Pengembangan Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Seni Membatik di Majalengka melalui Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan

Yaya Warlia Soleh

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran serta kegiatan pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan dalam pengembangan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam motif batik di Majalengka. Batik dipilih karena mencerminkan identitas bangsa Indonesia yang beraneka ragam. Selain itu, status batik sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity oleh UNESCO. Objek penelitian ini adalah motif batik gedong gincu yang menjadi ciri khas identitas budaya yang berkembang di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Majalengka dipilih sebagai tempat penelitian karena statusnya sebagai wilayah yang berkembang dan menjadi tempat dibangunnya Bandara Internasional Kertajati sebagai bandara terbesar kedua di Indonesia. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif mengingat penyampaian hasil penelitian disajikan dalam bentuk rangkaian kata, bukan angka. Penulis mengumpulkan berbagai motif batik yang menjadi ciri khas Majalengka. Kemudian menganalisis nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya untuk diajarkan kepada para siswa. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat setidaknya sembilan motif yang merupakan refleksi paling nyata dari masyarakat, bentang alam, dan budaya Majalengka, yaitu motif Ratu Simbar Kancana, motif Nyi Rambut Kasih, motif angin, motif gedong gincu, motif lauk ngibing, motif lele, motif jagung, motif gunung seribu, dan motif pesawat. Hingga saat ini batik dengan motif gedong gincu telah diproduksi dalam bentuk kemeja, blus, daster, syal, rok, gamis, dan kain batik mentah. Beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam menjaga kelestarian corak batik Majalengka melalui penyelenggaraan pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan adalah metode pembelajaran kunjung karya dengan cara ikut serta dalam acara membatik yang rutin digelar di sentra batik, memeragakan cara membatik dengan arahan guru seni, mengunjungi gerai batik di sekitar Majalengka untuk membandingkan corak batik Majalengka dan corak lainnya, dan ikut serta dalam mempromosikan batik Majalengka sebagai identitas nilai-nilai budaya dan masyarakat Majalengka.

Keywords


seni budaya; batik; gedong gincu

Full Text:

PDF

References


Aditia, D. (2014). Analisis Visual Motif dan Makna Simbolis Batik Majalengka. Skripsi. Bandung: Tidak diterbitkan.

Nugroho, H. (2020). Pengertian Motif Batik dan Filosofinya. https://bbkb.kemenperin.go.id/index.php/post/read/pengertian_motif_batik_da n_filosofinya_0.

Purwitasari, A. & Karnain. (2022). Encyclopedia of Majalengka: The Hidden Gem in West Java. Gujarat: Sara Book Publication.

Purwitasari, A, Agustin, TD, & Karnain. (in press). Majalengka Concisely. Gujarat: Sara Book Publication.

Soetedja, Z, Suryati, D, & Milasari, AS. (2017). Seni Budaya: Buku Guru/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Suyatno. (2012). Pelaksanaan Evaluasi Hasil Belajar Seni Rupa Berdasarkan KTSP di SMA Negeri di Kabupaten Sleman. Skripsi. Yogyakarta: Tidak diterbitkan.

Trixie, A.A. (2020). “Filosofi Motif Batik sebagai Identitas Bangsa Indonesia”. Folio, Vol. 1. No. 1, pp. 1-9.

Widaningsih, E. (2012). “Pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan Menumbuhkan Kecerdasan Moral Secara Kompetitif”. Edu Humaniora Jurnal Pendidikan Dasar. Vol. 4. No. 2. DOI: https://doi.org/10.17509/eh.v4i2.2826


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Universitas Pendidikan Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 4.0 Internasional.