Tunduk dalam Tradisi: Relasi Gender dan Patriarki dalam Praktik Merariq Kodek di Komunitas Sasak

Risma Ade Aryati, Nursaptini Nursaptini, Agung Firmansyah, Maya Sulastri Ningsih

Abstract


Penelitian ini mengkaji praktik merariq kodeq sebagai bentuk pernikahan anak dalam masyarakat Sasak di Kecamatan Kopang, Lombok Tengah. Tradisi selarian—membawa lari perempuan tanpa izin keluarga—dianggap sebagai simbol keberanian laki-laki, namun menempatkan perempuan dalam posisi pasif dan tidak berdaya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori patriarki Sylvia Walby dan konstruksi sosial Peter Berger, studi ini menemukan bahwa perempuan yang menikah di usia dini mengalami subordinasi dalam aspek pendidikan, ekonomi, dan pengambilan keputusan. Nilai-nilai budaya dan norma adat membentuk pemahaman perempuan bahwa ketundukan adalah bagian dari takdir hidup mereka. Praktik ini juga memperlihatkan bagaimana maskulinitas direproduksi melalui legitimasi budaya, dengan laki-laki mendapat pengakuan sosial dari keberhasilan selarian. Dalam rumah tangga, ketimpangan gender berlanjut dalam bentuk dominasi suami dan beban domestik sepihak pada istri. Penelitian ini menyoroti bahwa merariq kodeq merupakan instrumen patriarki yang dilembagakan melalui simbol budaya dan tekanan sosial. Oleh karena itu, penghapusan praktik ini membutuhkan pendekatan interseksi antara hukum, pendidikan, dan transformasi nilai-nilai lokal. Kajian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam pembongkaran struktur patriarki yang mengakar serta mendorong kebijakan perlindungan anak dan kesetaraan gender di wilayah adat


Keywords


Relasi gender; Patriarki; Merariq Kodeq; Komunitas Sasak; Tradisi

Full Text:

PDF

References


(OHCHR), O. of the H. C. for H. R. (2023). Child and forced marriage, including in humanitarian settings. https://www.ohchr.org/en/women/child-and-forced-marriage-including-

humanitarian-settings

AWID, G. N. B. &. (2024). Feminist movements, power and the fight to end child marriage: Reflections from AWID 2024. https://Www.Girlsnotbrides.Org/Articles/Feminist-Movements-Power-

and-the-Fight-to-End-Child-Marriage-Reflections-from-Awid-2024/.

Brides, U. R. & G. N. (2024). Partnering with women-led organizations to address child marriage in South Asia. Girls Not Brides.

Children, S. the. (2024). Global Girlhood Report 2024: Fragile futures. Save the Children.

Demetriou, D. Z. (2001). Connell’s Concept of Hegemonic Masculinity: A Critique. Kluwer Publisher.

DPPPA NTB. (2023). Laporan tahunan perlindungan perempuan dan anak Provinsi NTB tahun 2022–2023.

Girls Not Brides, U. & U. (2024). Child marriage in conflict and crisis-affected settings: Evidence and practice.

Guardian, T. (n.d.). A teenage bride wed for a record price: the ‘marriage competition’ that divided a nation. https://www.theguardian.com/global-development/2024/sep/27/south-sudan-juba-dinka-child-marriage-athiak-dau-riak-customs-brideprice

Ilmalia, R. (2021). Selarian sebagai alat legitimasi pernikahan anak: Studi kasus komunitas Sasak. Jurnal Studi Gender Dan Budaya, 6(1), 33–48.

Janjua, M. M., & Kamal, A. (2024). Understanding the Role of Patriarchy in Perpetuating Child Marriages in Pakistan: A Qualitative Exploration. Journal of Development and Social Sciences, 5(4), 117–131.

Kamal, 1Maria Muzaffar Janjua* and 2 Professor Dr. Anila. (2024). Understanding the Role of Patriarchy in Perpetuating Child Marriages in Pakistan: A Qualitative Exploration. Journal of Development and Social Sciences, 5(4).

Kaufman, A. S. (1994). Intelligent testing with the WISC-III. John Wiley & Sons.

Khan, M. N., Md, S. J. K., Khan, M. A., & Billah, S. A. M. A. (2024). Exploring the impact of perceived early marriage on women’s education and employment in Bangladesh through a mixed methods study. Nature.

Kidman, R., Etienne Breton, Mwera, J., Zulu, A., & Behrman, J. (2024). Drivers of child marriages for girls: A prospective study in a low-income African setting. Global Public Health An International Journal for Research, Policy and Practice, 19.

Kopang, K. U. A. (KUA) K. (2022). Data dispensasi nikah usia anak tahun 2022.

Messner, M. A. (1997). Politics of masculinities: Men in movements. Sage Publications, Inc.

Now, E. (2024). How African governments can lead the way on ending child marriage. https://equalitynow.org/news_and_insights/how-african-governments-can-lead-the-way-on-ending-child-marriage/?utm_source=chatgpt.com

P, S. (2023). How dowries are fuelling a femicide epidemic. The New Yorker. https://www.newyorker.com/magazine/2023/06/19/how-dowries-are-fuelling-a-femicide-epidemic

Said, M., Nurjanah, R., & Hidayat, S. (2019). Kekerasan dalam rumah tangga dalam pernikahan usia dini: Tinjauan sosiologis di komunitas adat. Jurnal Penelitian Sosial, 14(3), 207–220.

Suryawati. (2021). Patriarki dalam budaya merariq di Desa Ubung: Analisis posisi perempuan dalam struktur sosial adat. Jurnal Sosiologi Reflektif, 15(2), 145–160.

Walby, S. (1990). Theorising Patriarchy. .J Press.




DOI: https://doi.org/10.17509/sosietas.v15i1.83880

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License

This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License