PENERAPAN PENGETAHUAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN PADA PEMILIHAN MAKANAN JAJANAN MAHASISWA PENDIDIKAN TATA BOGA UPI

Leha Julaeha, Ai Nurhayati, Ai Mahmudatusa’adah

Sari


Penelitian ini dilatarbelakangi masih adanya mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Boga UPI yang mengkonsumsi makanan jajanan yang berbahan tambahan berbahaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pengetahuan bahan tambahan pangan berupa pewarna, pemanis, dan pengawet pada makanan jajanan snack, buah, dan minuman. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Deskriptif yang akan menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Boga UPI. Populasi penelitian adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Boga yang telah mempelajari Kimia Makanan sebanyak 121 mahasiswa. Sampel yang digunakan ditentukan dengan cara simple random sampling sebanyak 55 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah rata - rata mahasiswa kurang menerapkan pengetahuan bahan tambahan pangan dalam pemilihan makanan jajanan sehari – hari. Rekomendasi diberikan pada mahasiswa untuk dapat lebih mengaplikasikan pengetahuan bahan tambahan pangan pada pemilihan makanan jajanan.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Cohen, dkk (2008). Safety Of Saccharin. Agrofood Industry Hitech. 6:24-28. Teknoscienze.com/pdf/cohen. 11 november 2012

Eriawan, R & Imam , P. (2002) Analisa Dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Jakarta: PT bumi aksara

Helmawati, T. (2015). Lezat Sihtapi Sehat Nggak Ya?. Yogyakarta: Notebook

Mahmudatusa'adah, A. (2012). Bahan Tambahan Pangan. [Online]. Diakses dari http://www.upi.edu/

Nasution, A.D.O. (2009). Perilaku Penjaja Pangan Jajanan Anak Sekolah Tentang Gizi Dan Keamanan Pangan Di Lingkungan Sekolah Dasar Kota Dan Kabupaten Bogor . Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Instuti Pertanian, Bogor .

Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan Perilaku . Jakarta: Rineka Cipta.

Peraturan menteri kesehatan nomor 722/Menkes/Per/IX/1988, (1998). Bahan Tambahan Makanan, Jakarta, kementrian kesehatan RI

Peraturan menteri kesehatan nomor 924/Menkes/SK/VII/2003, (2003). Makanan Jajanan, Jakarta, kementrian kesehatan RI

Purtiantini. (2010). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Mengenai Pemilihan Makanan Jajanan dengan Perilaku Anak Memilih Makanan di SDIT Muhammadiyah Al Kautsar Gumpang Kartasura. (Skripsi). Program studi S1 Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah, Surakarta.

Putra, A. (2009). Gambaran Kebiasaan Jajan Siswa di Sekolah. [Online]. Diakses dari http://eprints.undip.ac.id

Siregar, S. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi Dengan Perbandingan Perhitungan Manual Dan SPSS. Jakarta:Kencana.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualtatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Wariah, C & Dewi, S.H.C (2013). Penggunaan Pengawet Dan Pemanis Buatan Pada Pangan Jajanan Anak Sekolah (Pjas) Di Wilayah Kabupaten Kulon Progo-DIY. (Jurnal.vol.33)

Widjajarta. (2007), jajanan Tidak Baik. [Online]. Diakses dari http://digilib.ekologi.litbang.depkes.go.id

Yuliarti, N. (2007). Awas! Bahaya Di Balik Lezatnya Makanan. Yogyakarta: Andi




DOI: https://doi.org/10.17509/boga.v5i1.8429

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.