MASYARAKAT SUNDA DALAM SASTRA: KOMPARASI MORALITAS DAN KEPRIBADIAN

RETTY ISNENDES

Abstract


Tulisan ini mengangkat aktualisasi diri tokoh sastra dalam peranannya membentuk moral manusia Sunda. Tokoh sastra adalah refleksi berbagai struktur sosial, begitu pun dengan tokoh sastra Sunda yang bisa membiaskan kebenaran universal tentang sifat, sikap, karakter, dan kepribadian manusia Sunda pada tataran realitas. Karya sastra yang dianalisis adalah sample dari karya sastra Sunda dari tiga periode, yaitu: Periode Sastra Sunda Kuno atau Lama (Buhun), Periode Sastra Sunda Pertengahan (Bihari), dan Periode Sastra Sunda Modern atau Baru (Kiwari). Pada akhirnya, sistem nilai yang muncul dari kompleksitas aktivitas dipengaruhi oleh perubahan jaman dan bergantinya kekuasaan. 

 


Abstract
This paper raised the self-actualization literary 􀂿gure in the role of moral human form Sunda. Various literary 􀂿gures are a re􀃀ection of social structure, as was the literary figures that can refract universal truths about the nature, attitude, character, and personality Sunda at the level of reality. Literary works are analyzed samples of literary works from three periods, namely: Ancient Sundanese Literary Period or Old (Buhun), Sunda Literature Medieval Period (Bihari), and Sundanese Modern Literary Period or New (Kiwari). In the end, the value systems that arise from the complexity of the activity is in􀃀uenced by the change of time and the alternation of power.


Keywords


masyarakat Sunda, sastra, moralitas, kepribadian, Sunda community, literatur, morality, personality

Full Text:

PDF

References


Amilia, Aam. 1979. Puputon ‘Buah Hati’. Bandung: Mitra Kencana.

Ardiwinata, D. K. 1914. Baruang ka nu Ngarora ‘Racun bagi Para Muda’. Batavia.

Damono, Sapardi Djoko. 1976. Sosiologi Sastra Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Depdikbud. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Faruk. 1994. Sosiologi Sastra. Jakarta: Gramedia.

Iskandarwassid. 1992. Kamus Istilah Sastra. Bandung: Geger Sunten.

Joehana. 1926. Rusiah nu Goreng Patut ‘Rahasia Si Buruk Rupa’: Bandung: Kiwari.

Luxemburg, jan Van. 1982. Pengantar Kesusastraan. Jakarta: Gramedia.

Rusyana, Drs. Yus. 1969. Galuring Sastra Sunda. Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah-IKIP Bandung.

Rosidi, Ajip. 1983. Ngalanglang kasustraan Sunda. Jakarta: Pustaka Jaya

Rosidi, Ajip. 1984. Manusia Sunda. Jakarta: Inti Idayu Press.

Sastrahadiprawira, R. Memed. 1928. Mantri Jero ‘Menteri Dalam’. Bandung: Rahmat Cijulang.

Sastrahadiprawira, R.1930. Pangeran Kornel. Bandung: Rahmat Cijulang.

Sayudi. 1962. Lalaki di Tegal Pati. Bandung: Kiwari.

Simpay Nomer 43. edisi Juli – Agustus 1995.

Sucipto, Drs. Toto, dkk. 1996. Integrasi Nasional dalam Hubungan Antarsuku Bangsa dan Sistem Nilai Budaya Nasional. Bandung: Pelita.

Suradireja, R. 1913. Wawacan Purnama Alam. Batavia.

Sumarsono, Tatang. 1984. Pedaran Sastra Sunda. Bandung: Medal Agung.

Sumarsono, Tatang. 1984. Demung Janggala. Bandung: Geger Sunten.

Sumarsono, Tatang. 1995. Kolebat Kuwungkuwungan Kinasih Katumbirian. Bandung: Geger Sunten.

Wellek, Rene dan Austin Warren. 1995. Teori Kesusasteraan. Bandung: Gramedia.




DOI: https://doi.org/10.17509/jlb.v4i1.3128

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 LOKABASA



View My Stats

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.