THE CULTURAL PRESERVATION OF PIIL PESINGGIRI IN LAMPUNG MULITICUTURAL SOCIETY: CITIZENSHIP EDUCATION STUDY IN BARADATU, WAYKANAN

Edi Siswanto, Astim Riyanto, Prayoga Bestari

Abstract


This study describes the cultural preservation efforts of Piil Pesinggiri as indigenous Lampung people diitinjau of Civics as socio-cultural dimensions that include various forms of social and cultural behavior. Based on the data analysis can be understood that the preservation of culture in society mulitikutural Piil Pesinggiri Lampung done through some of cultivate action early on to children or future generations, provide socialization to the community about the significance of cultural values Piil Pesinggiri, which cooperates intense well with other traditional leaders or outside the community that is in Lampung with the government to provide socialization, as well as cultivate a culture Piil Pesinggiri in Lampung society.


Full Text:

PDF

References


Ayatrohaedi. (1986). Keperibadian Budaya Bangsa (Local Genius). Jakarta: Pustaka Jaya.

Budimansyah D. (2010).Tantangan Globalisasi Terhadap Pembinaan Wawasan Kebangsaan Dan Cinta Tanah Air Di Sekolah. Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 11 No. 1 April 2010 Hal 8-16.

Budimansyah, D (2009). “Substansi Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Global Citizenship Education”, Makalah Seminar dan Workshop Pendidikan Warga Negara Global, di Universitas Negeri Jakarta, 6 Juni 2009.

Darmodiharjo, at al. (1991).Santiaji Pancasila. Usaha Nasional: Surabaya.

Djahiri, A.K. (1996). Teknik Pengembangan Program Pendidikan Nilai Moral. Bandung: Lab. PMPKN IKIP Bandung.

Gerungan, WA (2009). Psikologi Sosial. PT Refika Aditama: Bandung.

Hadikusama, H. (1989).Masyarakat dan Adat-Budaya Lampung, Mandar Maju: Bandung.

Irianto, S dan Margaret, R (2011).Piil Pesinggiri: Modal Budayadan strategi Identitas Ulun lampung,Makara, Sosial Humaniora, Vol. 15, no. 2 Desember 2011:140-150, Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia.

Kalidjernih, Freddy K (2009). “Globalisasi Dan Kewarganegaraan.” Acta Civicus Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan. 2 (2), 113-126.

Kelsen, H. (1978). Pure Theory of Law.Berkely University of Calofornia Press. Alih Bahasa Muttaqiin, R. (2013). Teori Hukum Murni Dasar-dasar Ilmu Hukum Normatif. Bandung: Penerbit Nusa Media.

Kementrian Pendidikan Nasional. (2010). Kerangka Acuan Pendidikan Karakter (ebook). Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional.

Koentjaraningrat, (2009).Pengantar Ilmu Antropologi.PT Rineka Cipta: Jakarta.

Levang, Vetrice (2003).Ayo ke Tanah Sabrang, alih bahasa, Prayoga S. A, Garamedya: Jakarta.

Lickona, Thomas. (1992). Educating For Character (How Our Schools Can Be Teach Respecct and Responsibility). New York: Bantam Book.

Lutan, R (2001). Keniscayaan Pluralitas Budaya Daerah. Angkasa: Bandung.

Maftuh, B. dan Sapriya.(2005). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Melalui Pemetaan Konsep. Jurnal Civicus. 1, (5), 319-321.

Majid, A. (2010). Peranan Pendidik dalam Upaya Membentuk Karakter Peserta Didik. Pendidikan Karakter”. Jurnal Publikasi Ilmiah Pendidikan Umum dan Nilai. 2, (2), 40-55.

Nugroho, A. (2013). Pancasila Sebagai Acuan Dalam Standarisasi Budaya Nasional Indonesia.Jurnal Kebudayaan vol 8 no 1 tahun 2013 Hal. 128-142

Nurdin, AF. (2009). Integralisme Islam dan Nilai-nilaiFilosofis Budaya Lokal pada Pembangunan Propinsi Lampung. Jurnal UNISIA, Vol. XXXII No. 71 Juni 2009

Rachels, James, 2004, Filsafat Moral (terjemahan dari buku The Element of Moral Philosophy, 2003 oleh A. Sudiarja), Yogyakarta: Kanisius.

Rahmawaty, R, (2012). Signifikansi Pendidikan Multikultural Terhadap Kelompok Minoritas. Jurnal Analisis, Volume Xii, Nomor 1, Juni 2012

Subhilhar Dan Nasution, Ik. (2009). Dunia Islam Di Tengah Globalisasi.Jurnal Wawasan, Februari 2.006, Volume 11, Nomor 3 Hal.36-47.

Soekanto, Surjono (1990). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Suparlan, P. (2009) Menuju Masnyarakat Indonesia Yang Multikultural. Tersedia online dalam anthropology.fisip.ui.ac.id/httpdocs/jurnal/2002/69/10brt3psu69.pdf

Yunus, Ahmad (1986). Arsitektur Tradisional Daerah Lampung. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: Lampung.

Yunus, R. (2013) Transformasi Nilai-Nilai Budaya Lokal Sebagai Upaya Pembangunan Karakter Bangsa (Penelitian Studi Kasus Budaya Huyula Di Kota Gorontalo).Jurnal Penelitian Pendidikan, Vol. 14 No. 1, April 2013 Hal. 65-77




DOI: https://doi.org/10.17509/civicus.v14i2.2055

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan



Our journal indexed by:

Jurnal Civicus is published by Civic Education Department, in collaboration with Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (Indonesia Association of Pancasila and Civic Education/AP3KnI).

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

 

Visitor Counter