PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA (Sebuah Refleksi)

Burhanuddin TR

Abstract


Manusia berkarakter merupakan tujuan pendidikan Agama Islam, yaiitu
manusia yang: a) mampu bertaqarrub dan menghambakan dirinya secara totalitas terhadap anturan Allah dan rasulNya, dan b) layak hidup sebagai manusia. Ia dapat membebaskan diri dari ketergantungan terhadap benda, pendewaan terhadap dunia. Ia tampil sebagai manusia yang memiliki nilai-nilai kemanusiaan sesuai fitrahnya yang dalam falsafah orang Pasundan atikan nu ngahasilkeun “Jalema nu cageur, bageur, bener, pinter, tur singer”, luyu jeung kunci budaya Ki Sunda, yakni siliasuh, siliasih,dan siliasah geusan ngahontal siliwawangi (siliwangi). Untuk dapat menghasilkan manusia yang berkarakter, diperlukan suri tauadan bersama antara orang tua, guru di sekolah, dan para tokoh Agama dan masyarakat di lingkungan sekitar. Patut pula diingat bahwa pembentukan jati diri manusia berkarakter berada pada tataran afeksi, dan pembelajaran dunia afeksi akan berhasil apabila dilakukan melalui metode “pelakonan, pembiasaan, dan suri tauladan” manusia-manusia dewasa.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.17509/md.v10i1.3244

Refbacks



 

Prodi PGSD, Universitas Pendidikan Indonesia, Kampus Purwakarta. metodikdidaktik@upi.edu

 

 

Creative Commons Licence
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.