PENGEMBANGAN INSTRUMEN FOUR-TIER DIAGNOSTIC TEST UNTUK MENDETEKSI MISKONSEPSI SISWA KELAS X PADA MATERI IMPULS

Fungky Iqlima Nasyidiah, Parsaoran Siahaan, Dedi Sasmita

Abstract


ABSTRAK

 

Miskonsepsi merupakan satu dari permasalahan yang dialami siswa pada proses pembelajaran terutama ketika mereka belajar di sekolah. Materi Impuls adalah satu dari konsep abstrak dalam ilmu fisika, lebih tepatnya pada bagian mekanika. Impuls menjadi sulit dipahami ketika diimplementasikan pembelajaran konvensional dan sangat jarang penelitian yang mengungkap miskonsepsi siswa pada materi impuls. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan Instrumen Four-Tier Diagnostic Test untuk mengungkap miskonsepsi siswa pada materi impuls. Penelitian ini menggunakan desain penelitian yaitu 3D+1I (defining, designing, developing, dan implementing). Four-Tier Diagnostic Test terdiri dari empat tingkatan, yaitu tingkat pertama berisi pertanyaan dengan empat pilihan jawaban tertutup dan satu pilihan jawaban terbuka, tingkat kedua berisi tingkat keyakinan menjawab pada tier pertama, tingkat ketiga berisi beberapa pilihan alasan tertutup dan satu pilihan alasan terbuka, dan tingkat keempat berisi tingkat keyakinan dalam memilih pilihan alasan. Subjek penelitian ialah siswa kelas X di SMA Kota Bandung. Pengujian validitas Four-Tier Diagnostic Test oleh validator menunjukkan valid. Reliabilitas Instrumen Four-Tier Diagnostic Test menunjukan konsistensi jawaban dari siswa lemah, namun kualitas butir-butir soal dalam instrument aspek realibilitasnya bagus. Soal tes memiliki 6 soal sukar, 2 soal mudah dan 2 soal sangat mudah. Serta untuk daya pembeda soal tes memiliki 5 soal sangat baik, 2 soal baik, 2 soal kurang baik dan 1 soal jelek. Walau begitu soal tetap dapat diterima karena tidak ada nilai yang menunjukkan nilai negatif. Terdapat 58% siswa terkategori partial negative pada nomor soal 10 dan 13% siswa terkategori miskonsepsi pada nomor soal 2 dan 10.

 

Kata Kunci: Four-Tier Diagnostic Test , Impuls, Miskonsepsi, dan Model Rasch

 

ABSTRACT

 

Misconception is one of the problems experienced by students in the learning process, especially when study at school. Impulse is one of the abstract concepts in physics, especially mechanics section. Impulses become difficult to understand when conventional learning is implemented and very rarely research that reveals students' misconceptions on impulse material. Therefore, this study aims to develop a Four-Tier Diagnostic Test Instrument to reveal students' misconceptions on impulse material. This study used a research design, namely 3D + 1I (defining, designing, developing, and implementing). The Four-Tier Diagnostic Test consists of four levels, namely the first level contains questions with four closed answer options and one open answer option, the second level contains the confidence level of answering in the first tier, the third level contains several closed reasons and one open choice of reasons, and the fourth level contains the level of confidence in choosing the choice of reason. The research subjects were students of class X in SMA Bandung City. The validity test of the Four-Tier Diagnostic Test by the validator shows that it is valid. The reliability of the Four-Tier Diagnostic Test instrument shows the consistency of the answers from students is weak, but the quality of the items in the instrument's reliability aspect is good. The test questions have 6 difficult questions, 2 easy questions and 2 very easy questions. As well as for distinguishing power the test questions have 5 very good questions, 2 good questions, 2 bad questions and 1 bad question. Even so, the problem can still be accepted because there is no value that shows a negative value. There were 58% of students categorized as partial negative in question numbers 10 and 13% of students categorized as misconceptions in question numbers 2 and 10.

 

Keyword: Four-Tier Diagnostic Test , Impulse, Miconceptions, dan Rasch Model.


References


Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (15th ed.). jakarta: Rineka Cipta.

Cahyo, A. N. (2013). Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar Teraktual dan Terpopuler. Jogjakarta: Diva Press.

Darmadi, H. (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Hartati, B. (2010). Pengembangan Alat Peraga Gaya Gesek untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa SMA. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 1-5.

Hastuti, T. W. (2014). Kemampuan Berfikir Kritis Siswa SMA Muhammadiyah 2 Surakarta pada Pembelajaran Biologi Berbasis Praktikum. 1-15.

Husnindar, Ikhsan, M., & Rizal, S. (2014). Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Disposisi Matematis Siswa. Jurnal Didaktik Matematika, 1(1), 71-82.

Mubarok, C., & Sulistyo, E. (2014). Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X TAV Pada Standar Kompetensi Melakukan Instalasi Sound System Di SMK Negeri 2 Surabaya. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, 215-221.

Nurlaila, N., Suparmi, & Sunarno, W. (2013). Pembelajaran Fisika Dengan PBL Menggunakan Problem Solving dan Problem Posing Ditinjau dari Kreativitas Dan Ketrampilan Berpikir Kritis Siswa. JURNAL INKUIRI, 2(2), 114-123.

Putu S, N. L., Gede A, A. A., & Dantes, N. (2015). Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) terhadap Hasil Belajar, Ketrampilan Berfikir Kritis dan Sikap Ilmiah dalam Pembelajaran Fisika Kelas XI IPA SMA N Kuta tahun Pelajaran 2014/2015. 1-7.

Sudargo, F., & Asiah, S. (2010). Kemampuan Pedagogik Calon Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis dan Ketrampilan Proses Siswa melalui Pembelajaran Berbasis Praktikum. Jurna; Pengajaran MIPA, 4-12.

Sudargo, F., & Asiah, S. (2010). Kemampuan Pedagogik Calon Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis dan Ketrampilan Proses Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Praktikum. 1-9.

Sukardi. (2007). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Widiadnyana, Sadia, & Suastra. (2014). Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Pemahaman Konsep IPA dan Sikap Ilmiah Siswa SMP. e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha.




DOI: https://doi.org/10.17509/wapfi.v5i2.27156

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Fungky Iqlima Nasyidiah, Parsaoran Siahaan, Dedi Sasmita

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika)