Wawacan Panji Asmara Ningrat: Sebuah Kajian Struktural

Zulfahmi Romadona, Dedi Koswara, Ruhaliah Ruhaliah

Abstract


Cerita tentang tokoh Panji sudah populer di Asia Tenggara, bahkan sudah masuk ke dalam Memory of the World (MoW) UNESCO pada tahun 2017. Di Palembang terdapat Panji Angreni, di Bali ada Malat, di Makassar ada Hikayat Cekele, di Melayu ada Hikayat Panji Kuda Semirang, di Kamboja ada Cerita Panji Kamboja, dan dalam sastra Jawa terdapat 140 judul tentang kisah Panji. Terdapatnya cerita Panji dalam bahasa Sunda merupakan suatu hal yang tidak disangka-sangka. Naskah Wawacan Panji Asmara Ningrat merupakan salah satu cerita Panji versi bahasa Sunda, meskipun naskah ini merupakan hasil gubahan dari bahasa Melayu. Hal tersebut menegaskan bahwa cerita Panji tidak populer di pulau Jawa bagian barat, khususnya di wilayah Priangan. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan naskah Wawacan Panji Asmara Ningrat dan mengungkap struktur formal serta struktur naratifnya.  Metode yang digunakan yaitu kajian filologis dengan edisi naskah tunggal dan metode deskriptif-analitis untuk mengkaji strukturnya. Teknik yang digunakan ialah studi pustaka dan studi dokumentasi, sedangkan pendekatan penelitiannya menggunakan kualitatif. Hasil kajian ini berupa deskripsi naskah yang sekaligus menunjukkan bahwa isi teks wawacan tersebut cukup lengkap, tetapi struktur formalnya kurang lengkap, sedangkan struktur naratif cukup lengkap.

The story of Panji is widely known throughout Southeast Asia and was included in UNESCO’s Memory of the World (MoW) register in 2017. In Palembang it appears as Panji Angreni, in Bali as Malat, in Makassar as Hikayat Cekele, in Malay literature as Hikayat Panji Kuda Semirang, and in Cambodia as Cerita Panji Kamboja. In Javanese literature alone, there are 140 versions of the Panji tales. The existence of a Panji story in the Sundanese language is therefore unexpected. The manuscript Wawacan Panji Asmara Ningrat is a Sundanese version of the Panji story, though adapted from the Malay language. This indicates that Panji stories were not widely popular in western Java, especially in the Priangan region. Accordingly, this study aims to describe the Wawacan Panji Asmara Ningrat manuscript and to reveal its formal and narrative structures. The research employs philological methods using a single-manuscript edition and a descriptive-analytic approach to examine its structure. Techniques used include library and documentation studies, with a qualitative research approach. The results show that the text of the Wawacan is relatively complete in content, although its formal structure is incomplete, while its narrative structure is adequately developed.


Keywords


Kajian struktural; Panji Asmara Ningrat; struktur naratif; wawacan

Full Text:

PDF

References


Arum, A.H.M. (2018). Naskah sajarah Cirebon: transliterasi dan analisis nilai moral. Lokabasa, 9(1), 1–10.

Manuaba, I.B., Setijowati, A., & Karyanto, P. (2013). Keberadaan dan bentuk transformasi cerita panji. Litera, 12(1), 53–67.

Budiyono, S.C. (2018). Cerita panji dalam perspektif sejarah. Jurnal Budaya Nusantara, 1(2), 141–146.

Muarifin, M., Waryanti, E., & Puspitoningrum, E. (2025). Konflik batin tokoh utama dan pengembangan karakter dalam Panji Laras: telaah cerita panji populer. Pembahsi: Jurnal Pembelajaran Bahasa Indonesia, 15(1), 191–205.

Nurcahyo, H. (2017). Gagasan cerita panji sebagai aspek keteladanan. Jurnal Budaya Nusantara, 1(2), 117–130.

Pradana, S.A. & Budiyono, S.C. (2024). Nilai-nilai budaya Jawa dalam cerita Panji Semirang. Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan, 6(2), 123–137.

Pramulia, P. (2021). Humor cerita panji dalam Serat Kanda dan cerita Djajakusuma. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 10(1), 1–10.

Rahmawati, F.E. (2018). Revitalisasi cerita panji dalam wayang beber. Studi Budaya Nusantara, 2(1), 34–41.

Saputra, K.H. (2010). Cerita panji: representasi laku orang Jawa. Jurnal Manuskrip Nusantara, 01(1), 61–81.

Suherman, A. (2017). Wawacan Pandita Sawang sebagai naskah keagamaan: tinjauan kedudukan dan fungsi. Manuskripta, 7 (2), 34-48.

Sumaryono. (2020). Persebaran cerita panji dalam spirit kenusantaraan. Dance and Theatre Review: Jurnal Tari, Teater, dan Wayang, 3(1), 46–57.

Utami, S. & Sadiyah, L. (2020). Pengembangan bahan ajar teks cerita panji berbasis content language integrated learning (clil) untuk SMK. Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual, 5(1), 27–35.

Wiratama, R. (2019). Cerita panji sebagai repertoar lakon wayang gedhog gaya Surakarta telaah struktur teks, makna, dan kaitannya dengan pertunjukan. Jurnal Kajian Seni, 5(2), 129–149.

Yuliyanti, D. (2017). Unsur cerita panji dalam Panji Kuda Narawangsa. Aksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(1), 135–151.




DOI: https://doi.org/10.17509/jlb.v16i2.90747

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Lokabasa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.