Nilai Personal dalam Cerita Rakyat Tapin Legenda Balahindang

Diya Nadina, Fitri Julianda, Yushfi Shabrina Hidayati

Abstract


Setiap daerah memiliki cerita rakyat atau legenda yang tumbuh dan berkembang menjadi bagian dari ciri khas daerah tersebut. Beberapa kelompok masyarakat di daerah tertentu percaya bahwa cerita atau kisah dalam legenda benar-benar ada karena dianggap sebagai alasan di balik munculnya suatu objek, lokasi, area, atau fenomena alam di tempat tersebut. Legenda sebagai bagian dari sastra anak disajikan dengan sederhana agar anak dapat mencerna dan memahami isi cerita dengan mudah. Sastra anak memiliki nilai personal dan pendidikan. Legenda Balahindang berasal dari Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan nilai-nilai individu yang ditemukan dalam sastra anak-anak. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif yang dikombinasikan dengan pendekatan deskriptif. Naskah legenda Balahindang digunakan sebagai sumber data. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dengan referensi berupa artikel ilmiah. Teknik analisis data dilakukan dengan membaca, mencatat, dan menganalisis data sesuai fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legenda ini mengandung lima aspek nilai personal, yaitu perkembangan imajinasi, pertumbuhan rasa sosial, perkembangan intelektual, perkembangan emosional, serta rasa etis dan religius. Nilai tersebut tecermin melalui peristiwa perubahan tokoh manusia menjadi naga, hubungan sosial, pantang menyerah, pengelolaan emosi, serta pesan moral agar patuh dan hormat kepada orang tua. Dengan demikian, legenda ini memiliki peran edukatif dalam pembentukan karakter anak dan pelestarian sastra lisan dan budaya lokal Kalimantan Selatan.


Keywords


Anak, Balahindang, legenda, nilai, personal

Full Text:

PDF

References


Didipu, H. & Masie, S. R. (2020). Sastra Anak: Apresiasi, Kajian, dan Pembelajarannya. Gorontalo: Ideas Publishing.

Endraswara, S. (2018). Antropologi sastra lisan: perspektif, teori, dan praktik pengkajian. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Falah, A. M., & Aulia, N. J. (2025). Revitalisasi Seni Tradisi Sebagai Objek Pemajuan Kebudayaan di Desa Sukamaju, Rancakalong, Sumedang. Bookchapter ISBI Bandung.

Kembaren, M. M., Nasution, A. A., & Lubis, M. H. (2020). Cerita rakyat Melayu sumatra utara berupa mitos dan legenda dalam membentuk kearifan lokal masyarakat. Rumpun Jurnal Persuratan Melayu, 8(1), 1-12.

Krismawati, S. (2025). Karakterisasi Tokoh Sebagai Cermin Daya Bahasa dan Nilai Rasa Bahasa Dalam Dongeng Anak. Linguistik Edukasional: Telaah Masalah Pendidikan Bahasa.

Media Belajar Sejarah. (2013). Legenda Balahindang (Kisah terbentuknya Sungai Tapin – cerita rakyat Tapin). Diambil dari https://mediabelajarsejarah.wordpress.com/2013/06/05/legenda-balahindang-terbentuknya-sungai-tapin-cerita-rakyat-tapin/?utm_source=chatgpt.com

Muntazar, T., & Hajar, I. (2024). Analisis Nilai Didaktis Cerita Rakyat Di Aceh Besar, Indonesia. Jurnal Pendidikan Bumi Persada, 3(1), 14-21.

Nurkamila, D. A., Hermawan, S., & Alfianti, D. (2024). Manifestasi Nilai Pendidikan Karakter dalam Cerita Rakyat Kalimantan Selatan serta Relevansinya sebagai Bahan Ajar. Locana, 7(1), 25-37.

Oktaviana, N., Dewi, D. W. C., & Luthfiyanti, L. (2025). Representasi Sungai dalam Cerita Rakyat Kalimantan Selatan (Kajian Ekologi Sastra): River Representation in South Kalimantan Folklore (A Study of Literary Ecology). LOCANA, 8(1).

Puspitoningrum, E. (2024). Eksistensi Nilai Personal dalam Cerita Rakyat Kearifan Lokal Kediri (Kajian Sastra Anak). Jurnal Ilmiah FONEMA, 7(1), 19-41.

Rafiek, M. (2017). Teori Sastra dari Kelisanan sampai Perfilman. Pustaka Pelajar.

Rohmah, D. P. K., Putri, A. T., Agustian, M. I., Erfansyah, M., & Setiawaty, R. (2024). Kajian Sastra Anak: Kontribusi Nilai Personal dan Nilai Pendidikan dalam Buku Cerita Si Buncir karya Asep Rahmat Hidayat. INOPENDAS: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 7(1), 9-19.

Saputra, R., & Arselan, A. S. (2025). Tinjauan Umum Tentang Cerita Rakyat Tradisional dan Maknanya (Kajian Folklor). Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah, 10(4), 2155-2164.

Sarumpaet, R. K. T. (2010). Pedoman Penelitian Sastra Anak. Jakarta: Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan.

Sias, M. (2023). Analisis Mantra Marapus Ramin pada Masyarakat Desa Puteng Kecamatan Teriak Kabupaten Bengkayang dan Relevansinya dalam Pembelajaran Sastra di SMA (Doctoral dissertation, IKIP PGRI PONTIANAK).

Sumitri, N. W. (2023). Eksistensi cerita rakyat dan fungsinya dalam kehidupan masyarakat di Manggarai Timur. Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal, 3(1), 43-57.

Tondang, N. S., Rudy, R., & Sembiring, Y. B. (2024). Nilai budaya dalam legenda Nusantara: Mengembangkan nilai budaya melalui pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Journal of Education Research, 5(4), 4868-4884.

Tutul, G. K. B. (2022). Kajian Sastra Anak: Analisis Nilai Personal Cerita Rakyat Timun Emas dari Jawa Tengah. Arkhais-Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia, 13(1), 29-36.




DOI: https://doi.org/10.17509/artikulasi.v6i1.94613

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Karya ini dilisensikan di bawah  Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.