IMPLEMENTATION OF REPETITION DEMONSTRATION TECHNIQUE TO IMPROVE MOTORCYCLE ENGINE OIL CHANGE ABILITY IN STUDENTS WITH MILD INTELLECTUAL DISABILITY

Ikhsan Juliansyah Maharis, Wahid Munawar, Sriyono Sriyono

Abstract


This study aims to examine the effectiveness of the repetition-demonstration technique in improving motorcycle engine oil replacement skills among students with mild intellectual disabilities at SLBN A Citeureup Cimahi. The research method employed was a Single Subject Research (SSR) design with an A-B-A-B model to compare baseline and intervention conditions. The subject of the study was an 18-year-old student with mild intellectual disability. Data were collected through direct observation and practical tests, with the dependent variables including frequency, percentage, duration, latency, magnitude, trials, and rate. The results showed significant improvement in all aspects after the application of the repetition-demonstration technique. In the first baseline phase, the subject was only able to complete 25 out of 42 steps (59.5%) with a duration of 13–16 minutes. After the intervention, the subject demonstrated improved performance, completing 40–42 steps (95–100%) with greater efficiency in duration. Visual analysis of the graphs confirmed the effectiveness of this technique in enhancing independence and procedural accuracy. These findings support the use of repetition-based demonstration methods as an inclusive teaching strategy for vocational skills.

 

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas teknik repetisi demonstrasi dalam meningkatkan kemampuan penggantian oli engine sepeda motor pada peserta didik tunagrahita ringan di SLBN A Citeureup Cimahi. Metode yang digunakan adalah Desain Subjek Tunggal (Single Subject Research) dengan model A-B-A-B untuk membandingkan kondisi baseline dan intervensi. Subjek penelitian adalah seorang peserta didik tunagrahita ringan berusia 18 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan tes praktik, dengan variabel terikat meliputi frekuensi, persentase, durasi, latensi, magnitude, trial, dan rate. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada semua aspek setelah penerapan teknik repetisi demonstrasi. Pada fase baseline 1, subjek hanya mampu menyelesaikan 25 dari 42 langkah (59,5%) dengan durasi 13–16 menit. Setelah diberi intervensi, subjek menunjukkan peningkatan kemampuan menjadi 40–42 langkah (95–100%) dengan durasi yang lebih efisien. Analisis visual grafik mengkonfirmasi efektivitas teknik ini dalam meningkatkan kemandirian dan ketepatan prosedur. Temuan ini mendukung penggunaan metode demonstrasi berbasis repetisi sebagai strategi pembelajaran inklusif untuk keterampilan vokasional.

Full Text:

PDF

References


Akbar, A. (2020). Metode demonstrasi dalam pembelajaran keterampilan praktik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Alloy, L. B., Riskind, J. H., & Manos, M. J. (2005). Abnormal psychology: Current perspectives (9th ed.). McGraw-Hill.

Anggraeni, P., Setiawan, A., & Dewi, R. (2023). Pengembangan media pembelajaran interaktif untuk servis sepeda motor. Jurnal Teknologi Pembelajaran, 5(1), 22-35.

Bawono, Y., & Wahidah, F. (2015). Strategi pembelajaran keterampilan vokasional untuk anak berkebutuhan khusus. Jakarta: Prenadamedia Group.

Brown, K., Lee, S., & Jones, M. (2023). Augmented reality for vocational skill training in individuals with cognitive impairments. Computers & Education, 185, 104521.

Chen, W., & Li, X. (2022). Task analysis approach in vocational training for young adults with mild intellectual disabilities. International Journal of Developmental Disabilities, 68(2), 134-148.

Davis, P., & Roberts, K. (2021). Errorless learning in vocational skill training. Journal of Applied Research in Intellectual Disabilities, 34(4), 1123-1135.

Delphie, B. (2006). Pembelajaran anak berkebutuhan khusus. Bandung: Refika Aditama.

Delphie, B. (2010). Program pembelajaran individual untuk anak berkebutuhan khusus. Yogyakarta: PT Pustaka Belajar.

Djamarah, S. B. (2000). Strategi belajar mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Green, T., & Adams, R. (2021). Peer tutoring in automotive vocational programs. Career Development and Transition for Exceptional Individuals, 44(2), 115-128.

Lawshe, C. H. (1975). A quantitative approach to content validity. Personnel Psychology, 28(4), 563-575. https://doi.org/10.1111/j.1744-6570.1975.tb01393.x

otomotif untuk ABK. Jurnal Pendidikan Teknik Otomotif, 14(2), 89-101.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 157 Tahun 2014 tentang Kurikulum Pendidikan Khusus.

Putri, A.D., & Suryanto, B. (2021). Pengaruh teknik demonstrasi berulang terhadap keterampilan mengganti oli motor pada anak tunagrahita ringan. Jurnal Pendidikan Khusus, 12(1), 45-58.

Susetyo, B. (2015). Statistika untuk analisis data penelitian. Bandung: PT Refika Aditama.




DOI: https://doi.org/10.17509/atikanoto.v2i2.89379

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



© 2024 ATIKANOTO: Journal of Automotive Engineering Education