POLA KOMUNIKASI GURU PENYANDANG TUNARUNGU TERHADAP SISWA PENYANDANG AUTIS PADA PEMBELAJARAN SENI LUKIS (STUDI KASUS DI KELAS MENENGAH SLB AUTISME PELITA HAFIZH BANDUNG)

Fina Tania

Abstract


Tunarungu merupakan individu yang mengalami kehilangan pendengaran sehingga berdampak pada kemampuan berbahasa sebagai bentuk realitas berkomunikasi. Autis merupakan gangguan perkembangan yang meliputi aspek interaksi, komunikasi, dan perilaku.  Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti menemukan fenomena seorang penyandang tunarungu berprofesi sebagai guru di sekolah yang muridnya didominasi oleh penyandang autis. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola komunikasi yang dikembangkan oleh guru penyandang tunarungu terhadap siswa penyandang autis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pola komunikasi yang dikembangkan menggunakan bahasa ujaran disertai dengan bahasa tubuh. Kendala yang dialami adalah guru seringkali mengalami kesalahpahaman dengan siswa dan tak jarang membuat siswa menjadi tantrum. Upaya yang dilakukan guru mencoba mendekati siswa dan memhami apa yang diinginkan siswa. Selain itu, guru juga mendapat bantuan dari guru lain untuk menjelaskan kembali maksud dari siswa atau sebaliknya.  Prestasi yang dicapai oleh siswa hingga saat ini yaitu mahir dalam membuat lukisan abstrak.

Keywords


Penyandang Tunarungu, Penyandang Autis, Pola Komunikasi

Full Text:

PDF

References


Betts, D. J. (2005). The art of therapy drawing individuals out in creative ways. [Online]. Diakses dari http://psyc204.files.wordpress.com/2009/11/the-art-of-therapy.pdf.

Bunawan, L. (1997). Komunikasi total. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga Akademik

Djamarah, S.B. (2004). Pola komunikasi orang tua dan anak dalam keluarga sebuah perspektif pendidikan Islam. Jakarta: Rineka Cipta

Cangara, H.(2002). Pengantar ilmu komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers

Garha, O. (1980). Pendidikan kesenian seni rupa program spesialisasi buku guru. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan

Gunawan, H. (2013). Jenis pola komunikasi orang tua dengan anak perokok aktif di desa Jembayan kecamatan Loa Kulu Kabupatem Kutai Kartanegara. [Online]. Diakses dari http://ejournal.ilkom.fisip-unmul.ac.id/site/?p=906

Hadiatmodjo, K. P. (1998). “Disartria dan permasalahannya”, dalam “Kumpulan makalah pelatihan disartria Akademi Terapi Wicara YBW”. Jakarta: Tidak Diterbitkan

Haenudin. (2013). Pendidikan anak kebutuhan khusus tunarungu (peserta didik berkebutuhan khusus dengan hambatan pendengaran). Jakarta: PT. Luxima Metro Media

Hardjana, A.M (2003). Komunikasi intrapersonal dan interpersonal. Yogyakarta: Kanisius

Kuswarno, E. (2010). Metode penelitian komunikasi etnografi komunikasi suatu pengantar dan contoh penelitiannya. Bandung: Widya Padjajaran

Liliweri, A. (2011). Komunikasi serba ada serba makna. Jakarta: Kencana

Kartika, D.S. (2004). Seni rupa modern. Bandung: Rekayasa Sains

Moleong, L.J. (2007). Metodologi penelitian Kualitatif (edisi revisi). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Muharam, E. dan Sundaryanti, W. (1991). Pendidikan kesenian II seni rupa.: Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan

Mullholand, A. M. (1980). Oral Education Today’s Tommorow. Dalam L. Bunawan (Penyunting), Komunikasi Total (hlm. 7). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga Akademik

Nasution, S. (1988). Metode penelitian naturalistik dan kualitatif. Bandung: Tarsito

Petters, T. (2009). Panduan autisme terlengkap. Jakarta: Dian Rakyat

Rohim, S. (2009). Teori komunikasi perspektif, ragam, & aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta

Sadulloh, U. (2010). Pedagogik (ilmu mendidik). Bandung: Alfabeta. Cv

Somantri, T.S. (2007). Psikologi anak luar biasa. Bandung: Refika Aditama

Somad, P. & Hernawati, T. (1995). Ortopedagogik anak Tunarungu. Bandung:

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga Guru

Sugiyono. (2009). Memahami penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta

Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta

Suhemarwan, R. & Nugraha, R.A. (2010). Seni rupa untuk pembelajaran kelas VII, VIII, dan IX. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementrian

Sumardjo, J. (2008). Filsafat seni. Bandung: Penerbit ITB

Surakhmad, W. (1982). Pengantar penelitian ilmiah, dasar, metode, teknik. Bandung: Tarsito

Wardhani, Y.F at al. (2009). Apa dan bagaimana autisme terapi medis alternatif. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Williams, C. dan Wright, B. (2007). How to live with autism and asperger syndrome strategi praktis bagi orang tua dan guru anak autis. Jakarta: Dian Rakyat


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 JASSI ANAKKU