Integrasi Literasi Kritis dan Deteksi Hoax dalam Pembelajaran Digital

Ayla Zahra Adnan, Zaskia Ananta, Annarha Nayla, Fadhylah Zaini Pardede, Romatua Harianja, Tri Indah Prasasti, Sri Ulina Br. Sembiring

Abstract


Mendorong pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan personal telah mengubah pendidikan secara signifikan dan meningkatkan hasil pembelajaran di dunia yang digerakkan oleh teknologi saat ini. Namun kebangkitan era digital juga menghadirkan tantangan besar, termasuk penyebaran misinformasi dan berita palsu yang mempengaruhi cara siswa belajar dan berpikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi integrasi, kreativitas dan literasi kritis hoaks ke dalam pendidikan digital guna memperkuat kemampuan siswa dalam menganalisis dan menyebarkan informasi secara bijak. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang didukung oleh observasi pustaka, penelitian ini fokus pada literasi digital, pemikiran kritis, dan keterampilan pengecekan fakta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mempromosikan literasi digital di kalangan anak muda, khususnya pelajar, meningkatkan kreativitas, pemikiran mandiri, dan kemampuan untuk memerangi misinformasi. Oleh karena itu, menanamkan kreativitas, literasi kritis, dan kesadaran hoaks dalam pendidikan digital memberikan dasar yang kuat untuk membangun pengalaman belajar yang inovatif, adaptif, dan berorientasi masa depan.

Keywords


literasi kritis; deteksi hoax pembelajaran digital; literasi digital; inovasi.

Full Text:

PDF

References


Al-Ahmad, A., et al. (2025). Digital learning and the 21st-century skills gap. Journal of Educational Technology, 12(1), 45–60.

Annisa, W. N., Agustina, C. W., Puspitasari, W., Noor Rofi’ah, K. N., & Ramadhan, S. A. (2021). Peran literasi digital untuk mencegah penyebaran hoaks bagi masyarakat Indonesia. Jurnal Ilmiah, Universitas Negeri Jakarta.

Asia, M., Ridwan, & Djuanda. (2021). PKM pelatihan literasi informasi untuk siswa dalam memerangi hoaks di dunia digital. UK Institute.

Belshaw, D. (2012). The essential elements of digital literacies. Bristol: University of Bristol Press.

Choi, B., Lee, H., & Lee, J. (2018). The effects of digital learning on student engagement and pedagogical innovation. Computers & Education, 127, 233–245.

Facione, P. A. (1998). Critical thinking: What it is and why it counts. Millbrae, CA: Measured Reasons.

Fauzi, & Marhamah. (2021). Pengaruh literasi digital terhadap pencegahan informasi hoaks pada remaja di SMAN 7 Kota Lhokseumawe. Jurnal Pekommas, 6(2), Oktober 2021.

Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed. New York: Continuum.

Freire, P. (2000). Education for critical consciousness. New York: Continuum.

Georgiou, N. (2025). Integrating digital literacy and critical media education in secondary schools. Journal of Media Literacy Education, 17(1), 23–38.

Gilster, P. (1997). Digital literacy. New York: Wiley.

Gunawan, I., & Yusuf, R. (2023). Integrating critical thinking and digital literacy in collaborative learning: Evidence from Indonesian schools. International Journal of Instruction, 16(2), 501–518.

Hobbs, R., & Mihailidis, P. (2016). Media literacy for the 21st century: Integrating critical literacy and digital skills. London: Routledge.

Horning, A., & Appatova, N. (2023). Embedding critical literacy in higher education curricula: A framework for digital learning. Journal of Higher Education, 94(4), 507– 526.

Janks, H. (2010). Literacy and power. New York: Routledge.

Kennedy, T., et al. (2021). Digital media literacy interventions in higher education: Reducing susceptibility to fake news. Computers & Education, 173, 104271.

Kustini, S., Maulana, A., & Yuliani, N. (2020). Beyond traditional literacies: A multimodal-based instruction to fostering student digital literacy learning. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 20(1), 1–12. Universitas Pendidikan Indonesia.

Lewandowsky, S., Ecker, U. K., & Cook, J. (2017). Beyond misinformation: Understanding and coping with the “post-truth” era. Journal of Applied Research in Memory and Cognition, 6(4), 353–369.

Livingstone, S. (2014). The class: Digital learning and participation in the 21st century. Cambridge: Polity Press.

Luke, A. (2000). Critical literacy in Australia: A matter of context and standpoint. Journal of Adolescent & Adult Literacy, 43(5), 448–461.

Maulana, A. N., Setyaningrum, V. D., & Rahayu, D. I. (2021). Literasi digital dalam mencegah penyebaran konten hoaks pada aparatur pemerintah desa. Jurnal Pengabdian Masyarakat Maulana, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Ng, W. (2012). Can we teach digital natives digital literacy? Computers & Education, 59(3), 1065–1078.

Prensky, M. (2010). Teaching digital natives: Partnering for real learning. Thousand Oaks, CA: Corwin Press.

Sa’adah, U., Lasan, B. B., & Hidayah, N. (2021). Berpikir kritis atas informasi hoaks di media sosial bagi siswa tingkat SMA. Jurnal Pendidikan Humaniora, Universitas Negeri Malang.

Salsabila, A. A. (2021). Pentingnya literasi di era digital dalam menghadapi hoaks di media sosial. Jurnal Insdun, Universitas Maritim AMNI.

Sopani, I. (2022). Literasi digital dalam menghadapi hoaks di masa pandemi. Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1), Januari 2022.

Susanto, H. (2018). Optimalisasi perancangan video pembelajaran berbasis web. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 18(2), 115–126. Universitas Pendidikan Indonesia.

Tandoc, E. C., Lim, Z. W., & Ling, R. (2018). Defining “fake news”: A typology of scholarly definitions. Digital Journalism, 6(2), 137–153.

Wardle, C., & Derakhshan, H. (2017). Information disorder: Toward an interdisciplinary framework for research and policy making. Council of Europe Report.

Zhou, Y., et al. (2024). Machine learning for fake news detection: A multimodal approach. Information Processing & Management, 61(3), 103147.




DOI: https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v25i2.91072

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra



    p-ISSN 1412-0712  |  e-ISSN 2527-8312

Lisensi Creative Commons

JPBS is published by:

Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (Faculty of Language and Literature Education), Universitas Pendidikan Indonesia,

in cooperation with

TEFLIN, and APPBIPA

View My Stats