SUPLEMEN MATERI AJAR MATA PELAJARAN SEJARAH INDONESIA KELAS X SMA BERDASARKAN SUMBER SEJARAH LOKAL BANTEN

Jumardi Jumardi, Hari Naredi, Lelly Qodariah, Nur Fajar Absor

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa sumber sejarah lokal Banten dapat dijadikan suplemen materi ajar pada mata pelajaran Sejarah Indonesia kelas X di SMA. Banten sebagai salah satu provinsi di Indonesia memiliki catatan sejarah panjang sebagai bagian dari perjalanan sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Namun, buku teks sejarah kelas X yang ada dan dipergunakan oleh para peserta didik sangat sedikit yang membahas bagian dari sejarah lokal di setiap daerah yang ada di Indonesia, maka diperlukan suplemen sejarah lokal untuk memberikan pengembangan pada materi sejarah Indonesia, sehingga diharapkan pembelajaran sejarah lebih bermakna. Metode penelitian menggunakan metode penelitian historis yang terdiri dari empat langkah, yakni: (1) heuristik; (2) kritik; (3) interpretasi; (4) dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat fakta-fakta historis sejarah lokal Banten masa Hindu-Buddha, masa Islam dan peran tokoh-tokoh lokal Banten yang dapat dijadikan suplemen materi ajar Sejarah Indonesia untuk peserta didik SMA kelas X. Sehingga, keberadaan suplemen sejarah lokal tersebut akan memperkaya sumber belajar sejarah Indonesia bagi peserta didik. Diharapkan penelitian ini menjadi rujukan untuk mengaitkan sumber sejarah lokal di masing-masing daerah di Indonesia dengan materi ajar mata pelajaran Sejarah Indonesia di masing-masing kelas, hal ini dikarenakan penelitian ini baru sebatas di Banten dan kelas X di SMA.

Keywords


Suplemen; Sumber sejarah; Sejarah lokal Banten

References


Jumardi, “Pengaruh Pendekatan Pembelajaran dan Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Sejarah Siswa,” J Pendidik Sej, Vol, 3(1), pp 1–12, 2014.

A. Idi, Pengembangan Kurikulum, Teori & Praktik. Jakarta: Rajawali Pers; 2016.

Aman, “Di Seputar Sejarah dan Pendidikan Sejarah”. Informasi. Vol. 37 (1), pp 26–41, 2011.

S. H. Hasan, “Pendidikan Sejarah Dan Pendidikan Profesi Guru Sejarah” [Internet]. Departemen Pendidikan Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia. 2019. Available from: http://sejarah.upi.edu/artikel/dosen/pendidikan-sejarah-dan-pendidikan-profesi-guru-sejarah1/

I. Purnamasari, Wasino, “Pengembangan Model Pembelajaran Sejarah Berbasis Kabupaten Temanggung”. Paramita Hist Stud J. Vo. 21(2), pp. 202–12, 2011.

S. Priyadi. Sejarah Lokal: Konsep, Metode, dan Tantangannya. Yogyakarta: Ombak, 2012.

M. I. Gilang, “Sejarah Lokal dalam Mengembangkan Patriotisme (Kajian pada Materi Sejarah Revolusi Fisik di Banten Tahun 1945-1949)”, Candrasangkala, pp. 37–44, 2013.

T. U. S. H. Wibowo, “Membangun Literasi Sejarah Lokal di Kalangan Siswa Melalui Pembelajaran Sejarah Berbasis Keunikan Toponimi Kawasan Banten Lama”. 1st Int Conf Lang Lit Teach. Vol. 1, pp. 976–86, 2017.

R. Fauzan, “Implementasi Materi Sejarah Lokal Gerakan Sosial Messianistik dan Nativisme di Banten melalui Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum Nasional”. Hist J Pendidik dan Peneliti Sej, Vol. 1, No.2, pp. 25, 2018.

L. Gottschalk. Mengerti Sejarah. Jakarta. UI-Press. 2008.

Sukardi. Metode Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta. Bumi Aksara. 2016.

Kuntowijoyo. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana. 2003.

Sulasman. Metodologi Penelitian Sejarah: Teori, Metode, dan Contoh Aplikasi. Bandung: Pustaka Setia. 2014.

Sonny, “Analisis Kualitas Pelayanan Wisata Sejarah Komplek Masjid Banten Lama-benteng Surosowan Ditinjau dari Karakteristik Pengungjung dalam Implementasi Kebijakan Pariwisata”. J Renaiss, Vol. 1 (2), pp. 49–60, 2016.

R. S. Wijono, “Di Bawah Bayang-Bayang Kota: Penataan Daerah di Provinsi Banten dari Zaman Kolonial sampai Zaman Reformasi”, J Sej Citra Lekha. Vol.2 (2), pp. 126–42, 2007.

R. Suharso, “Pembelajaran Sejarah Lokal Pada Kelas Sejarah (Model Pengembangan Bahan Ajar Sejarah Lokal Kota Kudus dalam Rangka Meningkatkan Minat Siswa Pada Sejarah)”. Sej dan Budaya J Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya, Vol. 11, No. 1, pp. 95–111, 2017.

R. Gunawan. Lestariningsih AD, Sardiman. Sejarah Indonesia Kelas X: Buku Siswa. Jakarta. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017.

L. A. D. Gunawan, R. A. M. S. Zed, M. Purba, W. Wasino. Sejarah Indonesia Kelas X: Buku Guru. Jakarta. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014.

B. Banten. Prasasti Munjul, Salah Satu Tinggalan Tarumanagara di Dataran Sunda [Internet]. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2019. Available from: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbbanten/prasasti-munjul-salah-satu-tinggalan-tarumanagara-di-dataran-sunda/

N. Kholis, “Vihara Avalokitesvara Serang: Arsitektur dan Peranannya dalam Relasi Buddhis-Tionghoa dengan Muslim di Banten”, J Lekt Keagamaan, Vol. 14, No. 2, pp. 327–46, 2016.

Juliadi, Dkk. Ragam Pusaka Budaya Banten. Serang: Balai Pelestarian peninggalan Purbakala Serang. 2005.

U. V. Dhammo, “The Female Guanyin (Wujud Wanita Avalokitesvara) ”, pp. 1–46.

Yoest. Riwayat Kelenteng, Vihara, Lithang di Jakarta & Banten. Jakarta. Bhuana Ilmu Populer. 2008.

A. A. Munandar. Menafsir Kembali Situs Patapan, Kalatirta. Serang: BPCB Banten. 2018.

B. Banten. Sebuah Fragmen Relief Figur Ditemukan Di Situs Cagar Budaya Patapan [Internet]. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2019. Available from: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbbanten/sebuah-fragmen-relief-figur-ditemukan-di-situs-cagar-budaya-patapan/

U. Andika, “Makna Bangunan Menara Masjid Agung Banten. In: Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI)”, p. A175–80, 2017.

B. W. Laksmi. “Masjid Agung Banten : Perpaduan Tiga Budaya dalam Satu Arsitektur. In: Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI)”, pp. A365–8, 2017.

S. Kartodirdjo. Pemberontakan Petani Banten 1888. Jakarta: Pustaka Jaya. 1984.

D. Lombard. Nusa Jawa: Silang Budaya, Warisan Kerajaan-kerajaan Konsentris. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 2005.

A. T. Alkhudri, A. H. Dharmawan, R. A. Kinseng, “Metamorfosis Gerakan Sosial di Banten: Dari Romantisme Identitas ke Isu Agraria Lingkungan”, Sodality J Sosiol Pedesaan, Vol. 6, No. 1, pp. 24–31, 2018.

R. Fauzan, “Membangun Nilai Multikultural Siswa Melalui Kajian Sejarah Perjuangan Wanita di Tingkat Lokal”, Candrasangkala, Vo. 1, No. 1, 2018.

P. Burke. New Perspectives on Historical Writing. Cambridge: Polity Press. 1995.

Kartodirdjo S. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 1992.

Y. Kusnoto, F. Minandar, “Pembelajaran Sejarah Lokal: Pemahaman Kontens Bagi Mahasiswa”. Sos Horiz J Pendidik Sos, Vol. 4, No. 1, pp. 125–37, 2017.

Hariyono. “Sejarah Lokal: Mengenal yang Dekat, Memperluas Wawasan”, Sej dan Budaya J Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya. Vol. 11, No. 2, pp. 160–6, 2017.




DOI: https://doi.org/10.17509/jpis.v29i2.28974

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.