Integrasi Metode Geomagnetik dan Fault Fracture Density (FFD) untuk Interpertasi Bawah Permukaan Daerah Manifestasi Panas Bumi Dondang, Kutai Kartanegara
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan kondisi geologi bawah permukaan serta mengidentifikasi pola kelurusan struktur geologi pada kawasan manifestasi panas bumi Permandian Air Panas Mahkota Dondang, Kutai Kartanegara. Pendekatan yang digunakan mencakup metode geomagnetik dan Fault Fracture Density (FFD). Akuisisi data geomagnetik dilakukan untuk memperoleh intensitas medan magnet, yang kemudian diproses melalui koreksi harian, koreksi IGRF, kontinuasi ke atas, reduksi ke kutub, serta analisis turunan pertama horizontal (FHD) dan turunan vertikal kedua (SVD). Hasil pemrosesan digunakan untuk membangun penampang model 2D. Sementara itu, analisis FFD dilakukan dengan memanfaatkan citra DEMNAS melalui tahapan hillshade, multishade (azimuth 35°, 135°, 225°, 315°), ekstraksi kelurusan, dan analisis kerapatan garis. Interpretasi model 2D pada lintasan A–B menunjukkan keberadaan litologi aluvium (suseptibilitas 0,01257 SI), batu lempung (2,18655 SI), dan batu pasir kuarsa (0,10053 SI) pada kedalaman 0–200 meter. Korelasi dengan hasil FHD dan SVD mengindikasikan keberadaan sesar turun. Kerapatan kelurusan struktur geologi di sekitar manifestasi tergolong rendah hingga sedang (1000–2600 m/km²), sementara zona densitas tinggi berada relatif dekat dengan area manifestasi dan berkaitan dengan struktur regional. Hasil ini mengindikasikan bahwa fluida termal berasal dari pengaruh sesar pada lingkungan sedimen bawah permukaan dan menjalar ke permukaan melalui bidang lemah geologi.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Sehah, S., Raharjo, S. A., & Priyadi, P. (2016). Transformasi pseudogravitasi data anomali magnetik untuk melokalisir sumber rembesan minyak di daerah Cipari Kabupaten Cilacap. Wahana Fisika, 1(2), 99-110.
Supriatna, S., Sukardi, R., & Rustandi, E. (1995). Peta geologi lembar Samarinda, Kalimantan. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.
Putri, V. N. T. (2016). Parameter menggunakan metode spatial multi criteria analysis (SMCA) parameter menggunakan metode spatial multi criteria.
Sumotarto, U. (2015). Eksplorasi panas bumi. Yogyakarta: Ombak (Anggota IKAPI).
Suharno. (2013). Eksplorasi geothermal. Lampung: Lembaga Penelitian Universitas Lampung.
Lund, J. (2007). Development and utilization of geothermal resources. In Proceedings of ISES World Congress (Vol. I–V, pp. 87–95). doi:10.1007/978-3-540-75997-3
Hinze, W., VonFrese, R., & Saad, A. (2013). Gravity and magnetic exploration: Principles, practices, and applications. New York: Cambridge University Press.
Telford, W. M., Geldart, L. P., & Sheriff, R. E. (1990). Applied geophysics. New York: Cambridge University Press.
Rafferty, J. P. (2012). Geologi: Landforms, minerals, rocks (1st ed.). New York: Britannica Educational Publishing.
Febriani, R. (2023). Identifikasi patahan di daerah Bakauheni berdasarkan analisis fault fracture density dan pemodelan metode gayaberat. Universitas Lampung.
Al Ghiffari, R. F. (2021). Identifikasi struktur bawah permukaan daerah Palu menggunakan metode first horizontal derivative (FHD) dan fault fracture density (FFD) dengan data gayaberat. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Hartini, T. (2024). Interpretasi gradient horizontal dan second derivative serta pemodelan 2,5D anomali geomagnetik di area hot spring Natar, Lampung.
Hutauruk, A. S. Y., Saputra, R. E., & Zawaki, Z. (2023). Identifikasi potensi jalur keluar geotermal dengan metode fault fracture density (FFD) dan gravitasi pada mata air panas daerah Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Wibowo, S. H. H., & Wibowo, H. H. (2010). Application of fault and fracture density (FFD) method for geothermal exploration in non-volcanic geothermal system: A case study in Sulawesi, Indonesia.
Ardi, N. D., Iryanti, M., Asmoro, C. P., Nurhayati, N., & Agustine, E. (2018, April). Mapping landslide potential area using fault fracture density analysis on unmanned aerial vehicle (UAV) image. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 145, No. 1, p. 012010). IOP Publishing.
DOI: https://doi.org/10.17509/wafi.v10i1.81236
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Wahana Fisika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Wahana Fisika e-ISSN : 2549-1989 (SK no. 0005.25491989/JI.3.1/SK.ISSN/2017.02 ) published by Physics Program , Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr.Setiabudhi 229 Bandung. The journal is indexed by DOAJ (Directory of Open Access Journal) SINTA and Google Scholar. Contact: Here
Lisensi : Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





