EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KIT GGL INDUKSI UNTUK MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

Nur Khoiri, Wasito Rejo, Susilawati Susilawati

Abstract


Abstrak

Pendidikan saat ini sangat perlu melatih siswa agar memiliki keterampilan berpikir kritis sehingga memiliki kemampuan bersikap dan berperilaku adaptif dalam menghadapi tantangan dan tuntutan kehidupan sehari-hari. Hal ini diperlukan model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Inkuiri terbimbing melatih siswa untuk memecahkan masalah, membuat keputusan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Dalam model pembelajaran ini siswa dituntut lebih aktif, sedangkan guru hanya sebagai fasilitator. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan PhET simulation terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMAN 1 Banjarharjo pada pokok bahasan pemantulanan cahaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental design dengan menggunakan metode pretest posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Banjarharjo, dengan sampel kelas XI MIPA 2 sebagai kelas kontrol dan X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan PhET simulations dengan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional.

Kata kunci: Inkuiri Terbimbing, Berpikir Kritis, phET Simulation

References


Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (15th ed.). jakarta: Rineka Cipta.

Cahyo, A. N. (2013). Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar Teraktual dan Terpopuler. Jogjakarta: Diva Press.

Darmadi, H. (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Hartati, B. (2010). Pengembangan Alat Peraga Gaya Gesek untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa SMA. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 1-5.

Hastuti, T. W. (2014). Kemampuan Berfikir Kritis Siswa SMA Muhammadiyah 2 Surakarta pada Pembelajaran Biologi Berbasis Praktikum. 1-15.

Husnindar, Ikhsan, M., & Rizal, S. (2014). Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Disposisi Matematis Siswa. Jurnal Didaktik Matematika, 1(1), 71-82.

Mubarok, C., & Sulistyo, E. (2014). Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X TAV Pada Standar Kompetensi Melakukan Instalasi Sound System Di SMK Negeri 2 Surabaya. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, 215-221.

Nurlaila, N., Suparmi, & Sunarno, W. (2013). Pembelajaran Fisika Dengan PBL Menggunakan Problem Solving dan Problem Posing Ditinjau dari Kreativitas Dan Ketrampilan Berpikir Kritis Siswa. JURNAL INKUIRI, 2(2), 114-123.

Putu S, N. L., Gede A, A. A., & Dantes, N. (2015). Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) terhadap Hasil Belajar, Ketrampilan Berfikir Kritis dan Sikap Ilmiah dalam Pembelajaran Fisika Kelas XI IPA SMA N Kuta tahun Pelajaran 2014/2015. 1-7.

Sudargo, F., & Asiah, S. (2010). Kemampuan Pedagogik Calon Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis dan Ketrampilan Proses Siswa melalui Pembelajaran Berbasis Praktikum. Jurna; Pengajaran MIPA, 4-12.

Sudargo, F., & Asiah, S. (2010). Kemampuan Pedagogik Calon Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis dan Ketrampilan Proses Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Praktikum. 1-9.

Sukardi. (2007). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Widiadnyana, Sadia, & Suastra. (2014). Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Pemahaman Konsep IPA dan Sikap Ilmiah Siswa SMP. e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha.




DOI: https://doi.org/10.17509/wapfi.v5i2.26641

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Nur - Khoiri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika)