Pembuatan Modul Pembelajaran Pengukuran dan Konversi Satuan untuk Siswa Kelas X Kompetensi Keahlian Agribisnis Perikanan Air Tawar di SMKN 3 Pandeglang

Susi Nuraviyani

Abstract


Latar belakang dari penelitian ini adalah belum tersedianya bahan ajar berupa modul pengukuran dan konversi satuan sebagai sumber informasi belajar pada mata pelajaran Fisika di SMKN  3 Pandeglang. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendesain modul pembelajaran fisika dengan materi yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di SMKN 3 Pandeglang; (2) mengetahui tingkat kelayakan modul pembelajaran pengukuran dan konversi satuan yang di buat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan model penelitian yang disesuaikan dengan 4D-Models yang melalui empat tahapan yaitu (1) define (pendefinisian), (2) design (desain), (3) develop (pengembangan), (4) disseminate (penyebaran). Subjek dari penelitian ini yaitu satu orang guru mata pelajaran fisika sebagai ahli materi, satu orang guru mata pelajaran Desain Grafis sebagai ahli media, serta 18 orang siswa kelas X kompetensi keahlian Agribisnis Perikana Air Tawar sebagai responden.  Hasil dari pengujian kelayakan yaitu: 83 % dari ahli materi, 97 % dari ahli media, dan 75 % dari responden, dimana ketiganya memiliki predikat sangat layak. Kesimpulannya dari penelitian ini adalah menghasilkan modul sebagai media pembelajaran dengan melalui empat tahapan 4D-Models.  Berdasarkan uji kelayakan menunjukan modul pengukuran dan konversi satuan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran fisika

References


______.2010.Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

Alias, N dan Siraj, S. 2012. Design and Development of Physics Module Based On Learning Style and Apprpriate Technology by Employing Isman Insructional Design Model. Journal of TOJET. 11 (4):84- 93).

Arikunto, Suharsimi. 2012. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Bahtiar, E.F. 2015. Penulisan Bahan Ajar. 2015: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

BSNP. 2014. Instrumen Penilaian Buku Teks Pelajaran Tahun 2014. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan, (Online), (http://bsnp-indonesia.org/id/ wpcontent/uploads/2014/05/04FISIKA. rar, diakses 5 Juli 2021).

Daryanto. 2013. Menyusun Modul Bahan Ajar untuk Persiapan Guru dalam Mengajar. Yogyakarta: Gava Media.

Depdiknas. 2008. Panduan Pengembang-an Bahan Ajar. Jakarta: Departmen Pendidikan Nasional.

Fajarini, A., Soetjipto, B.E., Hanurawan, F. 2016. Developing A Social Studies Modul by Using Problem Based Learning (PBL) With Scaffolding for the Seventh Grade Students in A Junior High Scholl in Malang, Indonesia. Journal of Research and Method in Education. 6 (1): 62-69).

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 22 Th. 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.Jakarta: Depdikbud.

Libman, Z. 2010. Integrating real-life data analysis in teaching descriptive statistics: A constructivist approach. Journal of Statistics Educations. 18(1). 1-23.

Sadiman, Rahardjo, Haryono, & Rahardjito. 2011. Media Pendidikan: Pengertian Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sanjaya, W. 2012. Media Komunikasi Pembelajaran. Kencana: Jakarta.

Saolika, M. D., Mahardika, I. K., & Yushardi. 2012. Meningkatkan Multirepresentasi Fisika Melalui Penerapan Model Problem Solving Secara Berkelompok Disertai Software PSIM di SMK (Hukum kelistrikan Arus Searah). Jurnal Pembelajaran Fisika, 1(3): 252-260.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&B. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono, 2015. Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.

Wheelahan, L. 2015. Not just skills: what a focus on knowledge means for vocational education. Journal of Curriculum Studies, 47 (6): 750-762.




DOI: https://doi.org/10.17509/wapfi.v7i1.43968

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika)