PENGARUH METODE VAKT TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BANGUN DATAR PADA ANAK CEREBRAL PALSY

Nia Sutisna, Ayi Rahmawati

Abstract


Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Metode VAKT terhadap peningkatan kemampuan mengenal bangun datar pada Anak cerebral palsy. Metode VAKT merupakan singkatan dari Visual, Auditori, Kinestetik dan Taktil yang merupakan metode dengan menggunakan seluruh indera anak. Penggunaan Metode VAKT dalam penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal bangun datar pada Anak cerebral palsy. Materi bangun datar merupakan konsep paling dasar dalam pelajaran matematika. Pengetahuan akan bentuk diperlukan dalam berbagai aspek dalam kehidupan. Berdasarkan hal itu anak cerebral palsy di PAUD GaMus (Garasi Anak Muslim) mengalami masalah dalam mengenal bangun datar. Anak cerebral palsy memiliki intelegensi yang rendah (pelupa) serta memiliki rasa rendah diri. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian Subjek tunggal atau disebut Single Subject Research. Desain penelitian yang digunakan adalah Desain A-B-A yang memiliki tiga fase yaitu : A-1 (Baseline 1), B (Intervensi), A-2 (Baseline 2). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa metode VAKT dapat meningkatkan kemampuan anak cerebral palsy dalam mengenal bangun datar. Hal itu dapat dilihat dari hasil mean level pada setiap sesi terjadi peningkatan. Dari mean level A-1 dengan hasil 33,33 %, mean level Intervensi dengan hasil mean level 82,29 % dan mean level A-2 100 %. Berdasarkan hasil perolehan itu dapat disimpulkan bahwa Metode VAKT dapat meningkatkan kemampuan mengenal bangun datar pada Anak Cerebral Palsy.


Abstract

This study was conducted to determine the effect of VACT method on increasing the ability to recognize flat waking in children with cerebral palsy. The VAKT method stands for Visual, Auditory, Kinesthetic and Tactile which is a method using all children's senses. The use of VAKT method in this study aims to improve the ability to recognize flat waking in children with cerebral palsy. Flat building material is the most basic concept in mathematics. Knowledge of forms is needed in various aspects of life. Based on this, cerebral palsy children in GaMus Early Childhood Education (Muslim Child Garage) experience problems in getting to know flat building. Cerebral palsy children have low intelligence (forgetfulness) and have a sense of inferiority. The method in this study is a single subject research or called Single Subject Research. The research design used is A-B-A Design which has three phases, namely: A-1 (Baseline 1), B (Intervention), A-2 (Baseline 2). Based on the results of the study, it is known that the VAKT method can improve the ability of cerebral palsy children to recognize flat waking. It can be seen from the results of the mean level in each session an increase. From the mean level A-1 with a result of 33.33%, the mean level of intervention with the mean level of 82.29% and the mean level of A-2 is 100%. Based on the results of the acquisition, it can be concluded that the VAKT method can improve the ability to recognize flat waking in children with cerebral palsy.


Keywords


Metode VAKT; Mengenal Bangun Datar; Anak Cerebral Palsy

References


Abdurrahman, Mulyono. (2003). Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta

Afriyanti, Ana. (2016). Studi Kasus Pola Asuh Orang Tua Dalam Mengembangkan Kemandirian Bina Diri Anak Cerebral Palsy Tipe Spastik Di SLB Rela Bhakti 1 Gamping Sleman Yogyakarta. Jurnal Widia Ortodidaktika. 5 (7). Hlm. 739 751

AHP, Utomo. (2013). Cerebral Palsy Tipe Spastic Diplegy Pada Anak Usia Dua Tahun. Jurnal Medula, 1 (4). Hlm. 25-34

Delphie, Bandi. (2006). Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Setting Pendidikan Inklusi. Bandung : Refika Aditama

Hermanto. (2006). Modifikasi Model Pembelajaran Bagi Anak Cerebral Palsy (Suatu Tantangan Kreativitas Guru). Majalah Ilmiah Pembelajaran. 2 (2). Hlm. 185-195

Janah, Nurul. (2017). Penerimaan Diri Anak Cerebral Palsy (Studi Kasus Penerimaan Diri Anak Cerebral Palsy Yang Disebabkan Penyakit Toksoplasmosis. Jurnal Bimbingan dan Konseling. 6 (2). Hlm. 188-200

Muh, Khairil Ichsan. (2014). Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Cerebral Palsy Spastic Athetoid Quadriplegi Di Pediatric And Neurodevelopmental Therapy Centre (PNTC). Laporan Penelitian. FIK-UMS

Mulyono, Abdurrahman. (2012). Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: RINEKA CIPTA

Nur Azizah. (2005). Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Anak Cerebral Palsy. Jurnal Pendidikan Khusus. 1 (2). Hlm. 1-10

Salim A. (1996). Pendidikan Bagi Anak Cerebral Palsy. Surakarta: DEPDIKBUD

Mimin Tjasmini. (2016). Arah Pembelajaran Anak Cerebral Palsy. Pedagogia: Jurnal Ilmu Pendidikan. Hlm. 60-70

Yusuf, Munawir. (2005). Pendidikan Bagi Anak Dengan Problema Belajar. Jakarta:Depdiknas




DOI: https://doi.org/10.17509/pdgia.v16i2.11334

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEXED BY

 width=

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
Web
Analytics