PENDIDIKAN BUDAYA BAHARI MEMPERKUAT JATI DIRI BANGSA

Heni Waluyo Siswanto

Abstract


Indonesia secara geografis merupakan sebuah negara kepulauan dengan dua pertiga luas lautan lebih besar daripada daratan. Hal ini bisa terlihat dengan adanya garis pantai di hampir setiap pulau di Indonesia (± 81.000 km) yang menjadikan Indonesia menempati urutan kedua setelah Kanada sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Selain itu, perairan laut di Indonesia dikenal sebagai salah satu daerah “mega biodiversity” penting di dunia dan juga mengandung potensi sumber daya yang tidak sedikit, baik berupa keanekaragaman sumber daya alam dan sumber daya buatan. Pendidikan budaya bahari yang dimaksud yakni perilaku hidup dan tata cara manusia sebagai masyarakat suatu bangsa terhadap laut dan pemanfaatan seluruh potensi kekayaan maritim yang ada di dalam, di atas, dan di sekitar laut guna memenuhi kebutuhan hidup masyarakat dan perekonomian suatu negara saat ini dan masa datang dengan menggali dan mengembangkan gagasan/ide berupa pengetahuan, sistem norma sosial dan teknologi yang mendukungnya.


Keywords


Budaya Bahari; Jati Diri Bangsa; Pendidikan Formal.

References


Ambariyanto, & Denny, N. S. (2012). Kajian Pembangunan Desa Pesisir Tangguh di Kota Semarang. Jurnal Riptek, 6(2).

Ardiwidjaja, R. (2016). Pelestarian Warisan Budaya Bahari: Daya Tarik Kapal Tradisional Sebagai Kapal Wisata. Kalpataru, Majalah Arkeologi, 25(1), 65–74.

BPS. (2014). Statistik Indonesia 2014. Badan Pusat Statistik.

Departemen Pendidikan Indonesia. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Dishidros TNI AL. (2004). Katalog Peta Laut dan Buku Nautika Indonesia. Jakarta: Dishidros TNI AL.

Forde, C. (1963). Habitat Economy and Society. New York: Dutton.

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books Inc.

Hartono, D. (2009). Membangun Negara Maritim Dalam Perspektif Ekonomi, Sosial, Budaya, Politik, dan Pertahanan. Indonesia Maritim Institute (IMI).

Hasan, S. H. (1984). An Evaluation of the 1975 General Senior Secondary Social Studies Curriculum Implementation in Bandung Municipality. Macquarie University.

Koentjaraningrat. (1964). Masyarakat desa di Indonesia masa ini. Jakarta: FE-UI.

Lampe, M. (2012). Bugis–Makassar Seamanship And Reproduction Of Maritime Cultural Values In Indonesia. Jurnal Humaniora, 24(2).

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. (2016). Inilah Status Terumbu Karang Indonesia Terkini. Retrieved March 7, 2017, from http://lipi.go.id/berita/inilahstatus-terumbu-karang-indonesia-terkini/15024/pers realese 11 Februari 2016/

Miller, J. P., & Seller, W. (1985). Curriculum Perspectives and. Practice. New York: Longman.

Motik, C. (2010). Negara Kepulauan Menuju Negara Maritim: 75 Tahun Prof. Dr. Hasjim Djalal, MA, IND HILL.CO. Jakarta.

Penasinergi. (2016). Pendidikan Versi Ki Hajar Dewantara. Retrieved January 16, 2018, from https://penasinergi.wordpress.com/2016/03/21/pendidikan-versi-ki-hajar-dewantara

Pusat Kurikulum dan Perbukuan. (2017). Naskah Akademik Diversifikasi Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta.

Samekto, A. P. (2017). Permasalahan Pesisir Dan Sumber Daya Laut Manajemen Di Indonesia. Retrieved from Jurnal.stimart-amni.ac.id/index.php/JSTM/article/download/91/34.

Spradley, J. P. (1972). Culture and Stress: A Quantitative Analysis. American Anthropologist, 74(3).

Sungkawa, D. (2017). No Title. Retrieved November 27, 2017, from http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/195502101980021 DADANG SUNGKAWA/ Bahan_Ajar_GRI/GRI_Gabungan_Cetak.pdf

Tax, S. (1953). Penny Capitalism. A Case Study Dealing With a Guatemalan Indian Economy.

Tinambunan, H. S. R. (2016). Pemberdayaan Masyarakat Desa Pesisir Melalui Penguatan Budaya Maritim Dalam Menghadapi Pasar Bebas Masyarakat Ekonomi Asean. Fiat Justisia Journal of Law, 10(1).

Yunandar. (2004). Budaya Bahari dan Tradisi Nelayan di Indonesia. Sabda, 22–35.




DOI: http://dx.doi.org/10.17509/jpis.v27i2.14096

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.