PREFERENSI SISWA SMP YPI TERHADAP TIKTOK, INSTAGRAM, DAN YOUTUBE SEBAGAI SUMBER BELAJAR MANDIRI BAHASA INDONESIA
Abstract
Social media is increasingly utilized by Junior High School (SMP) students as an informal learning resource outside the classroom. Although the integration of digital platforms into Indonesian language learning has been widely researched, prior studies have generally focused on a single platform or targeted higher education, leaving comparative preference patterns across multiple platforms at the junior high school level unmapped. This study aims to describe and compare the preferences of SMP YPI students in Bintaro, South Jakarta, when using three social media platforms (TikTok, Instagram, and YouTube) as independent Indonesian language learning resources. Using a quantitative descriptive-comparative survey design (N=97), data were collected in October 2026 using a structured questionnaire via Google Forms through purposive sampling based on inclusion criteria regarding active usage across all three platforms. The study measured usage frequency, duration, material preferences, Likert-scale perceptions, and primary reasons for platform choice. The results show that YouTube is the most frequently used platform (67.0 %) and perceived as the most helpful (75.3%) for self-regulated learning, followed by TikTok (22.7% primary usage; 12.4% helpfulness), while Instagram accounted for the lowest primary usage (4.1%) and was not selected as the most helpful platform (0.0%). The primary factors driving platform preference are ease of search (77.3%), clarity of explanation (72.2%), and content comprehensiveness (69.1 %). Listening skills (37.1 %) and grammar/spelling (21.6%) emerged as the most desired topics for social media learning. This study concludes that students functionalize social media through segmentation—utilizing TikTok for engagement and YouTube for deep learning—suggesting that educators should integrate a blend of micro-content and comprehensive video materials into blended learning strategies.
Media sosial semakin banyak dimanfaatkan oleh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai sumber belajar informal di luar ruang kelas. Meskipun pemanfaatan platform digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia telah banyak diteliti, studi terdahulu umumnya hanya berfokus pada satu platform tunggal atau dilakukan pada jenjang perguruan tinggi, sehingga belum memetakan pola preferensi komparatif lintas platform pada tingkat SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan secara deskriptif preferensi siswa SMP YPI di Bintaro, Jakarta Selatan, dalam menggunakan tiga platform media sosial (TikTok, Instagram, dan YouTube) sebagai sumber belajar mandiri Bahasa Indonesia. Menggunakan desain survei deskriptif-komparatif kuantitatif (N=97), pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober 2026 menggunakan kuesioner terstruktur melalui Google Forms dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi keaktifan siswa pada ketiga platform. Penelitian ini mengukur frekuensi penggunaan, durasi, preferensi materi, persepsi skala Likert, dan alasan utama pemilihan platform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YouTube merupakan platform yang paling sering digunakan (67,0%) dan dinilai paling membantu (75,3 %) untuk pembelajaran mandiri, diikuti oleh TikTok (22,7% penggunaan utama; 12,4 % keterbantuan), sedangkan Instagram memiliki tingkat penggunaan utama terkecil (4,1%) dan tidak dinilai sebagai platform yang paling membantu (0,0 %). Faktor utama yang memengaruhi preferensi platform adalah kemudahan pencarian materi (77,3%), kejelasan penjelasan (72,2%), dan kelengkapan isi materi (69,1%). Keterampilan menyimak (37,1 %) serta tata bahasa dan ejaan (21,6%) menjadi materi yang paling ingin dipelajari melalui media sosial. Penelitian ini menyimpulkan adanya segmentasi fungsi media sosial sebagai sarana engagement (TikTok) dan deep learning (YouTube), sehingga pendidik disarankan mengintegrasikan kombinasi konten mikro dan video komprehensif ke dalam strategi blended learning.
Keywords
References
Aji, W. N. (2018). Aplikasi TikTok sebagai media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Lensa: Jurnal Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya, 8(2), 43–57. https://doi.org/10.26714/lensa.8.2.2018.43-57
Amini, A., Amelia, F., & Nurlisa. (2026). Peran Tik-Tok sebagai sarana perkembangan kosakata dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Tarbiyatul Ilmu: Jurnal Kajian Pendidikan, 3(4), 112–125. https://doi.org/10.58723/tarbiyatul.v3i4.412
Auliani, R., Syafitri, N., & Prasetyo, H. (2025). Implementasi pemanfaatan TikTok dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk mengasah keterampilan komunikasi siswa. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(1), 34–45. https://doi.org/10.21009/JPBSI.101.04
Dadela, R., Bulan, D. R., & Hermawan, D. (2021). Pemanfaatan YouTube sebagai bahan ajar berbicara bagi pembelajar bahasa. Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(1), 61–76. https://doi.org/10.33603/deiksis.v8i1.4112
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340. https://doi.org/10.2307/249008
Fitri, N., Suryani, E., & Rahmawati, A. (2022). Respons siswa SMP terhadap penggunaan video TikTok sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(2), 145–154. https://doi.org/10.21009/JPBSI.112.03
Goh, C. F., Zhang, L. J., & Cheng, X. (2021). Microlearning in digital environments: Enhancing flexible cognitive processing and self-regulated learning in secondary language acquisition. Computers & Education, 168, 104190. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2021.104190
Hasanah, U. (2024). Pemanfaatan platform TikTok dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP. Jurnal Riset Pendidikan Dasar, 7(1), 88–97. https://doi.org/10.26618/jrpd.v7i1.12104
Kamhar, M. Y., & Lestari, E. (2019). Pemanfaatan media pembelajaran digital YouTube dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Inteligensi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(2), 1–7. https://doi.org/10.33366/inj.v1i2.1340
Katz, E., Blumler, J. G., & Gurevitch, M. (1973). Uses and gratifications research. The Public Opinion Quarterly, 37(4), 509–523. https://doi.org/10.1086/268109
Kinasih, J. P., Hermanto, F. Y., & Pahlevi, T. (2026). Pengaruh self-regulated learning dan intensitas media sosial terhadap pedagogical skill mahasiswa. Paedagogy: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 6(2), 1152–1162. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i2.2155
Mujianto, H. (2019). Pemanfaatan Youtube sebagai media ajar dalam meningkatkan minat dan motivasi belajar. Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian, 5(1), 135–159. https://doi.org/10.52447/jku.v5i1.1820
Nurjanah, S., & Pratama, R. (2022). Efektivitas konten micro-learning media sosial dalam meningkatkan keterlibatan belajar siswa. Jurnal Teknologi dan Informasi Pendidikan, 9(3), 210–221. https://doi.org/10.24036/jtip.v9i3.512
Piazzoli, E., Cubero, C., & McCarthy, A. (2023). Informal digital language learning through video sharing platforms: Multimodal engagement among young learners. Language Learning & Technology, 27(2), 45–68. https://hdl.handle.net/10125/73512
Pratiwi, B., & Puspito Hapsari, K. (2020). Analisis kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui pemanfaatan YouTube sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 4(2), 282–291. https://doi.org/10.23887/jisd.v4i2.25302
Pratiwi, D., & Purwanto, A. (2020). Analisis kemudahan akses dan kelengkapan materi pada media audio-visual berbasis internet. Jurnal Inovasi Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, 8(1), 45–56. https://doi.org/10.17509/edikbi.v8i1.23891
Rahmawati, S., & Setyawan, D. (2023). Segmentasi fungsi platform media sosial dalam mendukung pembelajaran mandiri peserta didik. Jurnal Kajian Pembelajaran dan Pengajaran, 6(2), 175–186. https://doi.org/10.30998/jkpp.v6i2.8920
Rakhmat, J. (2018). Psikologi komunikasi (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Sockett, G. (2014). The online informal learning of English. Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1057/9781137414007
Sogen, P. (2021). Pemanfaatan media digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia: Studi kasus penggunaan YouTube sebagai media pembelajaran. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia, 11(1), 99–108. https://doi.org/10.23887/jppbi.v11i1.3412
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sundqvist, P. (2019). Commercial digital games and informal language learning. Dalam M. Dressman & R. W. Sadler (Penyunting), The Handbook of Informal Language Learning (hlm. 207–220). Wiley-Blackwell. https://doi.org/10.1002/9781119472384.ch14
Ulum, M., Astika, I. M., & Darmayanti, I. A. M. (2022). Penggunaan aplikasi TikTok dalam pembelajaran bahasa Indonesia baku dan nonbaku. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 12(3), 259–266. https://doi.org/10.23887/jpss.v12i3.48910
Usop, D. S., & Astuti, A. D. (2022). Pengaruh self-regulated learning, intensitas penggunaan media sosial, dan motivasi belajar terhadap prokrastinasi akademik. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(3c), 1782–1790. https://doi.org/10.29303/jipp.v7i3c.892
Yanthi, N. (2024). Penggunaan platform media sosial (YouTube, Instagram, dan TikTok) sebagai sumber belajar informal siswa sekolah menengah pertama. EDUTECH: Jurnal Teknologi Pendidikan, 23(1), 12–25. https://doi.org/10.17509/edutech.v23i1.65210
Yulianti, A. (2016). Self regulated learning siswa dilihat dari hasil belajar. Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia, 2(1), 98–102. https://doi.org/10.29210/12016298
Zhang, L., & Cheng, X. (2023). Microlearning through short-video platforms: A cognitive load perspective on informal digital learning. Educational Technology Research and Development, 71(4), 1420–1442. https://doi.org/10.1007/s11423-023-10211-y
Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a self-regulated learner: An overview. Theory Into Practice, 41(2), 64–70. https://doi.org/10.1207/s15430421tip4102_2
DOI: https://doi.org/10.17509/e.v25i3.107278
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 EDUTECH

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.















