KALIMAT PENGANDAIAN BAHASA JEPANG: KAJIAN SINTAKTIS DAN SEMANTIS

Dedi Sutedi, Susi Widianti

Abstract


Abstrak

 

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan bentuk-bentuk pengandaian dalam BJ dari segi sintaktis dan semantis yang dipusatkan pada anak kalimat (S1) dan induk kalimatnya (S2). Hasil analisa data diketahui bahwa keempat bentuk penganadaian BJ digunakan dalam variasi konstruksi yang sama, yaitu: (a) S1-KàS2-K; (b) S1-PàS2-K, (c) S1-KàS2-P, dan S1-PàS2-K. Persaman dan perbedaan lainnya adalah (1) V-TO dan V-BA digunakan untuk menyatakan pengandaian biasa; (2) V-TARA dan V-BA bisa diikuti oleh S2 yang menyatakan kejadian di masa lampau; (3) V-NARA dapat menyatakan bahwa S1 dan S2 terjadi secara bersamaan; (4) V-TARA, V-BA, dan V-TO menyatakan urutan kejadain S1 yang disusul oleh S2 (S1àS2); (5) V-TO menyatakan urutan S1àS2 tanpa ada jeda waktu atau perantara; (6) V-TARA dapat digunakan untuk menyatakan bahwa S1 benar-benar telah terwujud; (7) V-TO tidak bisa diikuti S2 yang menyatakan perintah, permohonan, ajakan, maksud, keinginan, larangan, dan saran; dan (8) semua bentuk tersebut bisa diikuti S2 yang menyatakan kemungkinan, dugaan, atau pendapat peribadi penutur.

Kata kunci: kalimat pengandaian, bentuk V-BA, bentuk V-TO, bentuk V-TARA, bentuk V-NARA

 

Abstract

 

This study tried to describe the similarities and the differences of Japanese conditional patterns from the perspectives of syntax and semantics. The results reveal that the four Japanese conditional patterns are used in similar variations and constructions, namely (a) S1-KàS2-K; (b) S1-PàS2-K, (c) S1-KàS2-P, and S1-PàS2-K. Other equations and differences expose several facts. (1) The patterns of V-TO and V-BA are used to declare a general conditional. (2) The patterns of V-TARA and V-BA can be followed by an S2 that states events in the past. (3) The pattern of V-NARA can express S1 and S2 events that occur simultaneously. (4) The patterns of V-TARA, V-BA, and V-TO state the order of events of S1 and S2 (S1àS2). (5) The pattern of V-TO declares a sequence of activities S1àS2 without any lag time. (6) The pattern of V-TARA can be used to declare an S1 that has actually happened. (7) The pattern of V-TO cannot be followed by S2 that state imperatives, requests, invitations, intention, desire, prohibition, and advice. (8) all four conditionals can be followed by S2 that states the possibility, prediction, or personal opinion of speakers.

Keywords: Conditional Sentence, V-BA form, V-TO form, V-TARA form, V-NARA form


Keywords


Conditional Sentence, V-BA form; V-TO form; V-TARA form; V-NARA form

Full Text:

PDF

References


Hasegawa, N. (1999). Seisei Nihongogaku Nyuumon. Tokyo: Taishuukan Shoten.

Hasunuma, A., Arita, S., & Maeda, N. (2011). Nihongo Bunpo Serufu Masutaa Shiriizu 7: Jouken Hyougen. Tokyo: Kuroshio Shuppan.

Higashinakagawa, K., & Shinoome, Y. (2003). Hitori de Manaberu Nihongo Bunpou. Tokyo: Bonjinsha.

Iori, I. (2005). Atarashii Nihongogaku Nyuumon. Tokyo: Suriie Nettowaaku.

Kobayahi, K. (1991). ’Jouken Hyougen no rekishi’ dalam Kouzo Nihongo to Nihongo Kyouiko 10: Nihongo rekishi. Tokyo: Meiji Shouin.

Kuno, S. (1973).Nihongo Bunpou kenkyuu. Tokyo: taishukan Shoten.

Masuoka, T. (ed).(2002). Nihongo Jouken Hyougen. Tokyo: Kuroshio Shuppan.

Masuoka, T. (1997). Shin Nihongo Bunpou Ensho 2: Fukubun. Tokyo: Kuroshio Shuppan.

Masuoka, T. (2000). Nihongo Bunpou mo Shosou. Tokyo: Kuroshio Shuppan

Matsuoka, Hiroshi. (ed). 2000. Nihongo Bunpou Handobukku. Tokyo: Suriiee Nettowaaku.

Morita, Y. (1988). ‘Jouken no Iikata’, dalam: Nihongo no Ruigi Hyougen. Tokyo: Soutakusha.

Myajima, T., Nita, Y. (ed).(1995). Nihongo Ruigi Hyougen no Bunpou (ge). Tokyo: Kuroshio Shuppan.

Nitta, Y. (2001) Gendai Nihongo Bunpou 6: Fakubun. Tokyo: Kuroshio.

Sudaryanto. (1993). Metode dan teknik analisa bahasa: pengantar penelitian wahaan kebudayaan secara linguistis. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Shibatani, M., Kageyama, T., & Tamori, I. (2000). Gengo no Kouzou: Rinron to Bunseki. Tokyo: Kuroshio Shuppan.

Sutedi, D. (2009). Penelitian pendidikan bahasa Jepang. Bandung: Humaniora Utama Press.

Takahashi, T. (2005). Nihongo no Bunpou. Tokyo: Hitsuji Shobou.

Yoshikawa, T. (1989). Nihongo Bunpou Nyuumon. Tokyo: ALC.




DOI: https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v16i1.3059

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Dedi Sutedi, Susi Widianti



                 p-ISSN                                 e-ISSN

Lisensi Creative Commons

JPBS is published by:

Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (Faculty of Language and Literature Education), Universitas Pendidikan Indonesia,

with

TEFLIN, and APPBIPA

View My Stats