Puzzle sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Seni Tari di Sekolah Dasar

Rosarina Giyartini

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk melahirkan konsep pembelajaran seni tari di Sekolah Dasar (SD) menggunakan media puzzle. Puzzle dipilih karena merupakan mainan edukatif yang harganya relatif terjangkau, dan penggunaannya dapat disesuaikan dengan dengan tingkat  perkembangan anak. Konsep pembelajaran ini diperlukan terutama oleh guru yang tidak memiliki bekal keilmuan pendidikan seni tari namun harus mengajar seni tari di SD. Untuk mencapai tujuan tersebut, objek material yang ditelaah adalah esensi pembelajaran tari di SD dan puzzle. Adapun objek formalnya adalah deskriptif korelasional, yakni pendekatan yang berupaya memaparkan fenomena dari objek material  yang dikaji serta keterkaitan antara objek-objek material tersebut. Hasil penelitian ini berupa konsep penggunaan puzzle seni tari pada pembelajaran seni tari di SD. Adapun kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah konsep yang dikonstruksi dari penelitian ini dapat diaplikasikan pada pembelajaran tari di SD. Salah satu implikasi dari hasil riset ini adalah guru yang tidak memiliki dasar keilmuan pendidikan tari dapat mengajar tari di SD secara proporsional.


Keywords


puzzle, pembelajaran, seni tari.

Full Text:

PDF

References


Abdullah. Ma’ruf 2015. Metodologi penelitian kuantitatif. Yogyakarta: Aswaja Pressindo

Amien, A. Mappadjantji. (2005). Kemandirian Lokal, Konsepsi Pembangunan, Organisasi, dan Pendidikan dari perspektif Sains Baru. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Creswell, J. W. 1998. Qualitatif Inquiry and Research Design. Sage Publications, Inc: California

Elan, Dindin Abdul Muiz L, Feranis. (2017). Penggunaan Media Puzzle untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri. Jurnal PAUD Agapedia, 1 (1), hlm. 66-75

Ermaita, Pargito, Pujiati. (2016). Penggunaan media pembelajaran crossword puzzle untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa. Jurnal Studi Sosial, 4 (1), hlm. 81-89

Guilford, J. P. (1967). The Nature Of Human Intelligence. New York: Mc Graw-Hill.

Hastuti, Widya. (2017). Pengaruh media puzzle terhadap hasil pembelajaran IPA konsep daur hidup pada makhluk hidup murid kelas IV SDN nomor 25 Panaikang Kecamatan Bisappu Kabupaten Bantaeng. Jurnal Pena, 4 (1), hlm. 679-687.

Giyartini, Rosarina. (2008). Tari Kreatif: Konsep pembeajarannya di sekolah dasar (dari anak, oleh anak, dn untuk anak). Dalam Narawati, T, Rita Milyartini, dan Zakarias, S. Soeteja (Penyunting), Pendidikan seni dan perubahan sosial budaya (hlm. 15-28). Bandung: Prodi Seni Sekolah Pascasarjana UPI.

Kaufman C. J. & Sternberg .J. R. (2006). The international handbook of creativity. New York: Cambridge University Press.

Maslukhah, Khusnul (2013). Penggunaan Media Puzzle Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Pada Siswa Kelas V SDN Klantingsari I Tarik Sidoarjo. JPGSD, 01 (02), hlm 1-8

Masunah, Juju & Tati Narawati. (2003). Seni dan Pendidikan Seni, Sebuah Bunga Rampai. Bandung: P4ST UPI

Munandar, U. (2009). Pengembangan kreativitas anak berbakat edisi ke-3. Jakarta: Rineka Cipta.

Munawaroh, Hidayatu. (2017). Implementasi pembelajaran tari dalam mengembangkan aspek perkembangan anak usia dini. Golden Age Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 2 (2), hlm. 25-34.

Nielsen, Dianne Miller. (2008). Mengelola kelas untuk guru TK. Jakarta: P.T. Indeks.

Permanasari, Alis Triena , Dwi Junianti Lestari, dan Fuja Siti Fujiawati. (2018). Penerapan pembelajaran tari untuk anak usia dini dalam mengembangkan kreativitas mahasiswa Jurusan Pendidikan Sendratasik Untirta. Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni, 3 (2), hlm. 135-148

Permanasari, Alis Triena. (2016). Penerapan pembelajaran tari kreatif dalam mengembangkan kemampuan dasar anak usia taman kanak-kanak. Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni, 1 (2), hlm. 107-124

Permana, D. F. W. (2013). Perkembangan Keseimbangan pada Anak Usia 7 s / d 12 Tahun Ditinjau dari Jenis Kelamin. Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia, 3 (1), 25–29.

Permata, Rista Dwi. (2020). Pengaruh permainan puzzle terhadap kemampuan pemecahan masalah anak usia 4-5 tahun. Jurnal Pinus: Jurnal Penelitian dan Inovasi Pembelajaran, 5 (2), hlm. 1-10

Resiyati. (2010). Upaya meningkatkan kemampuan membaca peta lingkungan setempat dengan media puzzle peta pada siswa kelas IV SD Negeri 02 Petarukan Pemalang (Online). Diakses dari http://eprints.uns.ac.id/8627/

Soebachman, Agustina. (2012). Permainan Asyik bikin anak pintar. Yogyakarta: IN Azna Books.

Sudjana, Nana dan Ibrahim. (2004). Penelitian dan Penilaian Pendidikan Bandung: Sinar Baru Algesindo

Supriadi, D. (2001). Kreativitas, kebudayaan & perkembangan iptek. Bandung: Alfabeta.

Streit, Aprilia Kartini. (2012). Analisa Permainan Edukatif Berbentuk Puzzle dalam Bentuk Ilustrasi Tarian Indonesia. Jurnal Ruparupa: Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Bunda Mulia, 1 (1), hlm. 20-30

Tom O’D. and Keith P. Ed. (2003). Qualitative educational research in action: doing and reflecting London: Routledge

Yuliani, Rani. (2008). Permainan yang mencerdaskan anak. Jakarta: Laskar Aksara.




DOI: https://doi.org/10.17509/ijpe.v4i2.29376

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. 
©All rights reserved 2017. Indonesian Journal of Primary Education. ISSN: 2597-4866 (Online) dan 2599-2821 (Print).


Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya

Telepon (0265) 331860

Homepage http://pgsd-tasikmalaya.upi.edu/

Email pgsd_tasik@upi.edu