Meningkatkan Pemahaman Wawasan Kebangsaan Peserta Didik melalui Literasi Digital

Mutiara Mellinda Fatimah

Abstract


Lunturnya nilai-nilai kebangsaan yang diakibatkan oleh kurangnya rasa cinta tanah air pada warga negara menjadi sebuah ancaman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, hal ini merupakan dampak buruk terbukanya arus informasi dari seluruh dunia di era revolusi industri 4.0 ini. Untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut, perlu adanya penguatan pemahaman wawasan kebangsaan menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan, khususnya pada peserta didik sebagai generasi penerus bangsa. Peningkatan pemahaman wawasan kebangsaan pada peserta didik ini, dapat dilakukan melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang di dalam materi pembelajarannya bermuatan wawasan kebangsaan. Dalam meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan pada pembelajaran PKn yang berbasis digital, dapat dilakukan dengan menerapkan literasi digital dalam proses pembelajarannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data diperoleh dengan cara wawancara, observasi, skala likert dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil peningkatan pemahaman peserta didik terkait wawasan kebangsaan melalui pembelajaran PKn Kelas X SMA Laboratorium Percontohan UPI dengan menerapkan literasi digital dapat dikategorikan “sangat baik” secara berkelompok maupun individu.

Keywords


Wawasan Kebangsaan, Literasi Digital, Pembelajaran PPKn.

References


Abdulkarim, Aim, dkk. (2018). Developing Civicpedia as a Civic Education E-Learning Media to Improve Stdents’ Information Lieracy: Journal of Social Studies Education Research, 9(3), hlm. 45-61.

Acep, Syaripudin, dkk. (2017). Kerangka Literasi Digital. ICT Watch. [Online]. Diakses dari https://drive.google.com/file/d/1uQ0tulqcKYmJ1jfbSRHrVaTNOOucSUpI/view (Diakses 10 Desember 2018).

Azwar. (2012). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Badan Pusat Statistik. (2011). Laporan Hasil Survei Pandangan Masyarakat Terhadap Kehidupan Bernegara.

Budimansyah, D. (2010). Tantangan globalisasi terhadap pembinaan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air di sekolah. Jurnal Penelitian Pendidikan, 11(1), hlm.7-13.

Cresswell, J. (2010). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Djahiri, A Kosasih. (2012). PKn sebagai Strategi Pembelajaran Demokrasi di Sekolah. Bandung: Laboratorium PKn UPI.

Herdiawanto, H & Hamdayana, J. (2010). Cerdas, Kritis, dan Aktif Berwarganegara. Jakarta: Erlangga.

Iriantara. (2009). Public Relations Writing: Pendekatan Teoritis dan Praktis. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Kasiram, Moh. (2008). Metodologi Penelitian. Malang: UIN-Malang Pers.

Muchtar, S. A., dan Iswandi, D. (2018). The Paradigm of Value Ideology of Pancasila as the Basis of Citizenship Education in the Global Perspective: Advance in Social Science, Education and Humanities Research, 251, hlm.492-496.

Nasrullah, Rullie dkk. (2017). Gerakan Literasi Nasional: Materi Pendukung Literasi Digital. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sanjaya, Wina. (2008). Kurikulum dan Pembelajaran Teori dan Praktek Pengembangan KTSP. Jakarta: Kencana.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Alfabeta.

Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Wuryan, S & Syaifullah. (2008). Ilmu Kewarganegaraan (civic). Laboratorium Percontohan Pendidikan Kewarganegaraan UPI. Bandung.

Yonanda, D. A. (2017). Peningkatan Pemahaman Siswa Mata Pelajaran Pkn tentang Sistem Pemerintahan melalui Metode M2 (Mind Maping) Kelas IV MI Mambaul Ulum Tegalgondo Karaploso Malang. Jurnal Cakrawala Pendas, 3(1). Hlm. 53-63.




DOI: https://doi.org/10.17509/civicus.v20i1.16327

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 JURNAL CIVICUS

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Our journal indexed by:

Jurnal Civicus is published by Civic Education Department, in collaboration with Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (Indonesia Association of Pancasila and Civic Education/AP3KnI).

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

 

Visitor Counter