PENGARUH PENCAMPURAN MORDAN TERHADAP HASIL ECOPRINT TEKNIK HAMMERING PADA BAHAN KATUN MORI PRIMISSIMA MENGGUNAKAN DAUN LANANG (Oroxylum Indicum)

Rania Salsabila Ali, Weni Nelmira, Adriani Adriani, Samuel Martin Pradana

Abstract


This research explores the use of lanang leaves (Oroxylum indicum) as a natural source of motifs on fabric through the hammering technique combined with mordant treatments. The study aims to describe the color variations, motif clarity, and wash fastness of ecoprint results applied to primissima mori cotton fabric. This experimental research used primissima mori cotton processed with lanang leaves and different mordant combinations, namely alum, ferrous sulfate, and slaked lime. Primary data were obtained through organoleptic tests using questionnaires distributed to 18 panelists. Data analysis employed frequency percentages and the Friedman k-related test using SPSS version 26.

The findings reveal that lanang leaf ecoprints produce diverse color outcomes depending on the mordant combinations. In terms of motif clarity, samples without mordant received 50% ratings in the “very clear” and “clear” categories. The combination of ferrous sulfate–slaked lime obtained 44% ratings as “fairly clear,” while alum–ferrous sulfate reached 50% “fairly clear.” The best clarity result was found in the alum–slaked lime combination, with 57% of panelists rating it as “very clear.” The wash fastness test using the Friedman k-related analysis showed a significance value of 0.00 < 0.05, indicating significant differences in the ecoprint results of lanang leaves across different mordant treatments.

In conclusion, variations in mordant application strongly influence the resulting color, motif clarity, and wash fastness of lanang leaf ecoprints on primissima mori cotton fabric.

 

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum diketahuinya pengaruh mordan  yang dicampur tehadap hasil ecoprint menggunakan daun lanang (Oroxylum indicum) pada bahan katun mori primissima. Biasanya mordan yang digunakan hanya satu jenis seperti tawas, tunjung, dan kapur sirih. Penelitian ini bertujun untuk mendeskripsikan hasil ecoprint menggunakan mordan yang dicampur (tunjung dan kapur sirih, tawas dan tunjung, tawas dan kapur sirih) meliputi arah nama warna, kejelasan bentuk motif dan ketahanan luntur warna pada pencucian. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Data yang diperoleh dari panelis sebanyak 18 orang terdiri dari 3 panelis ahli dan 15 panelis terlatih. Data primer diperoleh melalui uji organoleptik dengan instrumen berupa kuesioner yang diisi oleh 18 panelis. Analisis data dilakukan menggunakan persentase frekuensi serta uji Friedman k-related dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian membuktikan bahwa ecoprint daun lanang menghasilkan variasi warna berbeda pada setiap perlakuan mordan. Pada kejelasan bentuk motif, tanpa mordan diperoleh 50% penilaian panelis dalam kategori sangat jelas dan jelas. Campuran mordan tunjung–kapur sirih memperoleh 44% penilaian cukup jelas, sementara campuran tawas–tunjung memperoleh 50% cukup jelas. Adapun campuran tawas–kapur sirih membuktikan hasil terbaik dengan 57% panelis menilai sangat jelas. Uji ketahanan luntur terhadap pencucian menggunakan uji Friedman membuktikan nilai signifikansi 0,00 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan pada hasil ecoprint daun lanang berdasarkan variasi pencampuran mordan. Dengan demikian, penggunaan variasi mordan terbukti memengaruhi kualitas warna, kejelasan motif, serta daya tahan luntur hasil ecoprint pada bahan katun mori primissima.


Keywords


ecoprint; mordant; hammering technique; oroxylum indicum; primissima mori cotton

Full Text:

PDF

References


Anugrah, H., & Novrita, Z. (2023). Jurnal Pendidikan Tambusai, Vol. 7, No. 2, Penerapan Eco Print Daun Jati (Tectona Grandis) Pada Bahan Katun Menggunakan Mordan Tawas.

Arfahdini, B., & Sukardi, A. (2025). Pengaruh Mordan Tawas, Tunjung, Dan Kapur Sirih Terhadap Hasil Ecoprint Daun Semangka (Citrullus Lanatus) Pada Kain American Drill Dengan Teknik Hammering. EDUTECH, 24(1), 360–372. https://doi.org/10.17509/e.v24i1.80272

BENTH Adriani, L., & Atmajayanti, C. (2023). Pengaruh Mordan Tunjung Dan Kapur Sirih Terhadap Hasil Ecoprint Daun Iler (Coleus Scutellarioides. Jurnal Seni Rupa, 12.

Cantika, M. I., & Hendrawan, A. (2021). Jurnal e-Proceeding of Art & Design : Vol.8, No.6, Pemanfaatan Daun Ketapang Sebagai Pewarna Alami Dengan Teknik Eco Print.

S., Eka Puspitasari, Y., Agustina Puspitasari, D., Iyati, W., Sari, M., Pratama Putra, A., Kamila, V., Are Sumarto, T., Lumban Gaol, N., Widyo Nugroho, P., & Rahmadhana, A. (2024). Pelatihan Eco-Print Dengan Memanfaatkan Ranting Mangrove Rhizophora Mucronata Sebagai Pewarna Alami Di Poklahsar Sumber Rejeki, Nguling, Pasuruan (Vol. 7).

Enggarwati, A., Sari, Y. A., & Wihandika, R. C. (2019). Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, Segmentasi Citra Kue Tradisional menggunakan Ruang Warna Hue Saturation Value dan Otsu Thresholding (Vol. 3, Issue 8). http://j-ptiik.ub.ac.id

Faraz, R. (2020). Callus extracts of Oroxylum indicum (L.) Vent containing baicalein have in vitro antioxidant and antibacterial activities. In Artículo original Biotecnología Vegetal (Vol. 20, Issue 1). https://orcid.org/0000- 0002-1952-589X

Guntur, G. (2019). A Conceptual Framework For Qualitative Research: A Literature Studies. Capture : Jurnal Seni Media Rekam, 10(2), 91–106. https://doi.org/10.33153/capture.v10i2.2447

Gustiani, N., Novrita, S. Z., & Adriani, A. (2024). Pengaruh Mordan Tawas, Tunjung dan Kapur Sirih Terhadap Hasil Pencelupan Kain Katun Mori Primissima dengan Ekstrak Daun Gambir (Uncaria Gambir Roxb). Jurnal Ilmiah Dikdaya, 14(2), 467. https://doi.org/10.33087/dikdaya.v14i2.692

Irianingsih. (2018). Yuk Membuat Eco Print Motif Kain Dari Daun Dan Bunga (Irianingsih (ed.)). Gramedia Pustaka Utama.

Kasih, D. P., Salsabila, I., Aulia D, S. N., Wulan P, E. G., & N, Y. A. (2022). Identifikasi Tanin pada Tumbuh-tumbuhan di Indonesia. Journal of Pharmacy, Medical and Health Science. https://journal.unsika.ac.id/

Khasanah, A., & Widowati, D. (2020). Pengaruh Zat Warna Alam (ZWA) terhadap Kualitas Hasil Ecoprint Teknik Steam Blanket. FASHION AND FASHION EDUCATION JOURNAL, 20. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ffe/index

Kusumaningtyas, I. A., Wahyuningsih, U., Jurusan, M., & Kesejahteraan, P. (2021). e-Journal Volume 10 Nomor 03, Analisa Hasil Penelitian Tentang Teknik Ecoprintmenggunakan Mordan Tawas, Kapur, Dan Tunjung Padaserat Alam. 10, 9–14.

Laili, U., Rohmawati, R., Hasina, S. N., Septianingrum, Y., & Rahayu, E. P. (2024). Eco Printing as an Environmentally Friendly Effort in Malaysia. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 5(1), 493–501. https://doi.org/10.37680/amalee.v5i1.3986

Larasati, N. (2019). Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, Penerapan Motif Daun Pepaya Dan Adas Sowa Dengan Teknik Eco Printing Pada Blus (Vol. 08).

Mardliyyah, R. (2022). Skripsi : Kualitas Ecoprint Teknik Steam Menggunakan Lima Jenis Zat Warna Alam. Universitas Negeri Semarang.

Masyitoh, F. (2019). Pengaruh Mordan Tawas Dan Cuka Terhadap Hasil Pewarnaan Ecoprint Bahan Katun Menggunakan Daun Jati (Tectona Grandis). Gorga Jurnal Seni Rupa, 08.

Nada, F., & Widowati, D. (2020). Fashion And Fashion Education Journal Kualitas Hasil Ecoprint Teknik Steam Menggunakan Mordan Tunjung, Tawas, dan Kapur Tohor. In FFEJ (Vol. 9, Issue 1). https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ffe

Nadiah, S., & Sukardi, A. (2025). Pengaruh Mordan Tawas, Tunjung, Dan Kapur Tohor Terhadap Hasil Ecoprint Menggunakan Daru (Hibiscus Tilaceus L) Pada Bahan Katun Toyobo Fodu Menggunakan Teknik Hammering. EDUTECH, 24(1), 409–421. https://doi.org/10.17509/e.v24i1.80270

Nisa, R. (2023). Pengaruh Mordan Tawas Dan Tunjung Terhadap Hasil Eco Print Daun Seledri (Apium Graveolens L ) PADA BAHAN KATUN. Jurnal Seni Rupa, 12.

Nisar, N., Li, L., Lu, S., Khin, N. C., & Pogson, B. J. (2015). Carotenoid metabolism in plants. In Molecular Plant (Vol. 8, Issue 1, pp. 68–82). Cell Press. https://doi.org/10.1016/j.molp.2014.12.007

Nur Khamidah, K., & Lestari, R. (2024). Pengaruh perendaman larutan basa sabun cair pencuci piring terhadap pewarnaan indigosol pada kain mori primissima. In Canting Jurnal Batik Indonesia (Vol. 1, Issue 1). https://jurnal.unikal.ac.id/index.php/canting

Paksi Pratama, F., & Sugiharto, A. (2024). UJI Efektivitas Pelarut Ekstraksi Flavonoid Dari Akarkayu Bajakah Dengan Variabel Pelarut Etanol, Etilasetat Dan MetanoL. Simposium Nasional RAPI XXIII.

Pujilestari, T., Kerajinan, B. B., & Batik, D. (2014). Jurnal Dinamika Kerajinan dan Batik, Vol. 31, No. 1, Pengaruh Ekstraksi Zat Warna Alam Dan Fiksasi Terhadap Ketahanan Luntur Warna Pada Kain Batik Katun The Effect Extraction Method and Fixation of Natural Dyes to Color Fastness on Cotton Fabric.

Pujilestari, T., Kerajinan, B. B., & Batik, D. (2015). Review : Sumber Dan Pemanfaatan Zat Warna Alam Untuk Keperluanindustri (Review : Source and Utilization of Natural Dyes for Industrial Use).

Purnamasari, A., Zelviani, S., Fuadi Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Jl Sultan Alauddin No, N., & Selatan, S. (2022). Jurnal Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi, Volume 16, Nomor 1, Analisis Nilai Absorbansi Kadar Flavonoid Tanaman Herbal Menggunakan Spektrofotometer UV-VIS.

POWO (2024). "Plants of the World Online. Facilitated by the Royal Botanic Gardens, Kew. Published on the Internet; https://powo.science.kew.org/."

R, S., & Nelmira, W. (2024). Pengaruh perbedaan fiksator tawas tunjung dan kapur sirih terhadap hasil ecoprint teknik hapazome pada bahan katun menggunakan daun pakis (pterydophyta).

Rasmi, S., & Nelmira, W. (2024). Pengaruh perbedaan fiksator tawas tunjung dan kapur sirih terhadap hasil ecoprint teknik hapazome pada bahan katun menggunakan daun pakis (pterydophyta). In Jurnal Ilmia Multidisiplin Terpadu (Vol. 8, Issue 8).

S, M., & Ariansah, M. (2021). Panorama Mengamplifikasi Gagasanmelalui Media Audio-Visual. Jurnal IMAJI, 12. https://doi.org/10.52290

Saptutyningsih, E., & Wardani, D. (2019). Pemanfaatan Bahan Alami Untuk Pengembangan Produk Ecoprint Di Dukuh Iv Cerme, Panjatan, Kabupatenkulonprogo. WARTA LPM, 22.

Sharma, K. G., Devi, T. L., Singh, O. M., & Singh, T. P. (2022). Oroxylum indicum Vent.: A Review on its Phytochemical and Pharmacological Profile. In Asian Journal of Chemistry (Vol. 34, Issue 3, pp. 459–472). Asian Publication Corporation. https://doi.org/10.14233/ajchem.2022.23479

Song Ai, N., & Yunia Banyo, dan. (2011). Jurnal Ilmiah Sains Vol. 11 No. 2, Konsentrasi Klorofil Daun Sebagai Indikator Kekurangan Air Pada Tanaman.

Suparno, O. (2020). Potensi Dan Masa Depan Serat Alam Indonesia Sebagai Bahan Baku Aneka Industri. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 02, 221–227. https://doi.org/10.24961/j.tek.ind.pert.2020.30.2.221

Suprihatiningsih. (2016). Keterampilan tata busana di Madrasah Aliyah.

Thakker, A. M., & Sun, D. (2021). Research Gateway: Biologically plant-based pigments in sustainable innovations for functional textiles-The role of green chemistry Biologically plant-based pigments in sustainable innovations for functional textiles-The role of green chemistry-A review.




DOI: https://doi.org/10.17509/e.v24i3.89055

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 EDUTECH

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Copyright © 2018 Edutech