Penggunaan Problem Based Learning pada Mata Pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan Teknik Mesin
Yusep Sukrawan, Mumu Komaro
Abstract
Pada mata pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan Teknik Mesin (DKKTM) siswa SMK selalu menghadapi masalah yang berkaitan dengan ilmu keteknikan yang harus diselesaikan untuk membentuk kompetensi yang diharapkan Kurikulum SMK. Salah satu solusi yang dianggap cocok untuk mengatasi masalah tersebut adalah penerapan problem based learning, dengan metode pemecahan masalah berbasis diskusi kelompok. Dengan diterapkannya model tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa.Metode penelitian yang digunakan adalah metodePenelitian Tindakan Kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan problem based learning berbasis diskusi kelompok dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada ranah kognitif dengan N-Gain0,71 dalam kategori tinggi. Nilai rata-rata ranah afektif 82,12 pada kategori positif dan nilai rata-rata ranah psikomotor 90,9 pada kategori amat baik, sedangkan nilai rata-rata aktivitas siswa pada kategori rendah.
Ahmad, A.J. (2009). Pendekatan Spices dan Problem Based Learning (PBL). [online]. Tersedia: staff.ui.ac.id/SPICESDANPROBLEMBASEDLEARNING-2009.doc. [20 Mei 2010].
Amir, Taufiq. (2009). Inovasi Pendidikan Melalui Problem Based Learning. Jakarta: Kencana.
Graaff, E. dan Kolmos, H. (2009).Research on PBL Practice in Engineering Education: Sense Publisher [online]. Tersedia: https://www.sensepublishers.com/files/9789087909321PR.pddf [15Juni 2010]
Hake, Richard.(1998).Analyzing Change/Gain Scores.[Online].Tersedia:physics.indiana.edu/~sdi/ajpv3i.pdf [20 Mei 2010]
Saptono, Rahmat. (2003). Is Problem Based Learning (PBL) a Better Approach for Engineering Education? CAFEO-21 (21st Conference of the Asian Federation of Engineering Organization).
Supardi, suharsimi, A. dan Suhardjono.(2009). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Akasara.
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.