PUBLIC PERCEPTION OF STREET INFRASTRUCTURE ALONG THE ASIA-AFRIKA STREET CORRIDOR

Wiona Nur Laily, Ananda Nur Salma Rukhaimat, Naira Khansa Annawa, Eggi Septianto, Irfan Sabarilah Hasim, Utami Utami

Abstract


Street furniture merupakan elemen penting dalam pembentukan kualitas ruang terbuka kota karena berperan dalam mendukung aktivitas sosial, meningkatkan kenyamanan pengguna, serta memperkuat identitas kawasan. Keberadaan street furniture menjadi semakin krusial pada koridor perkotaan bersejarah yang memiliki intensitas aktivitas tinggi dan nilai visual yang kuat, seperti Koridor Jalan Asia Afrika di Kota Bandung. Pada kawasan tersebut, kualitas elemen pendukung jalan tidak hanya berfungsi secara utilitarian, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk pengalaman ruang, persepsi visual, serta citra kawasan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh kualitas street furniture terhadap kualitas lingkungan serta tingkat apresiasi publik pada Koridor Jalan Asia Afrika. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods) melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan pengumpulan data persepsi pengguna ruang publik menggunakan kuesioner terhadap 147 responden. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan metode regresi untuk mengetahui hubungan antarvariabel yang meliputi aspek desain, fungsi, material, dan konstruksi street furniture terhadap kualitas lingkungan koridor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek desain, fungsi, dan material street furniture memiliki pengaruh langsung dan signifikan terhadap kualitas lingkungan, sementara aspek konstruksi tidak menunjukkan pengaruh langsung, namun berkontribusi secara tidak langsung melalui peningkatan kualitas lingkungan. Kualitas lingkungan terbukti berperan sebagai variabel mediasi utama yang memengaruhi tingkat kenyamanan dan apresiasi pengguna terhadap ruang publik. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan integrasi perancangan street furniture yang responsif terhadap konteks historis, fungsional, dan material guna meningkatkan kualitas ruang publik secara berkelanjutan pada koridor perkotaan bersejarah.

Full Text:

PDF

References


Ahmadin, A., Sanur, I. S., & Nur, R. J. (2025). Review of public space studies in Indonesia : Research identification and future social agenda. JOURNAL OF WATER AND LAND DEVELOPMENT, 136–147. https://doi.org/10.24425/jwld.2025.153526

Ameijde, J. Van, Cheng, S., Leung, K. S., Zhang, W., & Dong, J. (2025). Decoding micro ‑ social interactions in public space : a computer ‑ vision ‑ based method.

Andaloro, B., Waal, M. de, & Suurenbroek, F. (2022). ADAPTIVE PUBLIC SPACESExploring digital transition for social and environmental benefit. AGATHÓN – International Journal of Architecture, 12, 68–75. https://doi.org/doi.org/10.19229/2464-9309/1262022

Askarizad, R., & He, J. (2025). The role of urban furniture in promoting gender equality and static social activities in public spaces. Ain Shams Engineering Journal, 16(2), 103250. https://doi.org/10.1016/j.asej.2024.103250

Aulia, S. A. S., Yudana, G., & Aliyah, I. (2020). Kajian Karakteristik Koridor Jalan Slamet Riyadi Sebagai Ruang Interaksi Sosial Kota Surakarta Berdasarkan Teori Good City Form. Desa-Kota, 2(1), 14. https://doi.org/10.20961/desa-kota.v2i1.32648.14-30

Bentley, I., Alcock, A., Murrian, P., McGlynn, S., & Smith, G. (1985). Responsive Environments: A Manual for Designers. Architectural Press. https://doi.org/https://doi.org/10.4324/9780080516172

Carmona, M. (2021a). Public Places Urban Spaces. https://doi.org/https://doi.org/10.4324/9781315158457

Carmona, M. (2021b). Public space design, urban design and quality of life. Journal of Urban Design, 147–165. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/13574809.2020.1867746

Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.). SAGE Publications.

Dirdaedrea, M., Rinasa, D., & Yusiana, L. S. (2025). Studi potensi ruang terbuka publik berbasis preferensi masyarakat di Kecamatan Turen Kabupaten Malang. 11(2), 178–189.

Dwi, F., Rustiandi, P., Permana, A. Y., Maryam, R., & Haq, A. (2023). Design of Mixed-Use Area in Leuwi Panjang Bus Terminal Based on Transit-Oriented Development ( TOD ), Bandung City , Indonesia. 1(1), 55–66.

Ernawati, J., Adhitama, M. S., & Alhad, M. A. (2024). The Changes in Public Open Space Usage and Perceptual Urban Design Qualities After the COVID-19 Pandemic. International Journal of Sustainable Development and Planning, 19(3), 963–972.

Gehl. (2011). Life Between Buildings. 1, 21–37.

Gruosso, S., Signore, M. Del, & Cinzio, A. Di. (2025). The extended mind of public space : how urban design shapes human experience. August, 1–14. https://doi.org/10.3389/fbuil.2025.1504549

Jayanti, L., & Mukti, R. A. (2025). Strategic Prioritization for Sustainable Urban Tourism in Bandung Raya: An Analytical Hierarchy Process Approach. Journal of Tourism Sustainability, 5(1), 36–50. https://doi.org/10.35313/jtospolban.v5i1.154

Jens, K., & Gregg, J. S. (2021). How design shapes space choice behaviors in public urban and shared indoor spaces- A review. Sustainable Cities and Society, 65. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.scs.2020.102592.

Lesan, M., & Gjerde, M. (2020). A mixed methods approach to understanding streetscape preferences in a multicultural setting. https://doi.org/10.1177/2059799120937233

Lesan, M., & Gjerde, M. (2021). Sidewalk design in multi ‑ cultural settings : a study of street furniture layout and design. URBAN DESIGN International, 26(1), 21–41. https://doi.org/10.1057/s41289-020-00121-x

Li, X., Chen, J., Feng, H., Brown, R., & Zhu, R. (2025). Development and application of a street furniture design evaluation framework: Empirical evidence from the Yangzhou Ecological Science and Technology New Town. Buildings, 15. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/buildings15162973

Lynch, K. (196 C.E.). The Image of the City. Technology Press & Harvard University Press.

Mehta, V. (2014). Evaluating Public Space. 19(1), 53–88. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/13574809.2013.854698

Mushkani, R., & Koseki, S. (2025). Intersecting perspectives: A participatory street review framework for urban inclusivity. Habitat International, 164(March). https://doi.org/10.1016/j.habitatint.2025.103536

Putri, N. N. A. T. R., Sudharsana, I. M. G. A., & Wahyudi. (2021). Penilaian terhadap Kualitas Ruang Publik pada Kawasan kesenian DR Ir. Soekarno di Perkotaan Negara, Jembrana. PRANATACARA BHUMANDALA: Jurnal Riset Planologi, 2(2), 114–130.

Shania Adilla Wildhalini, Surjono, & Sari, K. E. (2025). Kualitas fisik fasilitas bermain anak, taman bondas, kota batu. Planning for Urban Region and Environmen, 14(0341), 63–74.

Shirvani, H. (1985). The Urban Design Process. New York: Van Nostrand Reinhold.

Sumartono, L. (2003). Sumartono, L. (2003). Kajian Koridor Pandanaran Sebagai Linkage Kota di Semarang. Semarang: Universitas Diponegoro. Kajian Koridor Pandanaran Sebagai Linkage Kota Di Semarang.

Sushanti, I. R., Yuniati, S. R., & Angelia, T. (2021). Eksistensi ruang publik menghadapi transformasi penggunaan ruang di permukiman kota. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Perencanaan Partisipatif, 16(2), 186. https://doi.org/10.20961/region.v16i2.47859

William H, W. (1980). The Social Life of Small urban Spaces. Project for Public Spaces.




DOI: https://doi.org/10.17509/jaz.v9i3.96738

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 WIONA NUR LAILY

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.