FABRICATION ENGINEERING AND SUSTAINABLE URBANISM: THE CASE OF Vertical HOUSING DEVELOPMENT IN INDONESIA

Natalia Suwarno

Abstract


Rekayasa merupakan kaidah ilmu dalam pelaksanaan seperti perancangan, pembuatan konstruksi serta pengoprasian kerangka, peralatan dan sistem ekonomi yang efisien. Tujuannya adalah dalam pengandaannya dapat membantu dalam penyelesaian masalah manusia dengan lebih mudah. Sedangkan Sustainable Urbanism merupakan studi tentang kota dan cara pembangunannya yang berfokus pada mengkampanyekan keberlangsungan hidup jangka panjang dengan mengurangi konsumsi, limbah dan dampak buruk terhadap manusia sekaligus meningkatkan kesejahteraan keseluruhan baik pada manusianya maupun terhadap kota. Fabricated in Architecture adalah metode pembangunan dengan menggunakan elemen-elemen bangunan yang sudah di fabrikasikan terlebih dahulu. Rekayasa megastruktur hunian yang berkelanjutan merupakan cara untuk menjaga “pentingnya langit biru dan ruang terbuka hijau” yang sangat dirasakan manusia terutama saat-saat banyaknya bencana yang terjadi.

Full Text:

PDF

References


Abrams, C. (1964). Housing in The Modern World: Man's Struggle for Shelter in an Urbanizing World. London: Faber and Faber.

Asfarinal, N., Barus, L., & Djaja, B. (2022). Strategi Pengembangan Sistem Transportasi dengan Pendekatan Transit Oriented Development (TOD) pada Kawasan Kota Tua Jakarta. Jurnal Riset Jakarta, 97-106.

Atmodiwirjo, P., & Yatmo, Y. (2011). Occupants’ Perception of ‘Healthy Housing’ in High-Density Urban. Makara Human Behavior Studies in Asia, 1-9.

Aydemir, A., & Jacoby, S. (2022). Architectural design research: Drivers of practice. The Design Journal, 567-585.

Basyir, B., & Isnaeni, H. (2018). Maximizing RUSUNA development in TOD Jakarta – Case study TOD Lebak Bulus Jakarta. E3S Web of Conferences.

Cherry, G. (1974). The Evolution of British Town Planning. Plymouth: Leonard Hill Books.

Correira, A. (2017). Fabricating Architecture: From Modern to Global Space. Coimbra: Department of Architecture of the Faculty of Science and Technology of the University of Coimbra.

Doxiadis, C. (1971). EKISTICS: An Introduction to the Science of Human Settlements. London: Achor Press.

Farr, D. (2012). Sustainable Urbanism: Urban Design With Nature. London: John Wiley & Sons.

Ferdinand, P., & Gandha, M. (2025). Hunian vertikal ekologis terjangkau di Manggarai: Solusi kota padat yang berkelanjutan. STUPA: Jurnal Sains Teknik dan Perencanaan Arsitektur, 1141-1154.

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2023). Urbanization is Transforming Agrifood Systems and Affecting Access to Affordable Healthy Diets Across the Rural–Urban Continuum. Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Golany, G. (1976). New-town planning: Principles and Practice. London: John Wiley.

Hanafiah, H., Ilham, M., & Liswandi. (2025). Smart City Logistics Development Through Multimodal Strategy, Logistic Hub and Digitalization. Jurnal Teknologi Transportasi dan Logistik, 39-46.

Handa, R. (2017). Research methods for architecture. Technology| Architecture + Design, 112-113.

Kusumowardani, D. (2021). Penerapan Teknologi Modular Dalam Konsep Perancangan Arsitektur. Jurnal Desain Interior, 89-92.

Leepel, R., Utomo, S., & Suganda, E. (2020). Aspek lingkungan dan partisipasi masyarakat pada penyelenggaraan rumah susun sederhana sewa Jatinegara Barat. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 295-304.

Makuch, A. (2016). Scalable modular apartment building. Milano: Politecnico Milano.

Megahed, G., Elshater, A., Afifi, S., & Elrefaie, M. (2024). Reconceptualizing proximity measurement approaches through the urban discourse on the X-minute city. MDPI.

Moreno, C., Allam, Z., Chabaud, D., Gall, C., & Pratlong, F. (2021). Introducing the “15-Minute City”: Sustainability, resilience and place identity in future post-pandemic cities. Smart Cities, 93-111.

Nazwar, H. (2021). Transit Oriented Development: Insentif Terhadap Nilai Properti . Jurnal Manajemen Aset dan Penilaian, 30-39.

Padre. (2017, Maret 20). Properti Terkini. Retrieved from Properti Terkini: https://www.propertiterkini.com/perbedaan-tod-dan-tad-tod-harus-penuhi-8-prinsip

Prasojo, L., & Fatima, I. (2025). Model Bisnis dan Integrasi Rantai Nilai dalam Industri Konstruksi Modular di Indonesia. Ranah Researchh, 280-290.

Prayitno, B. (2020, April 21). Megahunian Berkelanjutan. Retrieved from Harian Kompas: https://www.kompas.id/artikel/megahunian-berkelanjutan

Rahman, D., & Latief, Y. (2024). Planning innovation for implementing modular prefabricated construction in housing development in Indonesia using a risk-based ISO 56002:2019 approach to improve project performance. Smart City, 42-64.

Riska, S., Junita, D., & Arifin, S. (2023). Analisis penetapan harga sewa pada unit rumah susun (Studi kasus: Rusun Tingkat Tinggi Pasar Rumput, Jakarta Selatan. Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology, 38-41.

Roggema, R. (2016). The future of sustainable urbanism: a redefinition. City Territory and Architecture, 1-12.

Saragih, N., Bahagia, S., Suprayogi, & Syabri, I. (2015). City logistics for mega city: A conceptual model (Case study: DKI Jakarta). IEEE, 178-182.

Smith, P. (2007). The Dynamics of Urbanism. Oxon: Routledge.

Trisnawati, P. (2020, Mei 8). Pengusaha Properti Mulai Kembangkan Konsep Hunian TOD di Depok. Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia.

Zullaile, M., Sarpin, N., Omar, R., Masrom, M., & Ismayatim, N. (2021). Potensi Penggunaan Sistem Modular dalam Pembinaan Rumah Mampu Milik. Reseacrh in Management of Technology and Business, 593-554.




DOI: https://doi.org/10.17509/jaz.v9i2.98507

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Natalia Suwarno

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.