.org/10.56177/banatica.33.1.2023.art.34
Hu, A., & Tian, F. F. (2018). Still under the ancestors’ shadow? Ancestor worship and family
formation in contemporary China. Demographic Research, 38(1), 1–26.
https://doi.org/10.4054/DemRes.2018.38.1
HU, J. (2022). Divinities and Ancestors: A Preliminary Comparison between African and
Confucian Cosmologies. Müller 1882, 187–196.
| Ju r na l Ar s itektu r ZONAS I : V olu me 8 No mo r 2, Ju n e 2025 Hal 509-518
Kim, J., Shim, J. M., & Kim, S. (2022). Confucian Identification, Ancestral Beliefs, and Ancestral
Rituals in Korea. Religions, 13(1), 1–14. https://doi.org/10.3390/rel13010043
Namwad, S., Badrike, N. V, Golchha, M., & Narkhede, K. (2023). Critical Evaluation of
Architectural Rudiments from the Perspective of Religion. Interantional Journal of
Scientific Research in Engineering and Management, 07(03).
https://doi.org/10.55041/ijsrem17929
Wang, Y., & Duan, Y. (2018). A Study on the Classification and Value of Ming Dynasty Paifang
in China: A Case Study of Paifang in Jinxi County. Journal of Asian Architecture and Building
Engineering, 15(2), 147–154. https://doi.org/10.3130/jaabe.15.147
Wei, Y. (2024). Research on the Integration of Chinese Traditional Architectural Elements in
Modern Architectural Design under Digital Technology Support. Sciendo, 9(1), 1–13.
https://doi.org/10.2478/amns-2024-1780
DOI: https://doi.org/10.17509/jaz.v8i2.77942
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Kahfi Al Irsyad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




