Perancangan dan Pembuatan Shuttlecock Launcher untuk Memenuhi Kebutuhan Pelatihan Olahraga Bulutangkis

Kusnaedi Kusnaedi, Tommy Apriantono, Didi Sunadi

Abstract


This research was conducted to design and build a shuttlecock launcher using local materials and components. The shuttlecock launcher was constructed by taking advantage of the various scientific skills of human resources at Institut Teknologi Bandung. The research focused on the design and construction of shuttlecock launcher as a training aid for badminton trainers. The advantages of this device are: 1. able to shoot shuttlecock with high accuracy; 2. able to shoot shuttlecock at the maximum speed of 150 km/h; 3. having total mass of the structure of less than 20 kg; 4. low production cost; 5. having feeding speed of one shuttlecock per two seconds.This device was constructed in the research group (KK) of  Sport Sciences Laboratory of the School of Farmacy and Machinery and Aeronautics Faculty Laboratory at ITB while the experiment was conducted in Badminton Arena, GSG ITB. The research started from September to November 2011. The subjects of this research were the materials and other components related to the design and construction of the device in accordance to physical and mechanical work system. From this research, it can be concluded that of this shuttlecock launcher results  high feeding and lunching speed that meets the criteria needed.

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat shuttlecock launcher dengan bahan-bahan (material) dan komponen lokal. Shuttlecock launcher dibuat dengan memberdayakan kemampuan SDM dari berbagai disiplin ilmu yang ada di Institut Teknologi Bandung. Ruang lingkup penelitian ini terfokus pada perancangan dan pembuatan shuttlecock launcher untuk memenuhi kebutuhan alat bantu palatihan bulutangkis.  Keunggulan dari alat ini adalah; (1). Dapat menembakkan shuttlecock dengan keandalan yang baik, (2). Dapat menembakkan shuttlecock dengan kecepatan maksimum 150 km/h, (3). Memiliki massa struktur total dibawah 20 kg, (4). Memiliki biaya produksi yang murah, dan (5). Memiliki feeding satu shuttlecock per dua detik.  Proses pembuatan alat ini dilakukan di Laboratorium KK Ilmu Keolahragaan Sekolah Farmasi dan Laboratorium Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB.  Sedangkan untuk uji coba dilakukan di Lapang Bulutangkis GSG ITB. Penelitian ini dilakukan mulai bulan September – Nopember 2011. Subyek penelitian ini adalah material dan komponen lainnya yang berkaitan dengan perancangan dan pembuatan alat ini.  Instrumen penelitian  shuttlecock launcher ini mengacu pada sistem kerja secara fisika dan mekanik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa shuttlecock louncher ini dapat menghasilkan feeding speed yang tinggi  dan kecepatan pelontaran yang memenuhi kriteria kebutuhan.


Keywords


Shuttlecock Launcher, Bulutangkis

Full Text:

PDF

References


Antonsson, Grote, (2008), “Handbook of Mechanical Engineering”, Springer, New York.

Childs,Peter R.N., (2004), “Mechanical Design”, Elsevier Butterworth Heinemann,

Oxford.

Hanselman, Duane C., (1994), “Brushless Permanent-Magnet Motor Design”, McGraw-

Hill, New York.

Rothbart, Harold. & Brown, Thomas H., (2006), “Mechanical Design Handbook”,

McGraw-Hill, New York.

Sclater, Neil & Chironis N. P., (2007), “Mechanisms and Mechanical Devices

Sourcebook”, McGraw-Hill, New York.




DOI: https://doi.org/10.17509/jpjo.v3i2.13105

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA



Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

web
statistics

View My Stats