Studi Literatur: Peta sebagai Media Pembelajaran Keragaman Budaya Indonesia

Hany Trimukti Iswari, Sumardi Sumardi, Rosarina Giyartini

Abstract


Peta merupakan gambaran permukaan bumi yang menunjukkan letak suatu tempat yang dibuat pada bidang datar dengan menggunakan skala tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat dari peta ketika digunakan sebagai media pembelajaran keragaman budaya Indonesia. Metode dari penelitian ini adalah melalui studi literatur. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dengan menggunakan metode pengumpulan data adalah studi pustaka. Metode yang akan digunakan untuk pengkajian data ini adalah studi literatur. Data yang diperoleh dikompulasi, dianalisis, dan disimpulkan sehingga mendapatkan kesimpulan dari beberapa penelitian terdahulu untuk menjawab bagaimana efek atau manfaat dari peta ketika digunakan sebagai media pembelajaran. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa peta memiliki beberapa manfaat ketika digunakan dalam pembelajaran keragaman budaya Indonesia, yakni 1) meningkatkan pemikiran spasial siswa; 2) Meningkatkan pemahaman keragaman budaya Indonesia pada siswa; 3) meningkatkan kesadaran siswa terhadap sikap toleransi antar perbedaan; 4) meningkatkan minat belajar siswa pada proses pembelajaran keragaman budaya Indonesia; 5) meningkatkan hasil belajar siswa pada keragaman budaya Indonesia; 6) menjadi media yang menarik bagi proses pembelajaran keragaman budaya Indonesia. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dengan berbagai manfaat tersebut, peta dapat digunakan sebagai media pembelajaran  pada materi keragaman budaya Indonesia. Oleh karena itu, disarankan pada penelitian selanjutnya untuk dapat mengembangkan peta untuk materi keragaman budaya Indonesia.


Keywords


studi literatur, peta, media pembelajaran, keragaman budaya Indonesia.

Full Text:

PDF

References


Ardiansyah, L. D. (2014). Pengembangan Media Papeda (Papan Peta Budaya Indonesia) Kelas IV Sub Tema 2 Indahnya Keragaman Budaya Negeriku Di Sekolah Dasar. (Skripsi) Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang.

Aripin, Deni. (2015). Penggunaan Media The Rainbow Maps Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Bentuk-Bentuk Keanekaragaman Suku Bangsa Dan Budaya Setempat. (Skripsi) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang.

Badruzaman, A., Nurdin, S & Apriliya, S. (2015). Pengaruh Penggunaan Media Visual Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Peta. Jurnal Pedadidaktika. hlm 118-128

Bednarz, W. S. Acheson, G and Bednarz, R. S. (2006). Maps and Map Learning in Social Studies. Research and Practice. National Council for the Social Studies. hlm 398-432

Committee on the Support for Thinking Spatially. (2005) The Incorporation of Geographic Information Science across the K-12 Curriculum, Committee on Geography, National Research Council, Learning to Think Spatially: GIS as a Support System in the K-12 Curriculum (Washington D.C.: National Academy Press).

Daryanto. 1993. Media Visual untuk Pengajaran Teknik. Bandung: Tarsito.

Gagne dan Briggs (1975) Instructional Technology: Foundations. Hillsddale: Lawrence Erlmaun Assciates, Publishers.

Gibson, James L., John M. Ivancevich & James H. Donnelly. (2000). Organization Behavior, Structure, Processes, 10th Edition, New York, McGraw-Hill

ICA. (International Cartographic Association). (1973). Multilingual Dictionary of Technical Terms in Cartography. Wiesbaden, Franz Steiner Verlag

Jamil Suprihatiningrum. (2013). Strategi Pembelajaran Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media

Lestari, Puji. (2010). Penggunaan Media Peta Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa kelas IV SD Negeri 01 Besuki Munjungan Trenggalek. Skripsi, Program Studi S1 PGSD Universitas Negeri Malang. Skripsi

Levie, W. Howard dan Levie, Diane. (1975). Pictorial Memory Processes. AVCR Vol. 23 No. 1 Spring 1975. pp. 81-97

Melfianora. (2019). Penulisan Karya Tulis Ilmiah Dengan Studi Literatur. Diakses dari: osf.io/efmc2

Miswar. D. (2012). Kartografi Tematik. Bandar Lampung:Aura.

Nasir, N. S., & Hand, V. M. (2006). Exploring sociocultural perspectives on race, culture, and learning. Review of Educational Research, 76, hlm 449-475

Poerwadarminta, W. J. S. (2011). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka: Depdikbud.

Sandberg, E. H. & Huttenlocher, J. (2016). Advanced Spatial Skills and Advance Planning: Components of 6-Year-Olds' Navigational Map Use. Journal of Cognition and Development. hlm 51-70

Sudjana, N. & Ahmad R. (2001). Media Pengajaran. Bandung: Sinar baru Algensindo

Suryani, N., Setiawan, A., Putria, A. (2018). Media Pembelajaran Inovatif dan Pengembangannya. Bandung: Remaja Rosdakarya

Taylor, W. & Plewe, B. (2006). The Effectiveness of Interactive Maps in Secondary Historical Geography Education. Article in Cartographic Perspectives. hlm. 16-33

Tilaar, H. A. R. (2002). Pendidikan, kebudayaan, dan masyarakat madani. Bandung: Remaja Rosdakarya

Tylor, E.B. (1920). Primitive Culture: Researches into the Development of Mythology, Philosophy. Religion, Language, Art, and Custom. London: John Murray, Albemarle Street, W.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

This Journal is published by Universitas Pendidikan Indonesia, licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
©All rights reserved 2017. Jurnal PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, ; 2406-8705 (issn print). 2774-213X (issn online)


Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya

Telepon (0265) 331860

Homepage http://pgsd-tasikmalaya.upi.edu/

Email: pedadidaktika_tasik@upi.edu dan pedadidaktika.jurnal@gmail.com