KUALITAS CROISSANT DENGAN SUHU DAN WAKTU PEMANGGANGAN BERBEDA

Noer Fuja Septarian, Elida Elida, Kasmita Kasmita, Ezi Anggraini

Abstract


Croissants are a type of pastry characterized by their crescent-shaped or straight form, with a flaky exterior and a soft interior. The main factors determining the success of croissants are baking temperature and time. This study aims to analyze the effects of temperature (160°C, 180°C, 200°C) and baking time (20 minutes and 25 minutes) on croissant quality. This study was a pure experiment using a 3x2 factorial Complete Randomized Design (CRD) with three replicates. Organoleptic test data were collected from three expert panelists who evaluated the shape, color, aroma, texture, and taste of the croissants. The results of the two-way ANOVA showed that temperature had a significant effect on the external color, external texture, and internal texture of the croissants, as confirmed by a post-hoc test (Duncan’s test); however, it did not have a significant effect on the shape of the croissants, the shape of the layers, volume, internal color, aroma, or taste. Meanwhile, baking times of 20 minutes and 25 minutes did not have a significant effect on any of the observed aspects of croissant quality, and there was no significant interaction between temperature and baking time on any of the dependent variables related to the croissants. This indicates that the effect of temperature on croissant quality is independent of the baking time used in this study.

 

Croissant termasuk kedalam produk olahan pastry yang memiliki ciri khas bentuk menyerupai bulan sabit atau lurus serta berlapis diluar dan lembut didalam. Faktor utama yang menentukan keberhasilan croissant adalah suhu dan waktu pemanggangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu (160oC, 180oC, 200oC) serta waktu (20 menit, dan 25 menit) terhadap kualitas croissant. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni dengan memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3x2 dan tiga kali pengulangan. Data uji organoleptik berasal dari tiga panelis ahli yang menilai pada aspek bentu, warna, aroma, tekstur, dan rasa croissant. Hasil Anava Dua Arah menunjukkan bahwa suhu memberikan pengaruh signifikan terhadap warna luar, tekstur luar, dan tekstur dalam pada croissant dan dilanjutkan dengan uji lanjut (Duncan), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap bentuk croissant, bentuk lapisan, volume, warna dalam, aroma, dan rasa. Sedangkan untuk waktu pemanggangan 20 menit dan 25 menit tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap seluruh aspek kualitas croissant yang diamati serta idak terdapat interaksi yang signifikan antara suhu dan waktu pemanggangan terhadap seluruh variabel terikat croissant. Dengan demikian menunjukkan bahwa pengaruh suhu terhadap kualitas croissant tidak bergantung pada lama waktu pemanggangan yang digunakan dalam penelitian ini.


Keywords


Croissant; Suhu; Waktu; Kualitas

References


Adilla, S. Q., Cahyana, C., & Mahdiyah, M. (2025). Analisis pengaruh teknik pelipatan terhadap kualitas fisik dan mutu sensori croissant tanpa resting. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 8(3), 7306–7312.

Arif, A. D. A., Romadhoni, I. F., Widagdo, A. K., & Sulandari, L. (2025). Penerapan proses pengolahan croissant di Pastry & Bakery Section Hotel Ciputra World Surabaya. Jurnal Arjuna: Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika, 3(5), 97–112.

Chakraborty, S., & Dash, K. K. (2023). A comprehensive review on heat and mass transfer simulation and measurement module during the baking process. Applied Food Research, 3(1), 100270.

Desla. (2023). Pengaruh Suhu Dan Waktu Pembakaran Terhadap Kualitas Sponge Cake.

Firdausa, A. R. (2020). Pengaruh suhu dan lama pemanggangan terhadap kualitas chiffon cake. Prosiding Pendidikan Teknik Boga Busana, 15(1).

Firmansyah, A., & Rachmawati, A. N. (2024). Studi Kemampuan Staf Pastry Dan Bakery Dalam Pembuatan Butter Croissant Di Bagian Pastry & Bakery. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(1), 1270–1283.

Ghifarie, S. B. A., & Rahmawati, F. (2022). Pemanfaatan puree labu kuning (Cucurbita moschata) pada produk vol au vent untuk meningkatkan konsumsi bahan pangan lokal di Indonesia. Prosiding Pendidikan Teknik Boga Busana, 17(1).

Hidayat, T., Kandriasari, A., & Alsuhendra, A. (2024). Pengaruh Suhu Pemanggangan Terhadap Kualitas Fisik dan Daya Terima Kue Biji Ketapang. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(7), 1017-1030.

Khairani, M. Z., Elida, E., Kasmita, K., & Anggraini, E. (2025). The Quality Of Blooming Steamed Sponge Cake With Different Steamer Materials And Steaming Times. Jurnal Pendidikan Tata Boga dan Teknologi, 6(3), 450-458.

Khalisa, K., Lubis, Y. M., & Agustina, R. (2021). Uji organoleptik minuman sari buah belimbing wuluh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 6(4), 594–601

Kurniasih, I. W., & Nurcahya, S. B. (2022). Strategi pemasaran puff pastry. Jurnal Perhotelan dan Pariwisata, 1(1), 12–22.

Lesaffre, & AIPF (Association Internationale de la Panification Française). (2018). A glossary of sensory terms to describe croissant and other yeasted and laminated products. Lesaffre.

Purlis, E. (2012). Baking process design based on modelling and simulation: Towards optimization of bread baking. Food control, 27(1), 45-52.

Sahputra, E., Elida, E., & Fridayati, L. (2018). Perbedaan kualitas croissant. Journal of Home Economics and Tourism, 14(1), 1–16.

Suryawan, I. (2024). Pembuatan Almond Croissant. (Doctoral dissertation).

Tunjungsari, H. K., Lianto, K., & Chairy, C. (2021). Pengujian efek kualitas dan risiko keamanan. Jurnal Manajemen Maranatha, 21(1), 79–90.




DOI: https://doi.org/10.17509/e.v25i3.104081

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 EDUTECH

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Copyright © 2018 Edutech