Perbandingan Kurikulum 2013 Indonesia dengan Kurikulum Australia dengan Fokus pada Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Penerapan kurikulum baru untuk sekolah Indonesia diharapkan akan menghasilkan perubahan pada masyarakat Indonesia begitu juga pada pengetahuan para peserta didik. Kurikulum baru ini yang bernama Kurikulum 2013 mengacu kepada dua jenjang kompetensi-kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Kompetensi Inti diterapkan untuk setiap kelas dan setiap mata pelajaran, serta meliputi kompetensi sikap spiritual, kompetensi sikap sosial, kompetensi pengetahuan, kompetensi keterampilan dan penerapan pengetahuan. Kurikulum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) diperkenalkan sebagai integrative science, dan pendekatan antar-kurikulum ditujukan untuk beberapa kompetensi dasar dengan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibanding kompetensi dasar lain. Pendekatan itu dianggap sebagai titik lemah para siswa sekolah di Indonesia terutama pada ujian berskala internasional seperti PISA dan TIMSS. Ketika disandingkan dengan Australian Curriculum, kurikulum IPA versi Australia memiliki beberapa persamaan dan perbedaan dengan muatan konten yang kurang lebih sama terutama dari segi gagasan pokok dan aspek keterampilan, namun perbedaannya terletak pada penilaian prestasi pada setiap jenjang kurikulum. Keberlanjutan adalah prioritas antar-kurikulum pada kedua kurikulum. Nampaknya sejak awal penerapan Kurikulum 2013 ini telah menuai kontroversi di Indonesia. Mendikbud yang baru mengizinkan sekolah menggunakan Kurikulum 2006 (KTSP) sebagai kurikulum lama selama Kurikulum 2013 diuji lebih lanjut.
Keywords
Kurikulum Indonesia 2013; Kurikulum Australia; Integrative Science; Kompetensi; Kurikulum Nasional.
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.17509/jpp.v19i2.19770
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2019 Jurnal Penelitian Pendidikan
DESAMAHJONG adalah platform resmi slot777 yang menghadirkan pilihan slot gacor dengan sistem keamanan kedaulatan informasi identitas terbaik. Kami menjamin kejujuran administratif dan transparansi sistem untuk memberikan pengalaman navigasi yang aman, cepat, dan terpercaya bagi setiap anggota di tahun 2026.

