Pemikiran A.H. Nasution Mengenai Nilai Kepemimpinan dalam Buku Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia

Faujian Esa Gumelar, Leli Yulifar, Agus Mulyana, Wawan Darmawan

Abstract


Penelitian ini menganalisis pemikiran A.H. Nasution mengenai nilai-nilai kepemimpinan sebagaimana didokumentasikan dalam karyanya yang monumental "Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia". Dengan memanfaatkan kerangka analisis konten Klaus Krippendorff yang mencakup dimensi tekstual, semantik, dan pragmatis, penelitian ini mengungkap bagaimana Nasution mengonstruksi konsep kepemimpinan melalui dokumentasi autentik tentang proses pengambilan keputusan strategis selama perjuangan kemerdekaan. Temuan menunjukkan bahwa paradigma kepemimpinan Nasution menekankan empat dimensi fundamental: kepemimpinan karismatik-transformatif yang menemukan legitimasi dari kinerja historis dan kepercayaan publik, kepemimpinan adaptif-pragmatis yang menyeimbangkan idealisme dengan realitas kontekstual, kepemimpinan strategis-integratif yang mampu mengkoordinasikan berbagai front secara simultan, dan kepemimpinan reflektif-kritis yang ditandai dengan kejujuran intelektual dalam mengakui keterbatasan dan belajar dari kesalahan. Penelitian ini berkontribusi pada teori pendidikan kepemimpinan dengan menyediakan model kepemimpinan asli Indonesia yang berakar pada pengalaman historis daripada kerangka Barat yang diimpor. Pemikiran Nasution tetap sangat relevan untuk pengembangan kepemimpinan kontemporer yang menekankan kecerdasan kontekstual, integritas moral, dan kapabilitas transformatif dalam situasi krisis.


Keywords


kepemimpinan, A.H. Nasution, kepemimpinan transformatif, pemikiran strategis, manajemen krisis

Full Text:

PDF

References


Aspinall, E. (2010). Democratization and ethnic conflict in Indonesia: The marginalisation of the Maluku islands. Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde, 166(4), 327-348.

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.

Battistoni, R. M. (1997). Service learning as civic education. New Directions for Adult and Continuing Education, 73, 27-34.

Bloom, B. S. (1956). Taxonomy of educational objectives: The classification of educational goals. Handbook I: Cognitive domain. London: Longmans, Green & Co Ltd.

Collingwood, R. G. (1994). The idea of history. Oxford: Oxford University Press.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed. New York: Herder and Herder.

Gottschalk, L. (2015). Mengerti sejarah. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Kartodirdjo, S. (1982). Pemikiran dan perkembangan historiografi Indonesia: Suatu alternatif. Jakarta: Gramedia.

Kartodirdjo, S. (1992). Pendekatan ilmu sosial dalam metodologi sejarah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Capaian pembelajaran sejarah fase F. Jakarta: Kemendikbud.

Krippendorff, K. (2004). Content analysis: An introduction to its methodology (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Kuntowijoyo. (2008). Penjelasan sejarah (Historical explanation). Yogyakarta: Tiara Wacana.

McVey, R. T. (2009). Intermediate perplexities: The life and death of modern Indonesia. Jakarta: Komunitas Bambu.

Mezirow, J. (1997). Transformative learning: Theory to practice. New Directions for Adult and Continuing Education, 74, 5-12.

Mietzner, M. (2012). Indonesia's democratic stagnation: Anti-reformist elites and resilient civil society. Democratization, 19(2), 209-229.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nasution, A. H. (1977). Sekitar perang kemerdekaan Indonesia (Jilid 1-11). Bandung: Angkasa.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. (2017).

Priyadi, S. (2015). Historiografi dan historiografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Purwanto, B. (2006). Gagalnya historiografi Indonesiasentris? Kajian kritis terhadap penulisan sejarah Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Ratmelia, R. (2018). Nilai moral dalam buku teks sejarah: Analisis konten dan implikasinya terhadap pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 8(2), 127-145.

Said, S. (1991). Genesis of power: General Sudirman and the Indonesian military in politics 1945-1949. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies.

Shulman, L. S., & Shulman, J. H. (2004). How and what teachers learn: A shifting perspective. Journal of Curriculum Studies, 36(2), 257-271.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sundhaussen, U. (1982). The road to power: Indonesian military politics 1945-1967. Kuala Lumpur: Oxford University Press.

Sulistyo, H. (2000). The forgotten years: The missing history of Indonesia's armed revolution 1945-1949. Unpublished Doctoral Dissertation, Universitas Leiden.

Tetlock, P. E. (2005). Expert political judgment: How good is it? How can we know? Princeton: Princeton University Press.

Widja, I. G. (2002). Pembelajaran sejarah yang mencerdaskan. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha.




DOI: https://doi.org/10.17509/jpp.v25i3.92056

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Authors

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.