Pemetaan dan Perencanaan Peningkatan Mutu Berbasis SWOT-Balanced Scorecard di Perguruan Darul Hikam Bandung

Asep Rosidin

Abstract


Tujuan utama penjaminan mutu internal sekolah adalah membantu lembaga dalam melakukan perbaikan mutu secara terus-menerus serta evaluasi berkala sebagai early warning system terhadap adanya masalah dan tantangan perubahan dinamisasi mutu dalam lingkungan strategis lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemetaan dan perencanaan peningkatan mutu lembaga dalam siklus penjaminan mutu internal sekolah, serta mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukungnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif, studi kasus di SMP DHIS Secondary Lembang, pengumpulan data melalui wawancara, pengamatan dan studi dokumen, pengolahan data menggunakan software NVivo 11. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; Pertama; pemetaan dan perencanaan peningkatan mutu dilaksanakan melalui Evaluasi Program Sekolah berbasis SWOT Analysis dan Balanced Scorecard (BSC). Pemetaan mutu dilakukan melalui evaluasi kinerja sebagai proses evaluasi strategi dalam manajemen strategik dengan mengembangankan instrumen evaluasi program sekolah berbasis BSC; Kedua; Perencanaan peningkatan mutu sebagai proses formulation strategic dilakukan melalui analisis lingkungan strategis menggunakan SWOT Anysis dan Balanced Scorecard. Ketiga; Faktor penghambat utama yaitu dalam pengelolaan data dan penggunaan SWOT dan BSC secara terpisah. Faktor pendukung utama adalah dukungan manajemen puncak dalam pengembangan model evaluasi dan perencanaan strategis. Rekomendasi penelitian ini adalah penggunaan metode Integrated SWOT Analysis Balanced Scorecard dalam pemetaan dan perencanaan peningkatan mutu internal sekolah.

Keywords


Quality Assurance, Performance Evaluation, Strategy Formulation

Full Text:

PDF

References


Akdon. (2006). Strategic Management for Educational Management (Manajemen Strategik untuk Manajemen Pendidikan. Bandung: ALFABETA.

Arikunto, S., & Safrudin, C. (2008). Evaluasi program pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Cheng, Y. C. (2001). Paradigm Shifts in Quality Improvement in Education: Three Waves for the Future. China: National Institute of Education Research.

Dally, D. (2010). Balanced ScoreCard: Suatu Pendekatan dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. (2016). Pedoman Umum Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah. (2016). Petunjuk Pelaksanaan Penjaminan Mutu Pendidikan oleh Satuan Pendidikan. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hendricks, K., & et.all. (2004). The Balanced Scorecard: To adopt or not to Adopt Invey Business. Journal, WWW.iveybusinessjournal.com.

IMHE. (2010). Learning Our Leason: Review of Quality Teaching in Higher Education. EDUIMHE, 1-82.

J.David, H., & Wheelen, T. L. (2003). Manajemen Strategis. Yogyakarta,: Andi.

Kaplan, R. S., & Norton, D. P. (2000). Balanced Scorcard “Menerapkan Strategi Menjadi Aksi. (P. R. Pasla, Penerj.) Jakarta: Erlangga,.

Kokeyo, C. A., & Oluoch, J. (2015). Self Evaluation: A Case Study of a School in Dar Es Salaam, Tnzania. Journal of Education and Practic, 6(21), 50-51.

Moerdiyanto. (2009). Strategi Pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPPMP) oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. Jurnal Informasi, XXXV(2), 43-61.

Nasyith , F. (2017). Strategi Pemberdayaan Guru oleh Kepala Sekolah. Jurnal Administrasi Pendidikan, 24(1), 47-59.

Nevo, D. (2002). School-Based Evaluation: an Interbnational Perspective. Oxford: Elsevier Science.

Nuchron, Soenarto, & FX. Sudarsono. (2013). Model Evaluasi Diri Sekolah Menengah Kejuruan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Vokasi, 3(1), 80-89.

Pramono, J. (2014). Analisis Pengukuran Kinerja SMK Negeri 6 Surakarta dengan Pendekatan Balanced Scorecard. GEMA, 26(48), 1335-1355.

Rangkuti, F. (2015). SWOT Balanced Scorecard: Teknik Menyusun Strategi Korporat yang Efektif plus Cara Mengelola Kinerja dan Risiko. Jakarta: PT Gramedia.

Robbins, & Coulter. (2007). Manajemen. Jakarta: Indeks.

Roselie McDevitt, C. G., & Solomon, N. (2008). Strategy revitalization in academe: a balanced scorecard approach. IJEM (International Journal of Educational Management, 46.

Sallis, E. (2010). Total Quality in Management: Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan. (A. A. Riyadi, & Fahrurrozi, Penerj.) Jogjakarta: IRCiSoD.

Sudjana, D. (2006). Evaluasi Program Pendidikan Luar Sekolah: Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Sutarsih, C., Danny, M., & Azan, K. (2015). Mutu Layanan Akademik. Jurnal Administrasi Pendidikan, 22(1), 190-203.

Tilaar, H. (2001). Manajemen Pendidikan Nasional. Baandung: Remaja Rosda Karya.

Triatna, C. (2007). Evaluasi Kinerja Guru dan Upaya Penjaminan Mutu Sekolah. Jurnal Administrasi Pendidikan, 5(1), 1-15.

Umar, H. (2008). Strategi Management In Action (Konsep, Teori, dan Teknik Menganalisis Manajajemen Strategis). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Willborn, Walter. (1994). Global Management of Quality Assurance Systems. Singapore: Mc. Grawhill.


Refbacks



Copyright (c) 2017 Jurnal Administrasi Pendidikan



ISSN: p.1412-8152 e.2580-1007
Jurnal Administrasi Pendidikan is issued by Program Studi Administrasi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
free
hit counter
View My Stats