Pengembangan E-Modul Sex Education sebagai penguatan pendidikan karakter pada mahasiswa

Asnur Lidayni, A. Arnidah, Citra Rosalyn Anwar

Abstract


The results of the initial observation of an online survey of students from the faculty of education representing the class of 2021 showed that when they hear the word sex, they are only introduced to their surroundings and get a lot of information about sex education via the internet. Of the 45 respondents from various media that were offered, they agreed that sex education could be taught through e-modules, and many did not even realize that sexual behavior reflects our character education. Researchers want to make e-modules (text, images, videos), and sex education must be equipped with character education. There has been no research on sex education as strengthening character education or in the form of E-Modules. The purpose of sexual education is not to arouse curiosity and want to try sexual relations between adolescents but to prepare adolescents about sexuality and its consequences if it is done without complying with the rules of law, religion, and customs as well as one's mental and material readiness. This development research refers to the steps of the development model S. Thiagarajan et al., 3D models, which consist of three stages: definition, design, and development.

 

Abstrak

Hasil observasi awal survei online mahasiswa fakultas ilmu pendidikan perwakilan angkatan 2021 bahwa dalam mendengar kata sex hanya diperkenalkan oleh lingkungan sekitar dan banyak mendapatkan informasi mengenai sex education melalui internet. Dari 45 responden berbagai media yang ditawarkan menyetujui sex education dapat diajarkan melalui e-modul bahkan banyak yang belum menyadari bahwa perilaku seksual mencerminkan pendidikan karakter kita. Peneliti ingin membuat dalam bentuk e-modul (teks, gambar, video) dan sex education harus dilengkapi dengan pendidikan karakter dikarenakan sebelumnya belum ada membuat penelitian sex education sebagai penguatan pendidikan karakter maupun dalam bentuk E-Modul. Tujuan dari pendidikan seksual bukan untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan ingin mencoba hubungan seksual antara remaja, tetapi untuk mempersiapkan Remaja mengetahui tentang seksualitas dan konsekuensinya jika dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum, agama dan adat istiadat serta mental dan materi kesiapan seseorang, Penelitian pengembangan ini mengacu pada langkah-langkah model pengembangan S. Thiagarajan, et.al., model 3D yang terdiri atas tiga tahap yaitu: pendefinisian (define), tahap Perancangan (design), dan tahap pengembangan (development).

Kata Kunci: Pendidikan karakter; pendidikan seks; perguruan tinggi; sumber belajar.


Keywords


Character education; college; learning resources; sex education

References


Asih, W. S. W. (2019). Pengembangan e-modul interaktif berbasis case (capture, solve and evaluation) pada materi luas permukaan dan volume kubus dan balok untuk sekolah menengah pertama tahun ajaran 2017/2018. Jurnal Pendidikan Matematika (JPM), 4(1), 24-31.

Banerjee, D., & Rao, T. S. (2020). Sexuality, sexual well being, and intimacy during COVID-19 pandemic: An advocacy perspective. Indian Journal of Psychiatry, 62(4), 418.

Brahmana, N. E., & Sitorus, M. E. J. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seks bebas pada remaja di Kecamatan Namorambe Kabupaten Deliserdang tahun 2015. Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup, 2(2), 1-15.

Cacciatore, R., Korteniemi-Poikela, E., & Kaltiala, R. (2019). The steps of sexuality: A developmental, emotion-focused, child-centered model of sexual development and sexuality education from birth to adulthood. International Journal of Sexual Health, 31(3), 319-338.

Cindana, H. (2020). Menahan arus: Pandangan Aisyiyah terhadap polemik wacana poligami, keluarga berencana, dan jilbab, 1970-1991. Periode: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah, 2(1), 69-86.

Daramawan, D., Arnidah, A., & Nurhikmah, N. (2021). Pengembangan buku cerita inspiratif penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal 3s (Sipakainge’, Sipakalebbi’, Sipakatau) untuk mahasiswa jurusan TP FIP UNM. Jurnal of Education, Technology, Curriculum, Learning, and Communication, 1(4), 192-197.

Dhiu, K. D., & Bate, N. (2017). Pentingnya pendidikan karakter di perguruan tinggi: Kajian teoritis praktis. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 1(11), 172-176.

Elvarita, A., Iriani, T., & Handoyo, S. S. (2020). Peningkatan materi pelajaran mekanika tanah. JPensil, 09(1), 1-7.

Ernica, S. Y., & Hardeli, H. (2019). Validitas dan praktikalitas e-modul sistem koloid berbasis pendekatan saintifik. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 1(4), 812-820.

Faswita, W., & Suarni, L. (2018). Hubungan pendidikan seks dengan perilaku seksual pada remaja putri di SMA Negeri 4 Binjai tahun 2017. Jumantik: Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan, 3(2), 28-45.

Fauzi, H. (2020). Strategi pendidikan karakter di perguruan tinggi. At-Ta'lim: Kajian Pendidikan Agama Islam, 2(1), 60-77.

Febriagivary, A. H. (2021). Mengenalkan pendidikan seksualitas untuk anak usia dini melalui metode bernyanyi. Jurnal Care (Children Advisory Research and Education), 8(2), 11-19.

Gaol, S. M. M. L., & Stevanus, K. (2019). Pendidikan seks pada remaja. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika, 2(2), 325-343.

Irsyad, M. (2019). Pendidikan seks untuk anak usia dini: Tindakan pendampingan dan pencegahan. Elementary: Jurnal Iilmiah Pendidikan Dasar, 5(1), 73-86.

Lestari, N. (2018). Prosedural mengadopsi model 4d dari Thiagarajan suatu studi pengembangan LKM bioteknologi menggunakan model PBL bagi mahasiswa. Jurnal Ilmiah Teknologi FST Undana, 12(2), 18-23.

Mahendradhani, G. A. A. R. (2020). Pendidikan seks bagi anak sejak dini persfektif gender sebagai bentuk kemandirian dalam lingkungan sosial. Sphatika: Jurnal Teologi, 11(1), 97-104.

Muhibah, S. (2020). Model pengembangan pendidikan karakter melalui pendidikan agama di perguruan tinggi: Studi kasus di Universitas Serang Raya. Edukasi: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan, 18(1), 54-69.

Nurhikmah, H., Hakim, A., & Wahid, M. S. (2021). Interactive e-module development in multimedia learning. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 13(3), 2293-2300.

Puspitasari, R., Hamdani, D., & Risdianto, E. (2020). Pengembangan e-modul berbasis HOTS berbantuan flipbook marker sebagai bahan ajar alternatif siswa SMA. Jurnal Kumparan Fisika, 3(3), 247-254.

Putri, D. P. (2018). Pendidikan karakter pada anak sekolah dasar di era digital. Ar-Riayah: Jurnal Pendidikan Dasar, 2(1), 37-50.

Riwanti, R., & Hidayati, A. (2019). Pengembangan modul pembelajaran tematik berbasis pendidikan karakter di kelas V sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 3(2), 572-581.

Rusdi, M., Mahmud, M. N., Hanafy, M. S., & Yaumi, M. (2017). Pelaksanaan pendidikan karakter di SMK Negeri 4 Makassar. Jurnal Diskursus Islam, 5(3), 527-547.

Salsabilah, A. S., Dewi, D. A., & Furnamasari, Y. F. (2021). Peran guru dalam mewujudkan pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 7158-7163.

Suhsmi, N. C., & Ismet, S. (2021). Materi pendidikan seks bagi anak usia dini. Jurnal Golden Age, 5(01), 164-174.

Tampubolon, G. N., Nurani, Y., & Meilani, S. M. (2019). Pengembangan buku pendidikan seksual anak usia 1-3 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 527-536.

Wahidin, U. (2017). Pendidikan karakter bagi remaja. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 2(3), 256-269.

Widiastuti, N. L. G. K. (2021). E-modul dengan pendekatan kontekstual pada mata pelajaran IPA. Jurnal imiah pendidikan dan pembelajaran, 5(3), 435-445.

Wijaya, R. M., & Arsal, T. (2021). Bentuk sex education orang tua pada remaja di Desa Kalirejo, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal. Solidarity: Journal of Education, Society and Culture, 10(2), 231-240.

Winatha, K. R. (2018). Pengembangan e-modul interaktif berbasis proyek mata pelajaran Simulasi Digital. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 15(2), 188-199.

Wulandari, R., & Suteja, J. (2019). Konseling pendidikan seks dalam pencegahan Kekerasan Seksual Anak (KSA). Prophetic: Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal, 2(1), 61-82.

Yodha, A. S., Abidin, Z., & Adi, E. P. (2019). Persepsi mahasiswa terhadap pelaksanaan e-learning dalam mata kuliah Manajemen Sistem Informasi mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang. JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 2(3), 181-187.

Yudia, S. M., Cahyo, K., & Kusumawati, A. (2018). Perilaku seksual pranikah pada mahasiswa kost (studi kasus pada perguruan tinggi “x” di wilayah Jakarta Barat). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 819-825.




DOI: https://doi.org/10.17509/jik.v19i2.45411

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Asnur Lidayni, A. Arnidah, Citra Rosalyn Anwar

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Inovasi Kurikulum
Published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)
in collaboration with Curriculum Development Study Program
Faculty of Education - Universitas Pendidikan Indonesia
Gedung FIP UPI Lt. 9 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154


Indexed By:

SINTA   GARUDA   Crossref      DOAJ DIMENSIONS Indonesia One Search BASE   ROAD

Google Scholar

Google Scholar p. ISSN 1829-6750 | Google Scholar e. ISSN 2798-1363


Creative Commons License
Inovasi Kurikulum journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.