KARAKTERISTIK TES KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF BERDASARKAN ANALISIS MODEL ITEM RESPONSE THEORY

Wisa Mochnia Novianti, Taufik Ramlan Ramalis, Purwanto Purwanto

Abstract


ABSTRAK

 

Hasil penelitian mengenai pengembangan tes keterampilan berpikir kreatif yang distimulasi dari hasil penelitian oleh Global Creativity Index 2015 yang menunjukkan bahwa kreativitas masyarakat Indonesia masih rendah. Pengembangan kreativitas dapat dilakukan dalam kegiatan pembelajaran salah satunya dengan pemberian tes dapat melatih keterampilan berpikir kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tes keterampilan berpikir kreatif berdasarkan analisis item response theory (IRT). Metode penelitian ini adalah mixed method. Sampel dalam penelitian ini adalah 160 siswa dari lima SMA di Kota Bandung. Data yang terkumpul kemudian di analisis menggunakan model item response theory. Hasil menunjukkan bahwa konstruksi tes memiliki bentuk essay terdiri dari delapan butir tes yang mencakup empat aspek keterampilan berpikir kreatif yang disesuaikan dengan materi elastisitas dan hukum Hooke. Analisis karakteristik tes menggunakan item response theory dengan model yang sesuai berdasarkan fungsi informasi yaitu partial credit model. Berdasarkan analisis tersebut, karakteristik tes keterampilan berpikir kreatif memiliki nilai slope (a) sebesar 1,00; lokasi (b) pada rentang -0,71 sampai 1,11 dengan kriteria butir dapat dikatakan baik. 

 

Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Kreatif; Analisis Item Response Theory; Partial Credit Model

 

ABSTRACT

 

The Results of research regarding the development of creative thinking skills test which is stimulated from the Global Creativity Index Research in 2015 shown that the creativity of Indonesia community is still low. Developing creativity can be done in learning activities either by giving a test to practice the skills of creative thinking. This study aims to determine the characteristics of creative thinking skills tests based on the analysis of item response theory. This research method was a mixed method. One hundred sixty students from five high schools in the city of Bandung participated in this study. The data is analyzed by using a model of item response theory. The Results showed that the construction of the test had an essay form consists of eight points test covering four aspects of creative thinking skills adjusted by the material elasticity and Hooke's law. The analysis of the characteristics of the test using item response theory with the appropriate model based on the function information partial credit models. According to the result of analysis, the characteristics of the creative thinking skills test had slope value (a) 1.00; location (b) in the range of -0.71 to 1.11 with a good grain criteria.

 

Keywords: Creative Thinking Skills; Analysis of Item Response Theory; Partial Credit Model      

 


References


Supardi. (t.thn.). Peran Berpikir Kreatif dalam Proses Pembelajaran Matematika. Jurnal Formatif, 248-351.

Komarudin, D. (2011). Hubungan antara Kreativitas dengan Prestasi Belajar Siswa. Psympathic Jurnal Imiah Psikologi, 4(1), 278-287.

Manfro, W. C. (2012). Strategies for developing higher-order thinking skills. Huntington Beach: Shel Educational Publishing, Inc.

Sari, I. M., Sumiati, E., & Siahaan, P. (2013, April). Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP dalam Pembelajaran Pendidikan Teknologi Dasar (PTD). Jurnal Pengajaran MIPA, 18(1), 60-68.

Marwiyah, S., Kamid, & Risnita. (2015). Pengembangan Instrumen Penilaian Keterampilan Berpikir Kreatif pada Mata Pelajaran IPA Terpadu Materi Atom, Ion, dan Molekul SMP Islam Al Falah. Edu-Sains, 4(1), 26-31.

Manfaat, B., & Anasha, Z. Z. (2013). Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematik Siswa dengan Menggunakan Graded Response Models (GRM). Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika (hal. 119-124). Yogyakarta: Tidak dipublikasikan.

Sarea, M. S., & Hadi, S. (2015, Maret). Analisis Kualitas Soal Ujian Akhir Semester Mata Pelajaran Kimia SMA di Kabupaten Gowa. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 3(1), 35-43. Diambil kembali dari http://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/jep

Rahmat. (2010, Maret 25). Panduan Analisis Butir Soal. Diambil kembali dari Guru Pembaharu: http://gurupembaharu.com/home/download/panduan-analisis-butir-soal .pdf

Naga, D. S. (1992). Pengantar Teori Sekor Pada Pengukuran Pendidikan. Jakarta: Penerbit Guna Darma.

Retnawati, H. (2014). Teori Respons Butir dan Penerapannya. Yogyakarta: Nuha Medika.

Widhiarso, W. (2010). Model Politomi dalam Teori Respons Butir. Diambil kembali dari Wahyu Widhiarso - Fakultas Psikologi UGM: http://widhiarso.staff.ugm.ac.id/files/ widhiarso_2010_-_model_politomi_dalam_teori_respon_butir.pdf Setiawati, F. A. (2013). Penskalaan Tipe Likert dan Thurstone dengan Teori Klasik dan Modern : Stude pada Instrumen Multiple Intelligenses. Universitas Negeri Yogyakarta, Bimbingan dan Konseling. Yogyakarta: Tidak dipublikasikan. Dipetik Maret 3, 2017

Hadi, S. (2014, Oktober). Karakteristik Instrumen. Diambil kembali dari http://evaluation-edu.com/wp-content/uploads/2015/03/KARAKTERISTIK-INSTRUMEN.pdf

Istiyono, E., Mardapi, D., & Suparno. (2014). Pengembangan Tes Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Fisika (PysTHOTS) Peserta Didik SMA. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 18(1), 1-12.

Anonim. (2014, Oktober 29). Analisis Berdasarkan Teori Tes Klasik dan Teori Respons Butir. Diambil kembali dari evaluation-edu.com: http://evaluation-edu.com/wp-content/uploads/2014/10/Analisis-Butir-Soal-Aspek-Kognitif-PSMP1.pdf

Wiyono, K., & Setiawan, A. (2012). Karakteristik Multimedia Interaktif Adaptif Pendahuluan Fisika Zat Padat (MIA-PIZA). Prosiding Seminar Nasional Sains "Re-Orientasi Pembelajaran Sains" (hal. 28-38). Surabaya: Program Studi Pendidikan Sains PPS UNESA.




DOI: https://doi.org/10.17509/wapfi.v5i2.6766

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Wahana Pendidikan Fisika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika)