Transformasi Nilai-Nilai Bararak Bako Dalam Tradisi Perkawinan Masyarakat Kota Solok

Ovy Septi Vane, Elly Malihah

Abstract


Tradisi bararak bako dilakukan sebagai cara untuk "menunjukkan" alek bako kepada keluarga "pisang". Jika pesta bako tidak menjalankan tradisi bararak bako, maka keluarga bako dianggap tidak peduli dengan anak-anak pisang yang sudah menikah dan melaksanakan adat alek (kenduri). Bararak bako adalah tradisi yang sangat penting dalam perkawinan di masyarakat Solok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi dan pencatatan hasil pengumpulan data. Hasil penelitian ini melihat bagaimana pelaksanaan bararak bako dan bagaimana tanggapan msyarakat terhadap tradisi ini. Sehingga Walikota Solok pun juga ikut dalam merayakan tradisi bararak bako dalam acara ulang tahun Kota Solok, supaya adat ini tidak lekang oleh waktu

Full Text:

PDF

References


Amir, M.S. (1987). Tonggak Tuo Budaya Minang. Payakumbuh: Karya Indah

Amir, M.S. (2011). Pola dan Tujuan Hidup Orang Minang. Jakarta: Citra Harta Prima.

Benda-Beckmann, Frans Von. (2000). Properti dan Kesinambungan Sosial: Kesinambungan

dan Perubahan dalam Pemeliharaan Hubungan-hubungan Properti Sepanjang Masa di

Minangkabau. Alih bahasa Tim Perwakilan KITLV, Jakarta bersama Dr. Indira Simbolon.

Jakarta: Grasindo.

Badudu J.S & Zain, Sutan Mohammad. (1996). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta:

Pustaka Sinar Harapan.

Fiony, Sukmasari. (1996). Perkawinan Adat Minangkabau. Jakarta: CV. Karya.

Geertz, Cilfford. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Group.

Harsojo. (1984). Pengantar Antropologi, cet ke-5. Jakarta: Binacipta.

Hadikusuma, Hilman. (1990). Hukum Perkawinan Indonesia, Menurut Perundangan, Hukum

Adat, Hukum Agama. Bandung: Mandar Maju.

Idris, Asmaniar. (2002). Kerajaan Pagaruyuang, dalam Menelusuri Sejarah Minangkabau.

Ulakkarang Padang: Yayasan Citra Budaya Indonesia dengan LKAAM Sumatera Barat.

Niode, S.A. (2007). Gorontalo (Perubahan Nilai-Nilai Budaya dan Pranata Sosial). Jakarta:

Pustaka Indonesia Press

Parsons, Talcott. (1970). Social Structure and Personality. New York: The Free Press.

Radclifjce, Peter. (1991). Etnicity, Socio-Cultural Change and Housing Needs. Vol. 19, 2:pp.

-143. https://doi.org/10.1177/77/073945X9901900203.

Rahmadani B. (2013). Perbedaan Fonetik Bahasa Minangkabau Di Kenagarian Sinuruik dan

Kenagarian Kajai Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat. Program Studi

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. FBS. Universitas Negeri Padang.

Setiadi, Elly & Kolip, Usman. (2011). Pengantar Sosiologi Pemahaman Fakta dan Gejala

Pemecahan. Jakarta: Kencana

Soekanto, Soerjono. (2009). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pres _______________ (2007). Sosiologi Suatu pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Soeparno. (1993). Dasar-Dasar Linguistik. Yogyakarta: Mitra Gama Widya.

Somad, Kemas Arsyad. (2003). Mengenal Adat Jambi dalam Perpektif Modern. Jambi: Dinas

Pendidikan Propinsi Jambi.

Suhardi, B dan B Cornelius Sembiring. (2005). “Aspek Sosial Bahasa”, dalam Kushartanti,

Yuwono, Untung, Lauder, Multamia RMT. Pesona Bahasa Langkah Awal Memahami Linguistik. Jakarta: PT.




DOI: https://doi.org/10.17509/sosietas.v10i2.30105

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 SOSIETAS

Creative Commons License

This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License