ANALISIS MODEL PEMBIAYAAN UMKM MELALUI PERAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO

Devi Anggraeni, Erna Herlinawati

Abstract


Tujuan penelitian ini untuk menganalisis model pembiayaan yang sesuai dengan harapan pelaku UMKM melalui peran Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Metode penelitian menggunakan mix methods dengan jenis deskriptif-eksploratif. Populasi 150 UMKM di Kota Bandung Jawa Barat, dengan 52 sampel yang telah mendapat pembiayaan melalui LKM dan telah beroperasi minimal 3 tahun. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis SWOT, IFAS dan EFAS.

Hasil penelitian menunjukkan model pembiayaan belum sepenuhnya sesuai harapan pelaku UMKM, diantaranya prosedur pembiayaan dipersepsikan  rumit dan bunga masih tinggi, sehingga pelaku UMKM masih banyak yang mengandalkan modal sendiri dalam membiayai usahanya.  Berdasarkan temuan penelitian, maka model pembiayaan kooperatif dipersepsikan cocok untuk UMKM, dimana LKM  menjadi lebih optimal menjalankan perannya sebagai fasilitator pengelolaan keuangan, manajemen, dan pemasaran dengan melibatkan jaringan usaha dan komunitas. LKM lebih menjangkau UMKM sehingga mudah diakses, prosedur lebih sederhana, dan memberikan tawaran bunga lebih murah melalui pemanfaatan program pemerintah dan lembaga keuangan lain yang terkait.


Keywords


Model Pembiayaan; UMKM; LKM

Full Text:

PDF

References


Anam, A. K. & Nahar, A. (2015). Identifikasi model pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah oleh Lembaga Keuangan Mikro di Kabupaten Jepara. BBM Buletin Bisnis & Manajemen, 1 (02).

Baker, H. K., Kumar, S., & Rao, P. (2017). Financing preferences and practices of Indian SMEs. Global Finance Journal.

Departemen Pengembangan UMKM. (2018). Data Kredit UMKM Desember 2017.

Departemen Pengembangan UMKM. (2016). (2015). Profil Bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Kerjasama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia & Bank Indonesia.

Herlinawati, E., Sumawidjaja, R. & Machmud, A. (2017). The Role of Sharia Microfinance in SMEs Business Development. In Proceedings of the 2nd International Conference on Economic Education and Entrepreneurship, 230-233.

Hussain, J., Millman, C., & Matlay, H. (2017). SME financing in the UK and in China: A comparative perspective. Journal of Small Business and Enterprise Development, 13 (4).

Idris. (2010). Dampak Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM. Jurnal Pengkajian Koperasi & UKM, 5.

Klyton, A. & Rutabayiro, S. (2018), SME finance and the construction of value in Rwanda. Journal of Small Business and Enterprise Development, 25 (4), 628-643.

Machmud, A., Herlinawati, E., & Supriyadi, D. (2018). The Determinants of Sharia Banking Finance Performance in Indonesia. Advanced Science Letters, 24(7), 4882-4885.

Martinez, C., Garcia, P.J., & Martinez, P. (2017), SMEs access to finance and the value of supplier financing. Spanish Journal of Finance & Accounting, 46 (4).

Quartey, P. (2008). Financing Small and Medium Enterprises (SMEs) in Ghana. Journal of African Business, 37-58.

Ramdhansyah. & Silalahi, S. (2013). Pengembangan model pendanaan UMKM berdasarkan persepsi UMKM. Jurnal Keuangan dan Bisnis, 5 (1).

Rangkuti, F. (2015). Analisis SWOT: Teknik membedah kasus bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Republik Indonesia. (2008). Undang-undang No. 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Syarif. & Budhiningsih. (2009). Kajian kontribusi kredit bantuan perkuatan dan mendukung permodalan UMKM. Jurnal Pengkajian Koperasi & UKM, 4.

Tambunan, T. TH. (2014). Pentingnya keuangan mikro pengembangan UMKM di ASEAN: Bukti dari Indonesia. Jurnal of Asean Studies, 2 (2).

Yoseva, T. S. (2010). Manfaat bantuan perkuatan untuk UMKM. Jurnal Pengkajian Koperasi & UKM, 5.




DOI: https://doi.org/10.17509/image.v8i1.23117

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Devi Anggraeni

Creative Commons License

IMAGE is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats