Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah

HISTORIA: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, published by the Department of History Education, University of Education Indonesia (UPI). HISTORIA: The Journal of Educators and Researchers History was first published on June 15, 2000. Journal Historia is published twice annually in October and April. Journal Historia is a collaboration between the Association of Educators and History Researchers (APPS) with the Department of History Education, University of Education Indonesia (UPI). Historia encourages systematic study and research in historical and historical education.

p-issn:2620-4789

e-issn:2615-7993



Journal Homepage Image

Announcements

 
No announcements have been published.
 
More Announcements...

Vol 2, No 1 (2018): Historiografi Buku Teks Sejarah: dari nasionalisme hingga Ecopedagogy

Kata Pengantar Redaksi,

Para pembaca Historia yang saya hormati, dengan rasa syukur yang tak ternilai kami persembahkan Historia volume II Nomor 1 Oktober 2018

Pada kesempatan ini kami juga mengucapkan terimakasi kepada bapak dan ibu penulis artikel baik yang dapat kami terbitkan dalam nomor ini mau pun ysng belum dapat kami terbitkan sekarang, mudah-mudahan dapat diterbitkan pada nomor terbitan Historia berikutnya.

Untuk Historia volume II Nomor 1 Oktober 2018 ini redaksi menerima 18 judul artikel yang berdasarkan review mitra bebestari baru 8 judul artikel yang dapat dipublikasikan. Semoga artikel lain dapat dipublikasikan dalam Historia nomor yang akan datang setelah diperbaiki dan disetujui mitra bestari.

Pembaca Historia yang terpelajar, pada nomor ini ada 3 artikel yang mengkaji peristiwa sejarah dan akan menjadi sumber pembelajaran Sejarah yang penting, mengingat artikel-artikel ini mengungkap peristiwa sejarah yang langka dan tidak disajikan dalam buku teks Sejarah atau pun buku standar Sejarah Indonesia dalam tingkat rinci narasi yang diperlukan siswa SMA dan mahasiswa yang belajar sejarah. Ketiganya adalah artikel yang masing-masing ditulis John Setiawan dan Dyah Kumalasari tentang perlawanan Sultan Babullah mengusir penjajahan Portugis yang meninggalkan berbagai aspek budaya dan komitas keturunan Portugis di Ternate, artikel yang ditulis Feronika S.W, Wawan Darmawan dan Ayi Budi S. tentang peristiwa besar dalam sejarah bangsa Indonesia yaitu kembali Irian Barat ke pangkuan pertiwi tahun 1963 yang menggambarkan peran Amerika Serikat dalam peristiwa tersebut, dan artikel ketiga ditulis Ryan Ilham Yustika R tentang unsur-unsur mitologisasi dan ideologisasi dalam buku teks Sejarah dari pandangan keilmuan Sejarah yang penting yaitu historiografi, yang akan membuka wawasan dan menantang kemampuan berpikir siswa dan juga mahasiswa.

Lima artikel lain amat penting bagi Pendidikan Sejarah. Empat artikel ini memiliki posisi berbeda dari ketiga artikel terdahulu dalam peran sebagai bahan kajian guru sejarah untuk mengembangkan pembelajaran Sejarah yang lebih menantang siswa berpikir, mengembangkan critical thinking, curiosity, dan belajar dari nilai-nilai Pendidikan sejarah.

Keempat artikel itu masing-masing ditulis M. Robby S, M. Idris dan Nelly Ermita mengenai pengaruh media grafis dalam pembelajaran IPS dengan fokus materi sejarah, suatu media belajar yang penuh apikasi teknologi, artikel yang ditulis Nurhidayat tentang materi sejarah lokal yang mampu membawa keterdekatan siswa terhadap peristiwa untuk membangun memori kolektif bangsa dan semangat patriotisme serta kemampuan berpikir kreatif yang sangat penting untuk kehidupan abad ke 21, artikel yang ditulis Hena Gian Hermana tentang Green History dalam buku teks Sejarah untuk membawa horizon wawasan dan berpikir siswa dalam belajar peristiwa Sejarah dan Sejarah yang ada dalam kegiatan masyarakat masa lalu tapi tidak selalu tersaji dalam bentuk narasi suatu Peristiwa Sejarah, keempat adalah artikel yang ditulis Agus Susila dan Sarkowi tentang peran yang dapat dilakukan guru Sejarah dalam mempersiap siswa yang belajar Sejarah dalam mengarungi perubahan kehidupan yang cepat dan pemanfaatan teknologi yang dslam spektrum luas berkenaan dengan setiap aspek kehidupan manusia. Artikel kelima dari 8 artikel ditulis Maria Antonia Cunino tentang masa Kerajaan Hindu dan Buddha, suztu periode panjang Sejarah Indonesia yang digunakan untuk mengembangkan nasionalis dan toleransi dalam membangun masyarakat Indonesia modern, pada masa ini Mpu Prapanca menulis Sutasuma dengan slokanya Bhineka Tunggal Ika yang menjadi semboyan kehidupan bangsa yang multikultural (bhineka) tapi semuanya adalah warganegara bangsa Indonesia (tunggal ika), suatu periode yang merupakan salah satu masa yang menjadi dasar kebangsaan yang kokoh.

Selamat menikmati tulisan-tulisan yang dikembangkan dari pemikiran yang mendalam dari setiap penulis.

Salam

Editor

Table of Contents

Articles

Johan Setiawan, Dyah Kumalasari
PDF
1-6
robi suwandi
7-14
Riyan Ilham Yustian Religian
PDF
21-28
Feronika Sryudha Wihardyantie
15-20
- Norhidayat
PDF
29-34
Hena Gian Hermana
PDF
35-42
Agus Susilo, Sarkowi Sarkowi
43-50
Maria Antonia Cunino
PDF
51-60