PERFORMANCE ANALYSIS OF A REGENERATIVE BRAKING SYSTEM WITH AN INDUCTION MOTOR-DRIVEN SUPERCAPACITOR THROUGH MATLAB SIMULINK SIMULATION
Abstract
This study analyzes the performance of a regenerative braking system that integrates a supercapacitor with an induction motor. The method used was quantitative with an experimental approach through MATLAB Simulink simulation as an analysis tool. The system’s behavior is observed during both acceleration and deceleration phases. Results indicate that no energy recovery occurs during acceleration. However, during deceleration, significant fluctuations in current, voltage, and battery State of Charge (SOC) signal that energy is being recovered. When regenerative braking is applied, the SOC drops only 1% over 2.5 seconds, compared to a 3% drop without it, illustrating improved battery efficiency. The integration of a supercapacitor proves effective in absorbing current and voltage spikes, thereby reducing stress on the battery and enhancing its longevity. Nevertheless, the addition of the supercapacitor does not lead to a substantial improvement in overall energy recovery efficiency; in fact, a slight decrease is noted. These findings reveal the trade-offs involved in supercapacitor integration and serve as a valuable reference for optimizing future regenerative braking systems.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem pengereman regeneratif yang menggabungkan superkapasitor dengan motor induksi. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan eksperimental melalui simulasi MATLAB Simulink sebagai alat bantu analisis. Hasil dari simulasi menunjukkan bahwa pemulihan energi tidak terjadi selama fase akselerasi, namun hal tersebut terjadi pada fase deselerasi terdeteksi adanya fluktuasi arus, tegangan, dan State of Charge (SOC) baterai yang mengindikasikan adanya proses pemulihan energi. Ketika sistem pengereman regeneratif diaktifkan, penurunan SOC hanya sebesar 1% dalam 2,5 detik, dibandingkan dengan penurunan 3% tanpa sistem tersebut, yang menandakan bahwa adanya peningkatan efisiensi pemakaian energi baterai. Superkapasitor terbukti mampu menyerap lonjakan arus dan tegangan dengan baik, sehingga membantu agar melindungi baterai dari stres yang berlebih. Namun, integrasi superkapasitor tidak secara signifikan meningkatkan efisiensi total pemulihan energi, bahkan menunjukkan sedikit penurunan. Temuan ini mengungkap manfaat sekaligus keterbatasan dari integrasi superkapasitor dalam sistem pengereman regeneratif, serta memberikan landasan bagi penelitian dan pengembangan sistem yang lebih optimal di masa depan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aziz, M., Anwar, S., Rizki, I. A., Simatupang, J. W., &. (2020). Studi analisis perkembangan teknologi dan dukungan pemerintah Indonesia terkait mobil listrik. TESLA Jurnal Teknik Elektro, 22(1).
Anshory, et al. (2022). Fisika Kelompok Teknologi. PT Grafindo Media Pratama.
Adittya, A. P. (2024). Kebijakan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dalam Transisi Energi di Indonesia. Analisis Kebijakan Pembangunan Ekonomi. 1-21.
Ardiyanti, D., Kurniawan, F., Raokter, U., & Wikansari, R. (2023). Analisis Penjualan Mobil Listrik di Indonesia dalam Rentang Waktu 2020-2023. Journal of Economics and Management, 1(3), 114-122.
Badriah. (2016). Ensiklopedia Rumus Fisika SMA Kelas 1, 2, 3. Lembar Langit Indonesia.
Daeli, I. S. (2024). Strategi Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca untuk Mengatasi Konflik Global Akibat Perubahan Iklim. Environment Conflict, 1(2), 72-82.
Dionova, B. W. (2025). Implementasi Pengisian Baterai Kendaraan Listrik Ac Dan Dc dengan Sumber Energi Hybrid. Jurnal Kajian Teknik Elektro, 10(1), 72-78.
Mahija, M. (2022). Sistem Pengereman Regeneratif pada Kendaraan Listrik dengan Menggunakan Motor Induksi. Jurnal Internasional Teknik Mesin, 7(5), 722.
Mamur, H., & Candan, A. K. (2020). Detailed Simulation of Regenerative Braking of BLDC Motor for Electric Vehicles. Bilge International Journal of Science and Technology Research, 4(3), 10–17.
Patrianti, T., Shabana, A., & Tuti, R. W. (2020). Komunikasi Risiko Pemerintah pada Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca untuk Mengatasi Perubahan Iklim. Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik, 24(2), 156-170.
Putra, R. P. (2021). Desain Sistem Pengereman Regeneratif pada Sepeda Listrik Ringkas. Energi & Kelistrikan, 13(1), 11-19.
Putro, H., Rosadi, D. I., Pebriananta, R., & Rajib, R. K. (2024). Melangkah Menuju Lingkungan yang Berkelanjutan: Tantangan dan Solusi untuk Masa Depan Bumi. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 1(3), 111-120.
Sharma, H. (2024). Electric Vehicle Technologies. Wiley.
Sidabutar, V. T. P. (2020). Kajian Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia: Prospek dan Hambatannya. Jurnal Paradigma Ekonomika, 15(1), 21-38.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Teasdale, A., Ishaku, L., Amaechi, C. V., Adelusi, I., & Abdelazim, A. (2024). A Study On An Energy-Regenerative Braking Model Using Supercapacitors And DC Motors. World Electric Vehicle Journal, 15(7), 326.
Widiantoro, I. I., Wartana, I. M., & Setiawan, R. (2024). Perancangan Sistem Pengereman Regeneratif pada Mobil Listrik. Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro, 8(2), 156-168.
Xiong, S., Ji, J., & Ma, X. (2019). Comparative Life Cycle Energy And GHG Emission Analysis for Bevs and Phevs: A Case Study In China. Energies, 12(5), 834.
Yusrizal, & Rahmat. (2022). Fisika dan Ilmu Fisika. Syiah Kuala University Press
Zhou, Z., et al. (2020). Regenerative Braking Technologies for Electric Vehicles. IEEE Transactions on Vehicular Technology.
DOI: https://doi.org/10.17509/motor.v2i2.87859
DOI (PDF): https://doi.org/10.17509/motor.v2i2.87859.g34822
Refbacks
- There are currently no refbacks.
© 2024 MOTOR: Journal of Automotive Engineering


