Barriers in Digitalization for Tourism Village: Case of Tegaren’s Demographic and Geographic Constraints
Abstract
Artikel ini merupakan salah satu publikasi ilmiah yang merangkum penelitian lapangan di Tegaren, sebuah desa wisata di Trenggalek, Jawa Timur. Tim peneliti berupaya memberikan diskursus tentang digitalisasi desa wisata dari sudut pandang yang berbeda. Artikel ini mengkaji hambatan Tegaren dalam meningkatkan penetrasi telekomunikasi digital dan mengadaptasi teknologi digital mereka setelah menjadi desa wisata. Keempat faktor tersebut adalah 1) dominasi generasi usia produktif rendah di Tegaren, 2) pemuda yang merantau keluar Tegaren, 3) kehidupan agraris dan ekosistem Tegaren, dan 4) letak geografis Tegaren yang tidak dekat dengan moda transportasi utama. Dengan menggunakan kerangka teori yang terdiri dari metode participatory rural appraisal, metode asset-based community development, community-based tourism, dan budaya digital & literasi digital masyarakat pedesaan, artikel ini memberikan penjelasan mengenai faktor demografi dan geografis yang menjadi kendala Tegaren untuk meningkatkan utilitas digitalisasi desa wisata. Semua data yang disajikan diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif oleh tim peneliti. Semua responden berasal dari pemangku kepentingan di desa, seperti perangkat desa, anggota Pokdarwis, anggota BUMDes, petani besek, dan pemuda desa.
Keywords
References
Bungin, B. (2007). Penelitian Kualitatif Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Dini, V. A. (2022). https://databoks.katadata.co.id/. Diambil kembali dari katadata.co.id: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/07/13/gambaran-kesenjangan-akses-internet-di-kota-desa-skala-global/
Dureau, C. (2013). Pembaru dan Kekuatan Lokal untuk Pembangunan. Australia: Australian Community Development and Civil Society Strengthening Scheme (ACCESS) Phase 2.
Dwiridotjahjono, J., Wibowo, P., & Nuryananda, P. F. (2020). Bamboonomic: Ekonomi Bambu Pendukung Desa Wisata Tegaren. Jurnal Master Pariwisata, Vol. 6, No. 2, https://doi.org/10.24843/JUMPA.2020.v06.i02.p01.
Fahrianoor, & Hidayat, M. N. (2022). Peningkatan Kapasitas Kelompok Sadar Wisata Melalui Pelatihan Literasi Digital. Jurnal Plakat: Jurnal Pelayanan kepada Masyarakat, Vol. 4, No. 2, https://doi.org/10.30872/plakat.v4i2.
Fajar, I. (2021). Kesenjangan Digital Tingkat Ketiga Pada Pemuda pedesaan di Kabupaten Cianjur, Indonesia. Jurnal Komunika: Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika, 10(1), https://doi.org/10.31504/komunika.v10i1.4260.
Hanum, F. (2020). Konsep smart tourism sebagai implementasi digitalisasi di bidang pariwisata. Tornare, 2(2).
Hudayana, B., Kutanegara, P., Setiadi, Indiyanto, A., Fauzanafi, Z., Dyah, M., . . . Yusuf, M. (2019). Participatory Rural Appraisal untuk Pengembangan Desa Wisata di Pedukuhan Pucung, Desa Wukirsari, Bantul. Bakti Budaya, Vol. 2, No. 2, 428-453.
Kretzmann, J., & McKnight, J. (1993). Building Communities from the Inside Out: A Path Toward Finding and Mobilizing a Community's Assets. Illinois: Northwestern University.
Liputan6.com. (2021, September 16). 2 Tantangan Terbesar Kembangkan Desa Wisata, SDM dan Pemasaran. Diambil kembali dari liputan6.com: https://www.liputan6.com/bisnis/read/4659825/2-tantangan-terbesar-kembangkan-desa-wisata-sdm-dan-pemasaran.
Manullang, S. O. (2021). Perubahan sosial masyarakat pedesaan di era teknologi. Cross Border: Jurnal Kajian Perbatasan Antarnegara, Diplomasi dan Hubungan Internasional, 4(1).
Mijiarto, J., Wahyuni, Nuryananda, P. F., & Ahzani, F. (2022). Tantangan Pembentukan Identitas Kampung Besek dan Pemberdayaan Perempuan di Desa Tegaren. Khasanah Ilmu: Jurnal Pariwisata dan Budaya, Vol. 13, No. 1., DOI: https://doi.org/10.31294/khi.v13i1.11405.
Ministry of Manpower, I. R. (2021, Juli 9). Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2021 tentang Rencana Strategis Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2020-2024. Jakarta, Jakarta, Indonesia.
Muhsin, A., Nafisah, L., & Siswanti, Y. (2018). Participatory Rural Appraisal for Corporate Social Responsibility. Yogyakarta: Deepublish.
Nikijuluw, G. M., Rorong, A., & Londa, V. Y. (2020). Perilaku masyarakat di era digital (Studi di Desa Watutumou III Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara). Jurnal Administrasi Publik, 6(2).
Nasution, R. D. (2016). Pengaruh kesenjangan digital terhadap pembangunan pedesaan (rural development). Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik, 20 (1).
Nur, E., & Pala, R. (2019). Media tradisional di era digital. Seminar Nasional Komunikasi dan Informatika #3.
Nuryananda, P. F., Mijiarto, J., Wahyuni, & Alawi, A. M. (2023). Desa Wisata Tegaren: Sadewa, Jadesta, Adwi dan Persepsi Sosial Publik Terhadap Kemajuan Desa Wisata. Tourism Scientific Journal, Vol. 8, No. 2, https://doi.org/10.32659/tsj.v8i2.221.
Nuryananda, P. F., Utami, W. A., Anggresta, P., Darono, P., & Rikza, A. (2021). Rencana Induk Desa Wisata Tegaren. Trenggalek: Sahaja.
Pranata, H. (2018). Pengaruh Pendidikan, Upah, Usia, dan Masa Kerja terhadap Produktivitas Tenaga Kerja (Studi Kasus pada Unit Industri Rokok Cerutu Bobbin Kabupaten Jember). Malang: Universitas Brawijaya.
Russel, C. (2016). Sustainable Community Development - from what's wrong to what's strong. Exeter.
Sali, H. N. (2020). Pengaruh Usia dan Masa Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada PT. Maruki Internasional Indonesia. Makassar: Politeknik ATI Makassar.
Simbolon, B. R. (2018). Pengaruh budaya digital terhadap minat traveling. Jurnal Darma Agung 26(1).
Suksmawati, H., Alidyan, M., Febrianita, R., & Nuryananda, P. F. (2021). Besek Tegaren: ABCD, CBT, dan Glokalisasi dalam Satu Kemasan. Sawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa, dan Masyarakat, https://doi.org/10.24198/sawala.v2i1.29848.
Suksmawati, H., Nuryananda, P. F., Hapsari, R., & Kusuma, A. (2022). The Impact of Pandemic on Bancakan Salak Cultural Tourism. Journal of Indonesian Tourism and Development Studies, Vol. 10, No. 1, https://doi.org/10.21776/ub.jitode.2022.010.01.02.
Suksmawati, H., Setiyowati, A., Rikza, A., & Nuryananda, P. F. (2021). Inovasi Decoupage untuk Inovasi Pemberdayaan Perempuan Desa Tegaren, Trenggalek. Humanism: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Vol. 2. No. 3, http://dx.doi.org/10.30651/hm.v2i3.9976.
Suksmawati, H., & Nuryananda, P. F. (2019). Menjembatani Desa Prioritas Nasional dan Konsep Travel 2.0. Jurnal Pewarta Indonesia, https://doi.org/10.25008/jpi.v1i1.2.
Syarifah, R., & Rochani, A. (2021). Studi Literatur: Pengembangan Desa Wisata Melalui Community Based Tourism Untuk Kesejahteraan Masyarakat . Jurnal Kajian Ruang, Vol. 1, No. 1, https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/kr/article/viewFile/19983/6416.
Utami, M. M., Taufik, H. E., & Bhakti, W. N. (2019). Village Tourism: The Implementation of Community Based Tourism. Advances in Economics, Business, and Management Research, Vol. 100 (hal. 537-542). Amsterdam: Atlantis Press.
Yanes, A., Zielinski, S., Cano, M. D., & Kim, S.-i. (2019). Community-Based Tourism in Developing Countries: A Framework for Policy Evaluation. Sustainability, Vol. 11, https://doi.org/10.3390/su11092506.
DOI: https://doi.org/10.17509/jithor.v7i1.66615
Refbacks
- There are currently no refbacks.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
eISSN : 2654-4687
pISSN : 2654-3893
This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License