PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR BERMAIN PERKUSI DI SMA NEGERI 7 BANDUNG

Mochammad Fauzan Riyandi, Rita Milyartini

Abstract


ABSTRAK

 

Pembelajaran merupakan sebuah proses membelajarkan peserta didik agar memperoleh kompetensi tertentu yang telah dirumuskan oleh pengajar. Salah satu faktor pendukung keberhasilan pembelajaran adalah minat dan motivasi siswa yang tinggi. Siswa peserta ekstrakurikuler perkusi di SMAN 7 Bandung terlihat memiliki motivasi dan prestasi yang relatif baik, sehingga peneliti tertarik untuk mengungkap strategi yang dilakukan pengajar dalam menentukan materi, metode, dan hasil yang dicapai oleh siswa. Kajian dilakukan berlandaskan pada teori tentang motivasi, metode pembelajaran, dan sistem evaluasi dalam pembelajaran. Untuk mengungkap itu semua, peneliti menggunakan tehnik penelitian dalam bentuk wawancara dan observasi langsung. Dari penelitian diperoleh temuan bahwa keberhasilan dalam sebuah proses pembelajaran di ekstrakurikuler perkusi SMAN 7 Bandung, diperngaruhi oleh latar belakang dan pengalaman guru sebagai percussionist,sehingga guru mampu menjadi model yang baik saat melakukan demonstrasi. Selain itu ditemukan kelemahan, guru belum membuat perencanaan sehingga materi tidak tersusun secara terstruktur dari yang mudah menuju sulit. Metode yang digunakan sudah cukup bervariasi, yakni metode demonstrasi, imitasi, drill dan tutor sebaya. Metode tersebut masih dapat dikembangkan dalam model pembelajaran yang direncanakan. Kemampuan siswa meningkat karena motivasi belajar meningkat dari pertemuan demi pertemuan.

ABSTRAK

 

Pembelajaran merupakan sebuah proses membelajarkan peserta didik agar memperoleh kompetensi tertentu yang telah dirumuskan oleh pengajar. Salah satu faktor pendukung keberhasilan pembelajaran adalah minat dan motivasi siswa yang tinggi. Siswa peserta ekstrakurikuler perkusi di SMAN 7 Bandung terlihat memiliki motivasi dan prestasi yang relatif baik, sehingga peneliti tertarik untuk mengungkap strategi yang dilakukan pengajar dalam menentukan materi, metode, dan hasil yang dicapai oleh siswa. Kajian dilakukan berlandaskan pada teori tentang motivasi, metode pembelajaran, dan sistem evaluasi dalam pembelajaran. Untuk mengungkap itu semua, peneliti menggunakan tehnik penelitian dalam bentuk wawancara dan observasi langsung. Dari penelitian diperoleh temuan bahwa keberhasilan dalam sebuah proses pembelajaran di ekstrakurikuler perkusi SMAN 7 Bandung, diperngaruhi oleh latar belakang dan pengalaman guru sebagai percussionist, sehingga guru mampu menjadi model yang baik saat melakukan demonstrasi. Selain itu ditemukan kelemahan, guru belum membuat perencanaan sehingga materi tidak tersusun secara terstruktur dari yang mudah menuju sulit. Metode yang digunakan sudah cukup bervariasi, yakni metode demonstrasi, imitasi, drill dan tutor sebaya. Metode tersebut masih dapat dikembangkan dalam model pembelajaran yang direncanakan. Kemampuan siswa meningkat karena motivasi belajar meningkat dari pertemuan demi pertemuan.


Full Text:

PDF

References


Banoe, P. (2003). Kamus Musik. Yogyakarta: Kanisius.

Kamien, R. (New York). An appreciation music fourth brief edition. 2002: Quebecor World Hawkins Inc.

Pamungkas, A. J. (2012). Rahasia menjadi drummer terhebat dengan iringan komputer. Yogyakarta: ANDI.

Sagala, S. (2014). Konsep dan makna pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Sanjaya, W. (2010). Perencanaan dan desain sistem pembelajaran. Jakarta: Kencana .

Setiawan, E. (2014). Memahami musik dan rupa-rupa ilmunya. Yogyakarta: Art Music Today.

Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R & D . Bandung: Alfabeta.

Sutikno, M. S. (2009). Belajar dan pembelajaran. Bandung: Prospect.

Yamin, M. (2013). Strategi & metode dalam model pembelajaran.

Jakarta: GP Press Group.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.