Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Keagamaan: Relasi Kuasa Kyai Terhadap Santri Perempuan di Pesantren

Bz. Fitri Pebriaisyah, Wilodati Wilodati, Siti Komariah

Abstract


Paper ini membahas mengenai praktik kekerasan seksual yang dilakukan oleh pemuka agama (kyai) terhadap santri perempuan
di pesantren.Dengan metode penelitian literatur review, peneliti membedah bagaimana pola yang seringkali dilakukan oleh kyai dalam melakukan kekerasan seksual, bagaimana dampak, serta bagaimana upaya preventif yang dapat dilakukan. Hasil dari penelitian ini terdapat dua pola secara umum yang digunakan oleh kyai sebagai alat untuk melakukan kekerasan seksual di pesantren. Yang pertama,adanya budaya patriarki yang abadi dan telah terlembagakan di lingkungan pesantren. Yang kedua, adanya relasi kuasa yang timpang antara kyai dengan santri. Adapun dampak yang dialami ialah menderita secara fisik, psikis, teologis, dan secara sosiologis. Oleh karena itu, diperlukan program pengarusutamaan gender (gender mainstreaming) untuk mewujudkan pesantren yang peka dan responsif gender melalui pendidikan seksual yang diintegrasikan ke dalam kurikulum pesantren yang menekankan pada kesadaran terhadap isu gender serta meningkatkan sikap awareness bagi santri sebagai upaya preventif terjadinya kekerasan seksual di pesantren.


Full Text:

PDF

References


Abbott, B., & Bordens, K. (2011). Research design and methods: A Process Approach. 8 Ed. New York: McGraw-Hill Companies, Inc.

Abdi, A. P. (2021). Catatan KPAI: Kekerasan Seksual Banyak Terjadi di Sekolah Kemenag. Diambil kembali dari tirto.id: https://tirto.id/catatan-kpai-kekerasan-seksual-banyak-terjadi-di-sekolah-kemenag-gmMx

Abdullah, I. (2006). Sangkan Paran Gender. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Adji. (2009). Konstruksi Relasi Laki-laki dan Perempuan dalam Sistem Patriarki (Kajian terhadap Karya Djenar Maesa Ayu dengan Pendekatan Feminisme). Bandung: Universitas Padjajaran (Tidak Diterbitkan).

Ayuningtyas, K. (2021). Saatnya Ubah Konsep Kepatuhan ke Pendidikan Berpikir Kritis di Sekolah Agama. Diambil kembali dari https://www.dw.com/id/pentingnya-pendidikan-berpikir-kritis-di-sekolah-agama/a-60123542

Beauvoir, S. d. (2020). Second Sex: Fakta dan Mitos. Yogyakarta: Narasi.

Beauvoir, S. d. (2020). Second Sex: Kehidupan Perempuan. Yogyakarta: Narasi.

Bruinessen, M. V. (1994). NU Tradisi Relasi-Relasi Kuasa Pencarian Wacana Baru. Yogyakarta: LKIS.

Cempaka, M. (2021). Guru Pesantren di Bandung Perkosa Santriwati, Anak Korban yang Lahir Dipakai Cari Donasi. Diambil kembali dari vice.com: https://www.vice.com/id/article/v7dv33/guru-pesantren-di-bandung-herry-wirawan-perkosa-13-santriwati-bayi-korban-dipakai-cari-sumbangan

Darwin, & Tukiran. (2001). Menggugat Patriarki. Yogyakarta: Ford Foundation kerjasama dengan Pusat Penelitian Kependudukan UGM.

Denney, A. S., & Tewksbury, R. (2013). How to write a literature review. Journal of criminal justice education, 218-234.

Dewantoro, M. (2020). Relasi Kuasa Kiai terhadap Santri di Pondok Pesantren Qomaruddin Sampurnan Bungah Gresik. Surabaya: Universitas Airlangga. Skripsi. Tidak Diterbitkan.

Dhofier, Z. (1982). Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES.

Dressing, Dölling, Hermann, Kruse, Schmitt, Bannenberg, . . . Salize. (2021). Child sexual abuse by catholic priests, deacons, and male members of religious orders in the authority of the German bishops’ conference 1946–2014. Sexual Abuse, 274-294.

Fabriar, S. R. (2012). Potret Perempuan dalam Pesantren (Analisis Semiotika Film Perempuan Berkalung Sorban). Semarang: Tesis IAIN Walisongo.

Fakih, M. (2020). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: INSISTPress.

Fauziyah, S., & Rohman, M. (2012). Pendidikan Seks dalam Tradisi Lembaga Pendidikan Islam Tradisional (telaah di Pesantren Salafi Bani Syafi'i Cilegon Banten). EL-HIKAM: Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislaman, Volume V, Nomor 1.

Floretta, J. (2021). Pendidikan Seks Komprehensif Jadi Solusi Kekerasan pada Remaja. Retrieved from magdalene.co: https://magdalene.co/story/pendidikan-seks-komprehensif-jadi-solusi-kekerasan-pada-remaja

Fogler, Shipherd, Rowe, Jensen, & Clarke. (2008). A theoretical foundation for understanding clergy perpetrated sexual abuse. Journal of Child Sexual Abuse, 301-328.

Hajar, I. (2009). Kiai ditengah Pusaran Politik Antara Petaka dan Kuasa. Yogyakarta: Ircisode.

Hakim, A. N. (2020). Mainstreaming Relasi Gender di Pondok Pesantren Miftahul Huda Desa Cibeunying Kecamatan Majenang. Skripsi. Tidak diterbitkan.

Hastanto, I. (2021). KPAI: Kekerasan Seksual pada Murid Indonesia Mayoritas Terjadi di Sekolah Agama. Diambil kembali dari vice.com: https://www.vice.com/id/article/bvnjwa/data-kpai-2021-kekerasan-seksual-pada-murid-indonesia-mayoritas-terjadi-di-sekolah-berbasis-agama

Hasyim, M. A. (2003). Menggagas Pesantren Masa Depan: Geliat Suara Santri untuk Indonesia Baru. Yogyakarta: Qirtas.

Hurcombe, Darling, Mooney, Ablett, Soares, King, & Brahler. (2019). Truth Project Thematic Report: Child sexual abuse in the context of religious institutions. Independent Inquiry Child Sexual Abuse.

Jonesy. (2021). Benarkah Pendidikan Seksual Hanya Bicara Soal Seks. Retrieved from magdalene.co: https://magdalene.co/story/pendidikan-seksual-remaja

Katzenstein, & Fontes. (2017). Twice Silenced: The Underreporting of Child Sexual Abuse in Orthodox Jewish Communities. Journal of Child Sexual Abuse, 752-767.

Kent, S., & Raine, S. (2020). Researchers reveal patterns of sexual abuse in religious settings. University of Alberta.

Lebacqz, & Barton. (1991). Sex in the Parish. Westminster John Knox Press.

Lubis, A. Y. (2014). Teori dan Metodologi: Ilmu Pengetahuan Sosial Budaya Kontemporer. Jakarta: Rajawali Pers.

Marhumah. (2009). Gender dalam Lingkungan Sosial Pesantren: Studi tentang Peran Kyai dan Nyai dalam Sosialisasi Gender di Pesantren Al-Munawir dan Pesantren Ali Maksum Krapyak Yogyakarta. . Disertasi. Tidak diterbitkan.

Ma'rufah, U. (2020). Diambil kembali dari magdalene.co: https://magdalene.co/story/menertawakan-kesucian

Melati, N. K. (2019). Membicarakan Feminisme. Yogyakarta: Buku Mojok Group.

Melati, N. K. (2020). Membicarakan Feminisme. Yogyakarta: EA Books.

Mufidah. (2010). Gender di Pesantren Salaf Why Not? Menelusuri Jejak Konstruksi Sosial Pengarusutamaan Gender di Kalangan Elit Santri. Malang: UIN Maliki Press.

Mukti, A. (2016). Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini Perspektif Islam. Jurnal Harkat: Media Komunikasi Gender, 12 (2).

Nurismawan, A. S., & Fahruni, F. E. (2022). Menggagas Pesantren Peka Gender. Jurnal Masyarakat & Budaya Badan Riset dan Inovasi Nasional, 33.

Nursalam. (2016). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis. Ed.4. Jakarta: Salemba Medika.

Oakley, & Kinmond. (2013). Breaking the silence on spiritual abuse. London: Palgrave Macmillan.

Okoli, C., & Schabram, K. (2010). A Guide to Conducting a Systematic Literature Review of Information System Research. Sprouts: Working Papers on Information Systems.

Partini. (2013). Bias Gender dalam Birokrasi. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Prasela, & Pavitasari. (2014). Teorisasi Patriarki. Yogyakarta: Jalasutra.

Rahmanara, Belinda, Nicholas, & Farooq. (2021). “I Thought in Order to Get to God I had to Win their Approval”: A Qualitative Analysis of the Experiences of Muslim Victims Abused by Religious Authority Figures. Journal of Sexual Aggression.

Rashid, & Barron. (2019). Why the focus of clerical child sexual abuse has largely remained on the Catholic church amongst other non-Catholic Christian denominations and religions. Journal of Child Sexual Abuse, 564-585.

Rizky, P. A. (2021). Diambil kembali dari magdalene.co: https://magdalene.co/story/kekerasan-seksual-di-pesantren

Rodger, Hurcombe, Redmond, & George. (2020). “People don’t talk about it”: Child Sexual Abuse in Ethnic Minority Communities. Independent Inquiry Child Sexual Abuse.

Rohmah, A. (2016). Gender Mainstreaming Dalam Kebijakan Pendidikan Islam Tahun 2010-2014. Jurnal Studi Keislaman, 67.

Rosa, M. C. (2021). Komnas Perempuan Sebut Pesantren Urutan kedua dengan Aduan Kasus Kekerasan Seksual Tertinggi. Diambil kembali dari Kompas.com: https://www.kompas.com/wiken/read/2021/12/11/162000881/komnas-perempuan-sebut-pesantren-urutan-kedua-dengan-aduan-kasus-kekerasan#:~:text=“Data%20kasus%20kekerasan%20seksual%20di,10%2F12%2F2021).

Sa'dan, M. (2018). Pengarusutamaan Gender dalam Pendidikan Pesantren: Kajian Feminisme Islam. Jurnal Harkat: Media Komunikasi Gender, 14 (2) 97-109. Dipetik January 5, 2022, dari Magdalene.co: https://magdalene.co/story/kekerasan-seksual-di-kandang-kiai-lima-alternatif-solusi

Safira, D. (2019). Membunuh Hantu-Hantu Patriarki. Yogyakarta: Jalan Baru Publisher.

Saptoyo, R. D. (2021). Kompas.com/Tren. Retrieved from Kompas.com: https://www.kompas.com/tren/read/2021/07/23/204500965/catatan-hari-anak-nasional-ada-5.463-anak-alami-kekerasan-pada-2021

Sawrikar, & Katz. (2017). Barriers to disclosing child sexual abuse (CSA) in ethnic minority communities: A review of the literature and implications for practice in Australia. Children and Youth Services Review, 302-315.

Setiawan, E. (2012). Eksistensi Budaya Patron Klien dalam Pesantren: Studi Hubungan antara Kiai dan Santri. Ulul Albab. Volume 13, No, 2 Tahun 2012.

Sumaryati. (2018). Keadilan Gender dalam Pendidikan Islam di Pondok Pesantren. Tarbawiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan.

Tamim, I. F. (2022). Memetakan Celah Kekerasan Seksual di Pesantren. Retrieved from detikNews.com: https://news.detik.com/kolom/d-5891565/memetakan-celah-kekerasan-seksual-di-pesantren

Wiguna, B. A. (2020, August 28). Mengungkap Relasi Kuasa dalam Kasus Kekerasan Seksual di Institusi Keagamaan. Dipetik 18 December, 2020, dari balairungpress.com: https://www.balairungpress.com/2020/08/mengungkap-relasi-kuasa-dalam-kasus-kekerasan-seksual-di-institusi-keagamaan/

Wolfe, Francis, & Straatman. (2006). .Child Abuse in Religiously-Affiliated Institutions: Long-Term Impact on Men’s Mental Health. Child Abuse & Neglect , 205-212.

Yohania, W. (2014). Studi Fenomenologi Dampak Psikologis Korban Kekerasan Seksual pada Santriwati Pondok Pesantren X. Skripsi (Tidak diterbitkan).




DOI: https://doi.org/10.17509/sosietas.v12i1.48063

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 SOSIETAS

Creative Commons License

This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License