IMPLEMENTASI MERDEKA BERMAIN UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK USIA 5 – 6 TAHUN

Nurdini Ferianti

Abstract


Perubahan kebijakan dari Kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Merdeka menuntut satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengembangkan pembelajaran yang lebih fleksibel, kontekstual dan berpusat pada anak. Pada jenjang PAUD, gagasan tersebut diwujudkan melalui Merdeka Bermain. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan kecenderungan pembelajaran yang berorientasi pada instruksi guru dan tuntutan orang tua terhadap kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, sehingga ruang eksplorasi serta kreativitas anak menjadi terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Merdeka Bermain dan keterkaitannya dengan perkembangan kreativitas anak usia 5 – 6 tahun di PAUD Rumah Cendekia, khususnya pada sentra bahan alam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, 13 anak dan tiga orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Merdeka Bermain dilaksanakan melalui perencanaan kolaboratif, model sentra, pembelajaran berdiferensiasi, penyediaan beragam pilihan main, pemanfaatan loose part dan bahan alam, serta peran guru sebagai fasilitator. Hasil penelitian ini menunjukkan kreativitas yang diamati telah muncul pada 13 anak. Hasil ini menunjukkan bahwa Merdeka Bermain pada sentra bahan alam berpotensi mendukung perkembangan kreativitas anak, meskipun keberlanjutannya memerlukan peningkatan kompetensi guru dan kemitraan yang lebih kuat dengan orang tua.

Keywords


Anak usia 5 - 6 tahun, Kreativitas, Merdeka Bermain

References


Abduh, M. (2017). Bermain dan regulasi diri: Kajian teori Vygotsky. The Second Progressive and Fun Education Seminar, 111–112.

Ahmad, N., & Ismail, H. (2015). Rediscovering Rogers’s selftheory and personality. Journal of Educational, Health and Community Psychology.

Budiarti, E., Anshoriyah, S., Supriati, S., Levryn, P. K., Annisa, N., Nurmiah, N., Abidah, N., & Masnah, M. (2023). Asesmen dan laporan hasil belajar PAUD pada Kurikulum Merdeka. AKM: Aksi Kepada Masyarakat, 4(1), 253–260.

Csikszentmihalyi, M. (1996). Creativity: Flow and the psychology of discovery and invention. HarperCollins.

Fakhriyani, D. V. (2016). Pengembangan kreativitas anak usia dini. Wacana Didaktika, 4(2), 193–200.

Istiqomah, D. (2017). Kreativitas dan pengembangannya dalam perspektif teori Ernst Kris. Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 2(1), 29–38.

Janah, N. F. (2021). Metode pembelajaran pendidikan anak usia dini menurut pemikiran Ki Hajar Dewantara. Dalam Handbook Pendidikan Moral dan Karakter (hlm. 511–536). http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/9449

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 146 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022a). Kurikulum pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022b). Capaian pembelajaran pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah pada Kurikulum Merdeka.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Capaian pembelajaran fase fondasi.

Kusumaryono, R. S. (2024). Merdeka belajar. https://gtk.kemdikbud.go.id/read-news/merdeka-belajar

Librianty, H. M., Yennizar, D., & Susanti, N. (2021). Peningkatan kompetensi guru PAUD dalam melaksanakan pembelajaran berbasis konsep Merdeka Bermain di Kecamatan Maro Sebo Ulu Kabupaten Batanghari. Jurnal Pengabdian Masyarakat.

Malik, A., & Sholichah, Z. (2017). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar berbasis konstruktivisme di PAUD. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2002). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. Sage.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Nugrahani, F. (2014). Metode penelitian kualitatif dalam penelitian pendidikan bahasa. Cakra Books.

Nurlina. (2022). Merdeka Belajar dan Merdeka Bermain untuk pendidikan anak usia dini.

Nurjanah, N. E. (2020). Pembelajaran STEM berbasis loose parts untuk meningkatkan kreativitas anak usia dini. JURNAL AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD, 5(1), 19–31. http://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/jpaud/article/view/3672

Priyanto, A. (2014). Pengembangan kreativitas pada anak usia dini melalui aktivitas bermain. Jurnal Pendidikan Anak.

Runco, M. A., & Jaeger, G. J. (2012). The standard definition of creativity. Creativity Research Journal, 24(1), 92–96.

Sit, M., Khadijah, Nasution, F., Wahyuni, S., Nurhayani, Sitaurus, A. S., & Armayanti, R. (2015). Pengembangan kreativitas anak usia dini. Perdana Publishing.

Sternberg, R. J. (2006). The nature of creativity. Creativity Research Journal, 18(1), 87–98.

Susanti, M. G. B. (2022). Efektivitas Merdeka Belajar dengan Merdeka Bermain untuk anak usia dini. Dewantara Seminar Nasional Pendidikan, 2(1), 8.

Suyitno. (2021). Penelitian kualitatif: Metode penelitian kualitatif. Jurnal Equilibrium, 5.




DOI: https://doi.org/10.17509/edukids.v23i2.105283

Copyright (c) 2026 Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.