IMPLEMENTASI PENDIDIKAN TOLERANSI DI SEKOLAH: Sebuah Kearifan Lokal di Sekolah Nahdlatul Ulama

Gita Dianita, Endis Firdaus, Saepul Anwar

Abstract


The research discusses tolerance education through the teaching and learning of Kema'arifan (wisdom) at SMA (Senior High School) Ma'arif Bandung. In contrast to other studies, this research will be more focused on discussing the process of inculcating tolerance values in schools with the background of Nahdatul Ulama (NU). The research will describe how teachers convey tolerance values through classroom teaching and learning. The research employed qualitative method with data collection techniques of interview, observation, and documentary study. The results show that Kema'arifan instruction can provide deeper knowledge about Islam, aswaja, and other groups. In the teaching and learning process, teachers convey the values of tolerance through lecture, and question- answer methods.

Penelitian ini membahas tentang pendidikan toleransi melalui pembelajaran mata pelajaran Kema’arifan di SMA Ma’arif Bandung.Berbeda dengan penelitian yang lain, penelitian ini akan lebih membahas tentang suatu proses penanaman nilai toleransi di sekolah yang berlatar belakang organisasi Nahdatul Ulama (NU). Penelitian ini akan menguraikan bagaimana cara guru dalam menyampaikan nilai-nilai toleransi melalui suatu proses pembelajaran di kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Kema’arifan mampu memberikan pengetahuan secara lebih mendalam tentang Islam, aswaja, serta golongan-golongan yang lainnya. Dalam proses pembelajaran, guru menyampaikan nilai-nilai toleransi melalui metode ceramah dan tanya jawab.



Keywords


pluralism, Islamic education, multiculture

Full Text:

PDF

References


Ali, M. (2010). Metodologi dan Aplikasi Riset Pendidikan. Bandung: Pustaka Cendekia Utama.

Anwar, S. (2015). Tolerance Education Through Islamic Religious Education in Indonesia. The 1st UPI International Conference on Sociology Education (UPI ICSE 2015) (pp. 438-442). Bandung: Atlantic Press.

Daradjat, Z. (2008). Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Endang, B. (n.d.). Mengembangkan Sikap Toleransi dan Kebersamaan di Kalangan Siswa. Jurnal Visi Ilmu Pendidikan, 89-105.

Fahmi, M. (2013, Mei). Pendidikan Aswaja NU dalam Konteks Pluralisme. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 01 Nomor 01, 161-179.

Fakhruddin, A. (2014). Urgensi Pendidikan Nilai Untuk Memecahkan Problematika Nilai dalam Konteks Pendidikan Persekolahan. Jurnal Pendidikan Agama Islam -Ta’lim, 12(1), 79.

Fathurrohman. (2012, Juni). Aswaja NU dan Toleransi Umat Beragama. Jurnal Review Politik, 02 Nomor 01, 34-45.

Fidiyani, R. (2013, September). Kerukunan Umat Beragama di Indonesia (Belajar Keharomonisan dan Toleransi Umat Beragama Di Desa Cikakak, Kec. Wangon, Kab. Banyumas). Jurnal Dinamika Hukum, 468-482.

Firdaus, E., & Rahmat, M. (2016). Learning Model of Religious Tolerance (A Study of the Increase of Life Cohesion for Students). Islamic Education Faces Global Challenges, 151-155.

Ghufron, F. (2016). Ekspresi Keberagamaan di Era Milenium. Yogyakarta: IRCiSoD.

Harjanto. (2010). Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Ibrahim, R., & Syaodih, N. (2003). Perencanaan Pengajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Jamrah, S. A. (2015, Juli). Toleransi Antar Umat Beragama : Perspektif Islam. Jurnal Ushuluddin, 23, 155-200.

Khitruk, V. V., & Ulianova, O. A. (2012). Inclusive Tolerance as a Basis of Professional Competence of Prospective Teachers. Problems of Education In The 21st Century, 43, 21-33.

Lestari, G. (2005, Februari). Bhinneka Tunggal Ika: Khasanah Multikultural Indonesia di Tengah Kehidupan Sara. Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 31-37.

Masduqi, I. (2011). Berislam Secara Toleran. (I. D. S., Ed.) Bandung: Mizan.

Mukhtaruddin. (2008, April). Pembinaan Kerukunan Umat Beragama Masyarakat Transmigran di Kalimantan Tengah. Analisa, XV, 15-32.

Putro, G. A. (2017, Januari 05). DetikNews. Retrieved Februari 08, 2017, from detik.com: https://news.detik.com/berita/d-3388574/mabes-polri-ungkap-4-faktor-pemicu-konflik-intoleransi

Sanjaya, W. (2015). Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Prenadamedia Group.

Saulius, T. (2013). What is "Tolerance" and "Tolerance Education"? Philosophical Perspectives. Socialiniai Mokslai, 49-56.

Setiawan, Z. (2010, Januari). Pemikiran dan Kebijakan Nahdlatul Ulama dalam Menjaga Kedaulatan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia pada Era Reformasi (1998-2009). Jurnal Ilmu Politik Hubungan Internasional, 7 No. 1, 72-85.

Shihab, M. Q. (2012). Tafsir Al-Misbah. Tangerang: Lentera Hati.

Suyatno. (2013, Februari). Multikurlturalisme Dalam Pendidikan Agama Islam: Problematika Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Addin, 7(1), 81-104.

Turebayeva, C. Z., Doszhanova, S. Y., Orazova, Z. O., & Zhubatyrova, B. T. (2013). Education of Tolerant Personality of a Future Specialist. Middle-East Journal of Scientific Research 13 (Socio-Economic Sciences and Humanities), 38-42.

Wahid, A. (2011). Prisma Pemikiran Gus Dur. (M. S. Isre, Ed.) Yogyakarta: LKiS Group.

Yustiani. (2008, Mei). Kerukunan Antar Umat Beragama Kristen dan Islam di Soe, Nusa Tenggara Timur. 54.Nalisd, XV, 71-84.




DOI: http://dx.doi.org/10.17509/t.v5i2.16752

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.17509/t.v5i2.16752.g9358

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.