Pendidikan Karakter Anak dalam Komunitas Sekolah Marjinal di Yogyakarta
Abstract
Pendidikan bagi anak-anak marginal di Indonesia, terutama di Yogyakarta, masih belum optimal meski sudah ada kebijakan wajib belajar sembilan tahun. Faktor-faktor seperti keterbatasan infrastruktur, akses sulit, dan kurangnya pendidikan karakter berkontribusi pada rendahnya kualitas pendidikan di wilayah marginal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pendidikan karakter yang ada di Komunitas Sekolah Marjinal,
serta faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pendidikan karakter di Komunitas Sekolah Marjinal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah ketua Komunitas Sekolah Marjinal, relawan Komunitas Sekolah Marjinal, dan anak-anak di Komunitas Sekolah Marjinal yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di Komunitas Sekolah Marjinal (KSM) memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak yang mencakup aspek religius, sosial, nasionalis,
kemandirian, dan kreativitas. Faktor pendukung dalam penerapan pendidikan karakter anak di Komunitas Sekolah Marjinal (KSM) yaitu komitmen dan dedikasi dari pengurus dan relawan, kesadaran akan pentingnya pendidikan karakter dari berbagai pihak, lingkungan sekitar, serta keterlibatan dan dukungan orang tua. Sedangkan faktor penghambat meliputi pergantian dan ketidaksiapan pengajar, keterbatasan pada
kondisi anak marginal, sarana dan prasarana yang kurang memadai, serta penggunaan handphone atau sosial media yang kurang tepat.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Andrian, D., Syaifullah, S., & Insani, N. (2023). Peran Rumah Belajar Gauri Arunika Kartala Dalam Meningkatkan Moralitas Anak jalanan. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(22), 241-252.
Ariany, F., Ningsih, M., & Garnika, E. (2023). Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan Dasar Berdasarkan Perspektif Hukum. Empiricism Journal, 4(1), 175-180.
Astri, H. (2014). Kehidupan Anak Jalanan di Indonesia: Faktor Penyebab, Tatanan Hidup Dan Kerentanan Berperilaku Menyimpang. Aspirasi, 5(2), 145-155.
Ayuningtyas, I. (2021). Ketimpangan akses pendidikan di Kalimantan Timur. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(2), 117-129.
Destiani, D. A., Nastia, N., & Basir, M. (2023). Peran Dinas Sosial Terhadap Penanggulangan Anak Pengemis Di Kota Baubau. Jurnal Inovasi Penelitian, 4(3), 555-564.
Efendi, R., & Wahyudi, K. E. (2024). Pemberdayaan Anak Marjinal Melalui Peran Yayasan Arek Lintang Surabaya. Indonesia Journal of Sociology, Education, and Development, 6(1), 81-100.
Fadhillah, F. R., Suwena, I. N., & Wiasti, N. M. (2023). Komunitas Rumah Belajar Kambodja Sebagai Ruang Pendidikan Alternatif Bagi Anak Marginal di Kota Denpasar, Bali. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(2), 579-588.
Lestari, S., & Fathiyah, K. N. (2023). Analisis Pembelajaran dalam Meningkatkan Kemandirian pada Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 398– 405.
Mainuddin, M., Tobroni, T., & Nurhakim, M. (2023). Pemikiran Pendidikan Karakter Al-Ghazali, Lawrence Kolberg dan Thomas Lickona. Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 6(2), 283–290.
Ra’is, D. U. (2017). Peta Inklusi Sosial Dalam Regulasi Desa. Reformasi, 7(2): 88-107.
Radistyo, Y., & Wicaksono, H. (2023). Analisis dan Pemetaan Konsientisasi Praktik Pendidikan Sekolah Komunal Vonggo (SKV) Pada Masyarakat Terisolir Di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 13(1), 43-60.
Sandora, M. (2019). Konsep pendidkan anak marginal dalam perspektif pendidikan berbasis masyarakat. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender, 18(2), 196-216.
Septianto, H. (2021). Pemetaan Anak Putus Sekolah di Kota Yogyakarta Tahun 2016-2020. Jurnal Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan, 10(4), 1–11.
Setiyowati, R., & Harmanto, H. (2022). Strategi Komunitas Save Street Child Surabaya dalam Pendidikan Karakter Religius dan Toleransi pada Anak Jalanan di Surabaya. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 10(2), 443-458.
Suminar, A. (2018). Implementasi Pendidikan Karakter Anak Usia Dini (Studi Kasus Di Kelompok Bermain Pelangi Bangsa Pemalang). Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah, 3(1): 10-16.
Supriatna, U. S. (2016). Pengembangan model pembelajaran komprehensif dalam pendidikan ilmu pengetahuan sosial di sekolah dasar. JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran), 2(1), 319-333.
Sutarjo, S. (2023). Mengoptimalisasikan Pendidikan Karakter Siswa Sebagai Fondasi Kebangkitan Generasi Emas 2045. Jurnal Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (JKIP), 1(4), 257–262.
Syafitri, A., Hanani, S., Devi, I., Akhyar, M., & Simbolon, A. M. Y. (2024). Pengkajian Perspektif Karl Marx dalam Manajemen Pendidikan: Analisis terhadap Ketidaksetaraan Sosial dalam Sistem Pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial (JUPENDIS), 2(1), 182-196.
Syahid, A. H. (2015). Pemberdayaan Masyarakat Marginal di Perkotaan. Lembaran Masyarakat: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 1(2), 155-168.
UNICEF. (2022). Laporan Tahunan Indonesia 2022. Diunduh di https://www.unicef.org/indonesia/media/17226/file/
Laporan%20Tahunan%20UNICEF%20Indonesia%202022%20-%20Single%20page.pdf
DOI: https://doi.org/10.17509/sosietas.v15i1.80481
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

.png)



