The Role of Local Arts Communities in Supporting Multicultural Arts Learning in Primary Schools

Mujahidin Farid, Styo Mahendra Wasita Aji, Nanda Dini Novayanti

Abstract


This study aims to describe the role of local art communities in supporting multicultural art learning in primary schools. Indonesia, as a multicultural country, faces various challenges in learning cultural arts, including limited learning time, a lack of teaching materials based on local culture, and limited educator resources. This research uses a qualitative approach with a literature research method. The literature review approach was used by analyzing relevant publications pulled from Google Scholar and national education databases published between 2010 and 2025.  A total of 25 articles met the eligibility criteria and were analyzed using thematic content analysis. The results of the study show that the local art community has five main roles, namely as resource persons or guest teachers, learning facility providers, art activity organizers, developers of local culture-based teaching materials, and partners in extracurricular activities. This research also developed the Triadik Collaboration Model (KOLAB-TRI), which involves the art community, schools, and education offices as a partnership framework in multicultural art learning. The involvement of the local arts community contributes to increased cultural appreciation, tolerance, creativity, and student confidence. This study recommends strengthening partnerships between schools and local arts communities as a contextual, participatory, and sustainable multicultural arts learning strategy.

Keywords


Local arts community; multicultural arts learning; elementary school; educational collaboration; multicultural education

Full Text:

PDF

References


Ambarwangi, S., & Suharto, S. (2013). Pendidikan multikultural di sekolah melalui pendidikan seni tradisi. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 13(1), 77–85. https://doi.org/10.15294/harmonia.v13i1.2535

Arikunto, S. (2010). Metode Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Azra, A. (2007). Identitas dan Krisis Budaya, Membangun Multikulturalisme Indonesia. Jakarta: Pustaka Indonesia.

Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik Indonesia 2021. Jakarta: BPS.

Baidhawy, Z. (2005). Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural. Jakarta: Erlangga.

Banks, J. A. (2008). An Introduction to Multicultural Education. University of Washington.

Bastos, F., & Zimmerman, E. (2017). Creativity in art education: Intersecting with design, visual culture, and social justice. Revista GEARTE, 4(3), 384–401. https://doi.org/10.22456/2357-9854.75178

Chrisnahanungkara, A. J. (2020). Pendidikan seni musik berbasis bahan ajar multikultural. Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni, 3(1), 39–50. https://doi.org/10.37368/tonika.v3i1.139

Dantes, N. (2014). Landasan pendidikan: Tinjauan dari dimensi makropedagogis. Graha Ilmu.

Desyandri. (2014). Peran seni musik dalam pendidikan multikultural. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, 2(1), 1–12. https://doi.org/10.21831/jppfa.v2i1.2613

Farid, M. (2023). Pemanfaatan konten multibudaya dalam pembelajaran seni budaya di sekolah dasar. The Elementary, 1(1), 20–27. https://doi.org/10.56404/tej.v1i1.48

Lentho, H. (2026, April 1). Surabaya perkuat ekosistem kebudayaan dengan forum triadik. [Pernyataan pers]. Komunitas Surabaya Juang.

Iriani, Z. (2008). Peningkatan mutu pembelajaran seni tari di Sekolah Dasar. Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni, 9(2). https://doi.org/10.24036/komposisi.v9i2.98

Karli, H. (2014). Perbedaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006 dan Kurikulum 2013 untuk jenjang sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Penabur, 13(22), 85–94.

Kemendikbudristek. (2022). Panduan pengembangan projek penguatan profil pelajar pancasila. Jakarta: Kemendikbudristek.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Data warisan budaya tak benda indonesia. Jakarta: Kemendikbudristek.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Indikator kinerja program direktorat pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan. Jakarta: Kemendikbudristek.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Data komunitas seni tradisional di indonesia. Jakarta: Kemendikbudristek.

Hunter-Doniger, T., & Berlinsky, R. (2017). The power of the arts: Evaluating a community artist-in-residence program through the lens of studio thinking. Arts Education Policy Review, 118(1), 19–26. https://doi.org/10.1080/10632913.2015.1011814

Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology. Sage Publications.

Lash, S., & Featherstone, M. (Eds.). (2002). Recognition and difference: Politics, identity, multiculture (Vol. 2). Sage.

Lodo, N. S. A. (2017). Analisis sikap dan muatan pembelajaran SBDP pada tema lingkungan sahabat kita kurikulum 2013 kelas v serta potensi budaya lokal pendukung dalam pembelajaran. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran, 1(1), 57-67. https://doi.org/10.23887/jipp.v1i1.11962

Marni, Y., & Mayar, F. (2023). Mengoptimalkan pembelajaran seni rupa di sekolah dasar: Strategi dan praktek terbaik. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 9(2), 2658-2667. https://doi.org/10.36989/didaktik.v9i2.950

Mawati, A. T., Hanafiah, H., Arifudin, O., & Kartika, I. (2023). Dampak Pergantian kurikulum pendidikan terhadap peserta didik sekolah dasar. Jurnal Primary Edu, 1(1), 69-82. 10.63878

Morrison, G. S. (2019). Dasar-dasar pendidikan anak usia dini. Jakarta: PT Indeks.

Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., et al. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71.

Pusat Kurikulum dan Perbukuan. (2021). Survei kompetensi guru seni budaya di sekolah dasar. Jakarta: Kemendikbudristek.

Puspita, W. A. (2013). Multikulturalisme dalam pendidikan anak usia dini. VISI: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal, 8(2), 144-152. https://doi.org/10.21009/JIV.0802.8

Rohidi, T. R. (2016). Pembelajaran seni dari Tradisional ke pasca tradisional: Strategi kebudayaan dengan sumber kearifan lokal. Makalah Seminar Nasional, UPI.

Setiadi, E. M. (2017). Ilmu sosial & budaya dasar. Jakarta: Kencana.

Supatmo. (2021). Meneguhkan literasi multikultural melalui pendidikan seni: Perspektif dan urgensi pembelajaran seni budaya abad 21 di sekolah. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana, 4(1), 32–38. https://proceeding.unnes.ac.id/index.php/snpasca/article/view/818

Susilo, Y. S., & Soeroso, A. (2014). Strategi pelestarian kebudayaan lokal dalam menghadapi globalisasi pariwisata: Kasus kota Yogyakarta. BAPPEDA Kota Yogyakarta, 3.

Torres, C. A., & Tarozzi, M. (2020). Multiculturalism in the world system: Towards a social justice model of inter/multicultural education. Globalisation, Societies and Education, 18(1), 7–18. https://doi.org/10.1080/14767724.2019.1690729

Triyanto, T. (2018). Pendekatan kebudayaan dalam penelitian pendidikan seni. Jurnal Imajinasi, 12(1), 65-76. https://doi.org/10.15294/imajinasi.v12i1.14358

Warsah, I. (2017). Kesadaran multikultural sebagai ranah kurikulum pendidikan. Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 268-279. https://doi.org/10.29313/tjpi.v6i2.2845

Yuni, Q. F. (2017). Kreativitas dalam pembelajaran seni musik di sekolah dasar: Suatu tinjauan konseptual. ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal, 4(1), 55-77. http://dx.doi.org/10.21043/elementary.v4i1.1980

Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan (Ed. ke-2). Yayasan Pustaka Obor Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.17509/md.v22i1.101104

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Universitas Pendidikan Indonesia, Purwakarta Campus
Jl. Veteran No. 8. Purkawarta
West Java, Indonesia
Email: [email protected]

Metodik Didaktik: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an © 1999 by Jane Doe is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International