KEARIFAN EKOLOGIS BUDAYA LOKAL MASYARAKAT ADAT CIGUGUR SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS

Mina Holilah

Abstract


Cara pandang antroposentris menempatkan manusia untuk mengeksploitasi alam dengan mengabaikan keberlangsungan sistem ekologi. Penanaman nilai-nilai kearifan ekologis melalui budaya lokal masyarakat Cigugur merupakan salah satu upaya pewarisan nilai luhur untuk menjaga keseimbangan sistem ekologi khususnya bagi masyarakat Kabupaten Kuningan. Kajian utama penelitian ini adalah identifikasi nilai-nilai kearifan ekologis budaya lokal masyarakat Cigugur Kuningan dan bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran IPS di SMP N 2 Garawangi Kelas VII A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat adat Cigugur memiliki nilai-nilai kearifan ekologis yang dapat digunakan sebagai sumber belajar IPS meliputi nilai pelestarian lingkungan, mitigasi bencana, dan pola konsumsi ramah lingkungan. Nilai pelestarian lingkungan terdiri dari pola pertanian, penjagaan leuweung larangan, pelestarian mata air / cainyusu, serta nilai filosofis upacara Seren Taun. Nilai mitigasi bencana dan pola konsumsi ramah lingkungan terdapat dalam petuah/larangan yang masih digunakan sebagai pedoman kehidupan sehari-hari. Implementasi nilai kearifan ekologis budaya lokal masyarakat adat Cigugur dalam pembelajaran IPS di SMP N 2 Garawangi kelas VII A menunjukkan hasil yang baik. Peserta didik memiliki antusiasme dan rasa ingin tahu mendalam terhadap budaya lokal masyarakat adat Cigugur untuk menanamkan nilai-nilai kearifan ekologis dalam kehidupan sehari-hari mereka. Penelitian ini mereko-mendasikan supaya dijadikan rujukan bagi pengembangan pembelajaran IPS berbasis budaya lokal di berbagai sekolah khususnya Jawa Barat.

Kata kunci : Kearifan Ekologis, Budaya Lokal, Cigugur Kuningan, Pembelajaran IPS.


Full Text:

PDF

References


Adimihardja, K. (2008). Dinamika Budaya Lokal. Bandung: CV. Indra Prahasta dan Pusat Kajian LBPB

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuningan. Kabupaten Kuningan Dalam Angka Tahun 2012. Kuningan: BPS Kabupaten Kuningan.

Balitbang. (2013). Memahami Pertanian Ramah Lingkungan. [Online]. Tersedia: http://balitkabi.litbang.deptan.go.id/kilas-litbang/1326-memahamipertanian-ramah-lingkungan.html. [7 Juli 2014]

Bevins,S and Wilkinson, N. (2009). Sustainability Across the Curriculum. Journal of Education For Sustainable Development. Los Angeles: Sage Publication (vol.3 No.2)

Chew, S. (2001). World Ecological Degradation: Accumulation, Urbanization, and Deforestation 3000 B.C.-A.D. Walnut Creek, CA: AltaMira.

Clugston, R. (2010). ‘Earth Charter Education for Sustainable Ways of Living’.Journal of Education for Sustainable Development, 2010. 4: 157.

Costanza et. al. (2007). “Sustainability or Collapse: What Can We Learn from Integrating the History of Humans and The Rest of Nature?”. Swedia : Journal Ambio Vol.36, No.7 (November 2007).

Domanska, E. (2010). “Beyond Anthropocentrism in Historical Studies”. USA: Journal Historein Vol. 10.

Gadotti, M. (2010). ‘Reorienting Education Practices towards Sustainability’. Journal of Education for Sustainable Development 2010 4: 203.

Goleman, D (2009) Ecological Intelligence: How Knowing the Hidden Impacts of What We Buy Can Change Everything. New York: Broadway Books

Goleman D., Bennet L., Barlow Z. (2012). Eco Literate, How Educators Are Cultivating Emotional, Social, and Ecological Intelligence. San Francisco: Jossey-Bass.

Hollingshead, B.P. (2005). ‘Young People, Education and Sustainable Development:Exploring Principles,Perspectives and Praxis’. Journal of Education Sustainable Development 2010 4: 307.

Kahn, R (2010). Critical Pedagogy, Ecoliteracy, & Planetary Crisis, The Ecopedagogy Movement, New York: Peter Lang.

Neolaka, A. (2008). Kesadaran Lingkungan. Jakarta: Rineka Cipta.

Otto, E. and Wohlpart, A.J. (2009). Creating a Culture of Sustainability Infusing Sustainability into the Humanities. Journal of Education For Sustainable Development. Los Angeles: Sage Publication (vol.3 No.2)

Rafsanjani, A. (2013). Ekoliterasi. [Online]. Tersedia: Heilraff.Blogspot.com /2008/ 05/ekoliterasi.html [9 Februari 2014]

Soemarwoto, O (2004). Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan, cetakan kesepuluh, Jakarta: Djambatan

Somantri, N. (2001). Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Spradley, J.P. (2007). Metode Etnografi. (Terjemah). Yogyakarta: Tiara Wacana.

Sumaatmadja, N. (2010). Manusia Dalam Konteks Sosial, Budaya dan Lingkungan Hidup. Bandung: Alfabeta.

Supriatna, N. (2011). ‘Pengembangan Pendidikan Karakter melalui Green Curriculum dan Ecopedagogy dalam Pembelajaran IPS’, makalah, dalamKonvensiNasional Pendidikan IPS di UPI, 14-15 Juli 2011.

Supriatna, N. (2012). ‘Developing Green Behavior through Ecopedagogy in Social Studies Learning in Elementary School in Bandung, Indonesia’ paper, presented at the eight Biennial Comperence of the Comparative Education Society of Asia (CESA 2012), Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand, 2012.

Yayasan Trimulya. (1998). Cagar Budaya Nasional Gedung Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur Kuningan Jawa Barat. Kuningan: Tidak Diterbitkan.




DOI: https://doi.org/10.17509/jpis.v24i2.1453

Refbacks

  • There are currently no refbacks.